Review Lengkap Tes Harian Honda Supra GTR 150, Riding Harian Sejauh 821 km… Ini Baru Bebek Super Honda !!

Motomaxone.com — Pembaca sekalian, semangat mengawali pekan ke-5 di akhir agustus 2016 ini Kali ini admin akan membeberkan hasil review harian Honda Supra GTR150. Selama sepekan lebih menggunakan Honda Supra GTR150 berbagai macam impresi berkendara akhirnya bisa admin dirasakan, jelas tidak mungkin merasakannya hanya dengan test ride singkat bukan ?

Jika di artikel sebelumnya admin sudah membahas tuntas untuk ulasan konsumsi bahan bakar Supra GTR150 maka sudah saatnya mereview hasil dari tes harian bareng super moped Honda Supra GTR150.

PERFORMA

Menyandang nama supra sebagai bagian dari suksesor produk sebelumnya, memberikan ekspektasi lebih pada pengguna Supra GTR150 dalam hal performa. Admin yang pertama kali merasakan performanya langsung bergumam dalam hati… ini sih bukan motor bebek. Jelas saja lha wong mesinnya beda total… sekarang menggunakan mesin 150cc, DOHC, pendinginan radiator, 6 percepatan.

Penyaluran powernya cukup ‘nggilani’ bro. Dengan komposisi mesin diameter dan langkah 57,3 mm x 57,8 mm, maka karakter mesin Supra GTR150 menjadi mendekati square dengan basis mesin yang sama dengan Sonic 150R, CB150R dan CBR150R. Torsi berasa padat sedari rpm rendah sehingga berkesan badak untuk ukuran moped atau motor bebek.

Sekali pluntir gas dijamin bakal ketagihan karena powernya terasa ngisi terus. Teriakan RPM maksimum bisa mengentuh angka 10.500 rpm. Namun untuk mengail torsi anda tidak perlu betot gas terlalu dalam, lha wong torsi maksimumnya saja yang sebesar 13,5 Nm bisa dikail di 6.500 rpm. Sedangkan pluntiran gas di 4000 rpm saja sudah bisa mengail torsi 11 Nm (datanya sih demikian).

Pantesan untuk kebutuhan Stop n GO alias untuk tarik-tarikan, Supra GTR150 tidak kalah dengan motor tipe sport. Yakin deh bakal bisa membuat malu motor batangan, terbukti saat adu sprint dengan V*xi*n, Supra GTR150 bisa mengungguli jauh didepan.

Namun saat melakuan tes harian bersama Supra GTR150, admin lebih nyaman bermain rpm di angka 4.000 rpm s/d 6.000 rpm. Maklum, gak membutuhkan top speed namun lebih pada akselerasi yang begitu memanjakan pengendara, kecuali di ajak jalan luar kota dengan trek yang panjang.

Ukuran RPM nyaman untuk Supra GTR150 berada di batas minimum 4000 rpm, dikisaran bawahnya mesin terasa sedikit ndut-ndutan.. jadi untuk pluntiran gas tidak terlalu santai seperti generasi dibawahnya yaitu Supra 125, jadi kalau untuk Supra GTR150 pengennya pluntir gas terus….

Dibekali dengan 6 percepatan, karakter gigi Supra GTR150 ini beragam. Untuk gigi 1,2,3 berkarakter pendek-pendek untuk nafas rpmnya. Sedangkan gigi 4,5 dan 6 terasa lebih panjang nafasnya sehingga sangat cocok untuk kebutuhan jalan jauh yang tidak membutuhkan sering-sering oper gigi.

Bagaimana dengan Top Speed ?? Saat melakukan tes top speed admin hanya bisa sebatas 115 kpj, itupun terasa susah untuk naik lagi. Kok cuma segitu? Padahal beberapa media yang melakukan tes bisa sampai 136 kpj. Entahlah… mungkin saja trek nya kurang panjang kali ya…. tapi sepengetahuan admin pasti ini karena perbedaan mapping pengapian dibandingkan dengan Sonic 150R atau New CBR150R sehingga karakter putaran atas Supra GTR150 hanya bersifat over drive. Bisa jadi karena peruntukan Supra GTR150 memang bukan untuk eksplorasi performa untuk balap.

ERGONOMI / RIDING POSITION

Untuk kapasitas motor bebek, meskipun sudut kemudi didesain agak seperti setang jepit dengan sudut yang lebih sempit tapi tidak mengubah riding position generasi supra. Perpaduan segitiga ergonomi dari setang, jok dan footstep pengendara masih sangat user friendly karena posisi kaki masih cukup santai dan tidak terlalu menekuk (lihat gambar diatas).

Posisi punggung juga bisa tegak sehingga tidak kelelahan akibat efek terlalu membungkuk. Perubahan setang kemudi yang agak nekuk seperti setang jepit membuat jangkauan tangan menjadi lebih dekat… khas bebek super yang meskipun memberikan kenyamanan lebih dibandingkan model ayago tapi masih tidak meninggalkan kesan sporty nya.

Pertama kali naik Supra GTR150 anda akan merasakan kesan jangkung dari motor ini, terasa lebih tinggi dari pengendara lainnya dijalan raya. Terutama boncengernya juga akan merasakan lebih tinggi dibandingkan motor batangan sejenis tiger, vixion dan lainnya. Meskipun terasa tinggi, admin yang memiliki TB 170 cm masih menapak tanah dengan baik, jadi nggak terlalu jinjit.

SUSPENSI

Bagian suspensi menjadi daya tarik tersendiri di produk Supra GTR150. Supra generasi terbaru ini sudah mengadopsi suspensi monoshock untuk bagian belakang dan dikombinasikan suspensi teleskopik dibagian depan yang memiliki besar as shock 31mm seperti motor sport macam CB150R dan CBR150R.

Untuk suspensi depan terasa kenyal jika anda menewati jalanan jelek, sedikit keras namun nggak kebangetan..cukup pas lah. Beberapa kali kepergok jalanan berlubang kecil ataupun besar yang membuat roda depan masuk lubang, suspensi depan sebesar 31mm ini cukup sempurna meredam getaran sehingga kedua tangan masih terasa nyaman, jadi nggak mentok sampai berbunyi.

Untuk suspensi belakang berbeda karakter, cukup kaku sehingga tidak ambles. Saat admin lakukan observasi dengan membawa boncenger dengan berat badan 80 kg, benar-benar tidak merasakan ambles sebagai pemboncengnya. Sedangkan saat admin mencoba membonceng teman dengan berat badan 125 kg sedikit berasa amblesnya dari suspensi monoshock… namun tidak sampai mendem loh bro. Mantab bener nih suspensinya….

Untuk redaman pada kontur jalanan jelek masih cukup nyaman dengan duduk di jok … namun tergantung dari ritme kecepatan yang dialami saat itu. Kalau melewati jalan bebatuan dengan duduk masih kurang nyaman untuk suspensi belakang yang berkarakter kaku tersebut sehingga pengendara terasa dilempar-lempar wkwkwk… untuk mensiasatinya coba saja berkendara dengan posisi berdiri dan gas pol wah jalanan bebatuan tersebut menjadi tidak terasa. Serius deh…….

HANDLING

Untuk kebutuhan handling, Supra GTR150 yang terasa lebih berat dari pendahulunya dikelas 125cc ini tergolong ringan untuk urusan handling. Kalo diem sih berat juga, apalagi ditopang 2 roda dengan velg tapak lebar yang dibekali ban gambot depan 90 dan belakang 120. Namun kalau sudah jalan, terasa sangat ringan untuk meliuk-liuk di sela kemacetan atau untuk sekedar selap selip kendaraan lain.

Saat diajak sedikit rebah Supra GTR150 ini begitu nurut sesuai keinginan pengendara. Rebound suspensi depan dan belakang cukup stabil tidak terasa mantul-mantul, wah kalau untuk kebutuhan jalan yang mulus jangan ditanya dah kenyamanannya cukup memanjakan pengendara. Jadi membuat PeDe pengendara saat ingin rebahan saat menikung. Sektor kemudi juga sangat ringan untuk dibawa berbelok-belok cepat karena sudut kemudinya lebih sempit.

Usut punya usut ada lagi yang menjadikan handling Supra GTR150 cukup nyaman yaitu Swing arm berbentuk kotak yang terpasang pada Supra GTR150 besarnya seperti kelas motor sport 150cc yang lainnya, jadi lebih rigid saat diajak bermanuver. Nah yang satunya lagi jelas adalah sepasang ban gambot dari IRC yang mana grip nya terasa sangat ngigit jalanan baik saat kondisi jalan kering maupun basah.

PENGEREMAN

Dibekali dengan double disc brake single piston untuk depan dan belakang membuat pengereman Supra GTR150 ini cukup mantab. Untuk rem belakang tidak ada masalah untuk membantu motor berhenti, top dah. Namun untuk suspensi depan berbeda karakter dengan Sonic, CB maupun CBR yang pernah admin coba.

Kekuatan rem depan menghentikan laju motor tidak se-ekstrim sonic yang sekali tekan kuat saja sudah ngesot. Karakter rem depan Supra GTR150 sedikit lebih smooth…namun masih bisa diandalkan untuk menghentikan laju kendaraan, ini juga ditopang dengan pengaplikasian disc brake berdiameter lebar. Jadi untuk kebutuhan nge-rem mendadak perlu berhati-hati ya bro, harus jaga jarak aman. Pengennya admin sih… lebih prefer rem depan Supra GTR150 menggunakan double piston seperti milik Satria FU FI. Bisa dimasukkan agenda next update GTR150 tuh….hehe……

JOK

 

Penampang jok memang cukup lebar, sangat pas lah untuk yang memiliki pantat (*maaf) yang lebar. Kalau urusan lebarnya tempat duduk pengendara lebih dari cukup untuk kelas bebek super. Namun jok nya cukup keras dan terlalu tipis menurut admin sehingga saat melibas jalanan jelek, pantat yang paling nggak betah. AHM wajib merevisi jok nya Supra GTR150 nih di update berikutnya.

KESIMPULAN

Tak ada gading yang tak retak, admin mengapresiasi AHM yang sudah mau meluncurkan Honda Supra GTR150. Banyak kekurangan dari produk kompetitor yang terus terang saja telah disempurnakan di Supra GTR150. Seperti pengaplikasian velg lebar untuk depan dan suspensi depan berdiameter besar dimana kompetitor masih cukup tanggung bermain all out.

Penyakit ambles suspensi belakang motor bebek ber-monoshock juga tidak admin lihat di Supra GTR150 sehingga kebutuhan peredam kejut cukup memanjakan pengendara yang ingin kualitas suspensinya seperti motor sport baik depan maupun belakang.

Desain handle rem belakang cakram juga admin suka karena sudah seperti desain motor sport dan ayago. Meskipun dengan kompetitor sama-sama berkontruksi Swing-arm menjepit rangka, kalau ayago dan sport kan rangka yang menjepit swing-arm.

Untuk sisi desain, minat orang berbeda-beda. Supra GTR150 memiliki desain futuristik dan lebih agresif dibandingkan kompetitor terdekatnya MX King 150. Kalau bagian depan hingga mendekati belakang admin prefer desain Supra GTR150. Namun kalau untuk desain buritan yang terdapat lampu belakangnya, admin lebih suka MX King karena body buntut lebih bongsor.

Meskipun demikian, Supra GTR150 memang dibuat proporsional antara body depan dan belakang…. dan nyaris dari semua sisi baik desain maupun performa Supra GTR150 unggul dibandingkan kompetitor di segmen sejenis.

Overall selama 821 km melakukan tes riding harian dengan Honda Supra GTR150, ini menjadi motor bebek dengan performa mantab yang menurut admin paling direkomendasi saat ini. Performa dapet…. riding position dapet…kenyamanan berkendara juga dapet meskipun ada beberapa kekurangan yang admin sebutkan diatas.

Lho kok nggak ada penjelasan headlamp dan kawan-kawannya? nanti akan admin ulas di segmen khusus ya broh…

(red)

Special Thanks to Pak Agus
Rekan kerja admin yang sudi foto bersama untuk menjadi tester kemampuan suspensi belakang Supra GTR150.

 

3 Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...