Test Ride Singkat Benelli Patagonian Eagle 250, Ngicip Retro Eksotik… Torsi Galak Sejak Putaran Bawah…

eagle-250-samping-kanan

Motomaxone.com — Pembaca sekalian, Showroom dan Bengkel Benelli Malang yang kembali diresmikan beberapa hari yang lalu memang membuat rasa penasaran admin untuk datang kesana. Kebetulan pula tersedia unit motor test ride yang bisa dicoba di area pelataran ruko MTC (Malang Trade Center) yang cukup luas.

Tak sungkan, admin pun langsung mengambil kesempatan test ride singkat tersebut. Kali ini admin akan mengulas tentang riding impression singkat bersama motor eksotik bergaya retro Benelli Patagonian Eagle 250.

Sesuai namanya, Patagonian Eagle dibekali dengan mesin 250cc, 2 silinder, SOHC, masing-masing silinder memiliki 2 klep. Eagle 250 ini memiliki 5 percepatan dan didukung dengan sistem pendinginan minyak atau biasa kita kenal dengan sebutan Oil Cooler.

Karena ini merupakan test ride singkat, admin akan mengulasnya dalam model poin-poin,

  • Desain Retro kental terasa banget brosis. Konsep desainnya mirip dengan harley yang mengedepankan kenyamanan berkendaranya.
  • Double muffler, tampilan aslinya menggunakan 2 output knalpot namun untuk unit test ride ini sudah dimodifikasi dengan membuat 2 output knalpot tersebut dijadikan satu menjadi 1 saluran gas buang. Dari risetnya, pemilik unit motor yang sekaligus merupakan pimpinan pusat Benelli menyebutkan bahwa power terdongkrak 23 % dari kondisi standar.
  • Riding position, bicara tentang ergonominya karena Patagonian Eagle 250 termasuk nyaman. Posisi kaki tidak nekuk layaknya motor bergenre sport melainkan bisa rileks karena posisinya seperti selonjoran mengingat pijakan kaki berposisi lebih kedepan dari posisi jok pengendara.

eagle-250-riding-position

  • Jok pengendara rendah, menggunakan model retro sudah pasti admin dengan TB 171 cm bisa menapak sempurna di tanah, jadi tak perlu kuatir jinjit balet brosis.
  • Jok lebar dan empuk, salah satu faktor kenyaman dari berkendara bersama Patagonian Eagle 250 adalah dimensi jok yang lebar. Jadi berasa duduk di kursi sofa ketimbang duduk di jok motor xixixixi…. dengan desain jok seperti ini pantat pengendara tidak akan mudah capek.

eagle-250-engine

  • Performa, karena unit tes ride yang admin gunakan adalah motor yang sudah dimodifikasi maka tidak mencerminkan kondisi standar nya. Namun dengan mesin SOHC 2 silinder, admin begitu kepincut dengan performanya yang cenderung meledak-ledak. Sedikit saja tuas kopling di lepas maka admin sudah merasakan torsi yang cukup galak, sensasi ini bahkan tidak admin temui saat menggunakan Yamaha MT25. Sekali blayer dengan memainkan pluntiran gas, suara khas 2 silinder yang bergerak bersamaan begitu berasa. Namun tidak segurih suara 2 silinder mesin DOHC brosis. Saat dibuat jalan, torsi melimpah sangat terasa dari akselerasi motor yang cukup responsif. Sedangkan untuk karakter nafas tiap gigi admin rasakan pendek-pendek di gigi 1-3. Bagaimana dengan performa power di putaran atas? Sayangnya admin belum bisa mengexplore lebih jauh karena keterbatasan tempat. Mungkin lain waktu kalau diberikan kesempatan test ride harian akan admin ulas lebih jauh ya.

eagle-250-speedo-tangki

  • Handling, meskipun diplot sebagai motor 250cc, Patagonian Eagle 250 termasuk ringan dalam segi handlingnya. Namun admin kurang lincah bermanuver dengan motor ini meskipun handlingnya terbilang ringan. Bisa jadi karena beradaptasi dengan model retronya ini yang admin sendiri baru pertama kali menggunakan model beginian. :mrgeen:

Sebagai motor 250cc 2 silinder, Patagonian Eagle 250 menjadi lawan yang pas untuk Inazuma 250. Meskipun masih menggunakan sistem pengkabutan bahan bakar jenis karburator dan bukan injeksi, Patagonian Eagle 250 memiliki nilai lebih dibandingkan Inazuma seperti model retro yang unik yang memiliki segmentasi tersendiri di mata konsumen meskipun desainnya menurut admin biasa.

Patagonian Eagle 250 juga memiliki seat rest untuk boncenger, namun piranti ini masuk dalam aksesoris tambahan.

Admin juga kepincut dengan model mesin dengan kisi-kisi sirip pendingin yang membuat motor ini terlihat padat, ditopang dengan output 2 silindernya yang membuat sedap dipandang mata.

Yang terakhir adalah harga, dengan kapasitas mesin 250cc, 2 silinder, SOHC. Benelli memberikan banderol yang sangat kompetitif dibandingkan kompetitor. Patagonian Eagle 250 di banderol 36 jutaan untuk OTR Jawa Timur.

Spesifikasi Benelli Patagonian Eagle 250

Mesin :

  • Type  : 4 stroke, Oil Cooler, SOHC
  • Jumlah Silinder : 2 (Dua)
  • Diameter Silinder : 55 mm
  • Langkah Piston : 53 mm
  • Kapasitas Silinder: 250 cc
  • Pengapian : CDI
  • Power Maks : 13 kW (17,7 PS) @8000 rpm
  • Torsi Maks : 16,5 Nm @6000 rpm

Rangka :

  • Suspensi Depan: Teleskopik, per ulir, peredam oli
  • Suspensi Belakang: Double shock, per ulir, peredam oli
  • Rem Depan/Rem Belakang: Cakram/Tromol
  • Ukuran Ban Depan: 90/90-18
  • Ukuran Ban Belakang: 130/90-18

Dimensi

  • Panjang Keseluruhan  : 2.180 mm
  • Lebar Keseluruhan  : 970 mm
  • Tinggi Keseluruhan  : 1.180 mm
  • Jarak Antara As Roda : 1.460 mm
  • Berat kosong : 145 kg
  • Perbandingan  : 9,0 : 1

Sistem

  • Bahan Bakar: Karburator
  • Starter : Elektrik
  • Pelumas : Wet multi-plate

Transmisi

  • Transmisi : 5-Speed

Kapasitas

  • Kapasitas tangki bensin : 14 Liter
Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Budayakan Meninggalkan Komentar

3 Comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *