Kelistrikan Fullwave !! No Kick Starter… No Problem…

Bicara tentang motor, tak lepas dari apa yang dinamakan kelistrikan. Yup, komponen yang satu ini ibarat nyawa kedua bagi sebuah motor setelah pengapian. Apalagi jika motor brosis sekalian adalah motor yang memiliki mobilitas tinggi dijalan raya.

Bakal sangat penting tentunya, mengingat berbagai peraturan saat ini yang salah satunya menegaskan untuk menyalakan lampu utama siang dan malam. Tak ayal, banyak diantara kita takut akan gejala aki tekor karena beban kelistrikan tersebut.

Bagi pemilik motor dengan sistem kelistrikan halfwave (Semi DC) atau AC adalah hal mutlak melakukan perawatan pada aki motornya. Karena sistem kelistrikan ini membagi tugas antara mengisi aki itu sendiri dan men-cover beban kelistrikan bohlam lampu yang dipakai.

Namun, berbanding terbalik dengan motor-motor yang sudah menerapkan sistem kelistrikan Fullwave / full DC. Sumber daya yang dihasilkan spull tak lagi terpecah menjadi 2 melainkan lebih terfokus pada support aki (charger). Sedangkan segala beban kelsitrikan akan di-handle aki yang tersupport penuh kinerja spull. Lho, apa bedanya dengan kelistrikan Semi DC?

Salah satu faktor krusial dibalik masing-masing kelistikan tersebut adalah rectifier & regulator assy atau biasa disebut dengan kiprok. Kiprok pun juga bermacam-macam mengikuti model kelistrikan tersebut diatas. Secara gampang kiprok berfungsi sebagai penghubung antara spull dan aki. Kiprok lah yang mengolah arus mentah spull menjadi dapat dimanfaatkan dengan baik oleh aki dalam meng-handle bermacam beban kelistrikan motor.

So, itu mengapa motor batangan dengan kelsitrikan fullwave lebih awet memakai elektrik starter dibandingkan motor-motor jenis moped dan matic yang notabenenya masih menganut sistem kelsitrikan semi DC (halfwave). Apalagi bagi brosis yang suka mengaplikasikan perangkat kelistrikan dengan beban yang besar misal klakson keong, klakson mobil, lampu HID dan sebagainya adalah menu wajib membekali tunggangan dengan kelistrikan fullwave untuk menghindari gejala tekor pada aki.

Itulah mengapa, blueMX yang sebelumnya memakai sistem kelistrikan halfwave dari bawaan pabrik saya rubah menjadi fullwave berbekal kiprok tiger yang favorit sebagai alat modifikasi kelistrikan fullwave di tanah air. Begitu pula dengan kasus new vixion yang saat ini ramai dibicarakan karena absennya kick starter. Pada dasarnya, sejak keluar pun vixion sudah menganut kelistrikan fullwave.

Jika brosis amati kembali berbagai foto new vixion terdapat perbedaan bentuk fisik dari kiproknya. Kemungkinan kiprok model baru new vixion ini adalah sebagai penyempurnaan kiprok dari generasi sebelumnya yang tentunya sebagai support teknis akan keraguan konsumen yang takut mengalami gejala aki tekor seperti kejadian thunder 125 generasi awal tanpa kick starter sehingga hal tersebut tak terulang pada new vixion.

So, jangan terlalu berkaca pada kejadian thunder 125 yang lalu. Namun lihatlah Ninja 250 dan CBR 250, meski tanpa kick starter tak masalah kok. Hal ini tergantung dari support teknis kelistrikannya, sejauh support kelistrikan mumpuni kenapa harus takut akan gejala aki tekor. Toh setelah saya mengaplikasikan sistem fullwave pada bluemx dengan kiprok tiger, tanpa masalah kok akan beban bohlam lampu berikut klakson mobil plus alarm. Bahkan kick starter bluemx malah saya tanggalkan saat ini semenjak mengganti kelistrikan fullwave. (fnc)

41 Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...