Mencoba Berbeda Dari Budaya Feodal Yang Mengakar…. Kawalan Mob Din Tanpa Sirine… Masyarakat Pun Memuji

image

Menjadi sebuah pandangan yang biasa saat budaya feodal masih saja digunakan di negeri ini. Indonesia memang pernah mengalami pemerintahan yang feodal, sikap yang ingin diperlakukan lebih dari individu lainnya. Pemerintahan penjajah belanda yang malah menginginkan diperlakukan ibarat raja di tanah air kita sendiri.

Hapus saja kenangan itu sesaat… rupanya budaya tersebut nyatanya masih dilestarikan bahkan parahnya menjadi hal yang biasa dikalangan pejabat pemerintahan. Hmm.. pasti kita mengetahuinya setiap saat..  kawalan patwal yang mengawal pejabat negara atau siapapun yang tak ingin terganggu dengan kemacetan jalan. Bunyi keras sirine memekakkan telinga.. mencoba mengintimidasi pengguna jalan secara umum dengan memaksa minggir mereka dan membuka jalan hanya untuk seorang pejabat feodal. Sayangnya sikap mereka tak malah mendapatkan simpati dari kebanyakan masyarakat.

Itu menjadi gambaran umum yang biasa kita temui sehari hari dijalan raya, namun ada pula yang berperilaku berbeda dari kebanyakan mereka yang memiliki posisi penting. Seperti gambar yang terlihat diatas… !! Dikirimkan oleh seorang bernama yanuar maryono yang statusnya yang diunggah oleh e100 surabaya menyebutkan bahwa si polisi yang mengawal mobil dinas ini tidak terlihat menyalakan sirine ditengah macetnya kota. Si pengawal pun malah memposisikan diri di belakang.

Pencitraan kah sikap yang dipilih si pejabat polisi dimobil dinas ini? Bisa jadi ya… ataupun tidak. Yang jelas itulah pilihan yang diambil, mencoba bersikap berbeda dari kebanyakan pejabat lainnnya yang lebih memilih fasilitas yang ada. Namun dimata masyarakat, sikap inilah yang bahwa mendapatkan banyak pujian… mencoba tak berbeda dari pengguna jalan yang lain… macet bareng… ngantri bareng.. karena sejatinya kita bukanlah apa-apa. (~fn)

Advertisements

Sopan Berkomentar Kamipun Segan