Mengenal Tim Pembuat Motor Listrik Gesits Made in ITS Surabaya, Bakal Daftarkan 140 Paten !!

Motomaxone.com – Beberapa saat lagi indonesia patut berbangga. Indonesia akan memiliki produksi motor listrik sendiri dengan nama produk Gesits. Memang jika berbicara pasar motor listrik global, Gesits bukanlah produk pertama. Banyak diluaran sana yang sudah memproduksi motor listrik lebih dulu ketimbang Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang membuat Gesits.

Namun jika berbicara tentang kendaraan nasional berbasis teknologi listrik, Gesits lah yang pertama memprakarsainya dibawah tangan dingin tim motor listrik ITS. Apalagi menurut informasi yang admin terima, ITS mencapai kesepakatan kerjasama dengan PT. Garansindo untuk memproduksi Gesits secara massal untuk pasar nasional.

Kontrak komersial yang dilakukan oleh ITS – PT. Garansindo ini merupakan kontrak untuk pembuatan motor listrik nasional yang tercatat dalam sejarah indonesia sebagai yang pertama. Apresiasi tentunya untuk tim kendaraan listrik ITS. Lalu siapa dibalik kesuksesan motor listrik gesits ini ? kita perlu berkenalan lebih dekat nih..

Project Gesits yang merupakan motor listrik made in ITS ini tidaklah akan lengkap tanpa kepemimpinan sosok bernama lengkap Mohammad Nur Yuniarto. Panggilannya Dr. Nur, beliau bukan berprofesi sebagai dokter, melainkan sudah bergelar Doktor dan merupakan salah seorang dosen di ITS.

Dr. Nur dipercaya memimpin tim kendaraan listrik ITS sejak 2011 silam. Project kendaraan listrik tersebut ternyata juga di dukung oleh Rektor ITS sendiri dari generasi 2011 hingga saat ini (2017). Melihat dari luarnya, pasti tidak ada yang menyangka beliau seorang doktor. Penampilannya jauh dari kesan rapih ala dosen-dosen pada umumnya, rambutnya juga gondrong tak serapih rambut bapak-bapak dosen pada umumnya.

Namun siapa sangka bahwa ternyata gelar Doktor yang didapatkannya merupakan gelar doktor lulusan Manchester Inggris. Gelar S1 teknik mesin didapatkannya dari ITS, yup Dr. Nur juga merupakan alumni ITS. Sedangkan gelar Doktor teknik mesin didapatkan dari Manchester University Inggris. Untuk menamatkan S-3 (gelar doktor), Dr. Nur tidak melewati lulus S-2 lebih dulu loh. Beliau harus menempuh program khusus 1 tahun kemudian lolos mengikuti tes sehingga bisa langsung menempuh pendidikan S-3 di Manchester University.

Untuk menjadikan Gesits sukses seperti sekarang yang mana akan mulai diproduksi massal oleh PT. Garansindo, Dr. Nur dan tim berjuang tanpa lelah. Hampir setiap hari, kesibukannya selalu di bengkel yang disediakan oleh ITS. Bahkan minggu pun mereka masih bekerja di bengkel untuk merealisasikan kendaraan listrik buatan mereka sendiri dan alhamdulillah sekarang berhasil.

Banyak penemu teknologi tergiur dengan tunjangan gaji gelar professor. Nggak tanggung-tanggung, tunjangan seorang professor bisa mencapai 25 juta per bulan. Namun Dr. Nur tidak berminat dengan motif etos kerja seperti itu. Jangan sampai setelah bergelar professor malah berhenti memberikan sumbangsih ilmu yang dimilikinya.

Dr. Nur setiap hari memiliki gaya hidup sederhana, meskipun punya mobil tapi dimanfaatkan untuk keperluan lebih penting yaitu untuk istirnya dan untuk antar jemput anaknya bersekolah. Beliau sendiri lebih suka naik motor. Hobinya memang tidak jauh-jauh dari aktifitas bermotor, yaitu memacu kecepatan tinggi. Dari hobinya inilah beliau bertemu dengan tim hebat kendaraan listrik ITS, bahkan beliau dipercaya meminpin projectnya.

Tim kendaraan listrik ITS memiliki orang-orang dari disiplin ilmu yang beragam. Bukan hanya dari teknik mesin, namun ada juga yang dari teknik elektro dan lainnya. Berikut beberapa anggota tim kendaraan listrik ITS yang dipimpin Dr. Nur antara lain Alief Wikarta (Wakil), Indra Sidharta, Yoga Uta Nugraha, Agus Mukhlisin, Affan Fakhrudin dan Albertus Putra. Semuanya masing-masing memiliki peran penting dalam membangung teknologi untuk diterapkan pada kendaraan listrik buatan ITS ini.

Untuk menjaga kekayaan intelektual yang tersebut, Tim Kendaraan Listrik ITS bahkan sudah mendaftarkan 10 paten. Dan akan kembali mempersiapkan 130 paten untuk didaftarkan.

Namun kesemua kesuksesan tersebut tidaklah lengkap tanpa peran serta pemerintah dalam mendukung prosesnya. Di indonesia dikenal dengan proses yang ribet, banyak produk buatan anak bangsa yang kandas hanya karena regulasi. Semoga tidak terjadi pada produk Gesits buatan ITS Surabaya ini. (red)

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Budayakan Meninggalkan Komentar

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *