Bijak Tanggapi Recall Yamaha R1

2010-yamaha-yzf-r1-f

Pembaca sekalian, ada saja ganjalan dalam sebuah persaingan bisnis. Baik itu menyangkut produsen roda dua atau yang lainnya. Belum juga genap sebulan Yamaha Indonesia memperkenalkan jajaran motor besarnya eh, suara miring akan kualitas produksinya bermunculan.

Beberapa hari terakhir ini kabar tak sedap mampir ke markas besar yamaha global. Diketahui yamaha telah melakukan recall pada produksi Yamaha YZF-R1 dibeberapa negara. Permasalahan utama imbas dari recall produk ini adalah pemanfaatan kabel body yang dipakai. Menurut pengumuman yang dilakukan di australia, catat yang ditimbulkan tersebut menyebabkan masalah pada APS (Accelerator Position Sensor), TPS (Throttle Position Sensor) dan ECU.

Masalah yang ditimbulkan pun tak bisa dianggap enteng, yaitu menyebabkan putaran mesin akan bertahan pada posisi idle di rpm tinggi sekalipun. Dengan adanya problem pada kabel yang digunakan, bisa jadi APS dan TPS akan memberikan data masukan yang salah pada ECU sehingga berpotensi mencegah mesin kembali pada kecepatan normal meskipun putaran gas ditutup.

Bisa membayangkan bukan, jika hal tersebut terjadi. ECU akan mencegah rpm menjadi rendah saat kita menutup putaran gas, alhasil motor akan melaju pada kecepatan dimana telah kita tempuh sebelumnya. Iya kalau jalannya pelan-pelan, lha kalau sudah berjalan 200 kpj tapi rpm mesin tak bisa diturunkan dan pada saat yang sama menemui tikungan misal. Kecelakaan tak akan mampu terhindarkan. So, jalan terbaik adalah recall produk. Namun hingga informasi ini diberitakan, problem yang menyebabkan recall ini terjadi pada Yamaha YZF-R1 produksi tahun 2010 dan terdapat pada Australia , Jerman dan Inggris. (fnc)

______________________
Berita Terkait :

5 Comments

Kolom Komentar