Transportasi Umum Nasional, PR Kita Semua

Senang rasanya saat saya melihat acara tv yang menayangkan jalan-jalan keluar negeri. Wait…. jangan berfikir negatif dulu bro/sis. Saya tidak melihat senang2 nya lho melainkan suatu segi yang berbeda.

Apa itu? Jawabnya adalah transportasi umum. Seperti halnya dijepang, malaysia atau singapura. Sungguh suatu sistem transportasi umum yang patut ditunggu dinegeri ini. Sebuah transportasi yang memberikan solusi akan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Masyarakat disana dimanja dengan sarana transportasi umum yang ada. Bagaimana tidak, mereka disana lebih memilih angkutan umum untuk bepergian dikarenakan lebih efektif dan efisien sehingga berdampak pada lebih cepatnya penumpang dalam hal ini masyarakat untuk sampai ke tempat tujuan. Bukan hanya masalah macet, namun keamanan yang mendukung juga menjadi faktor utama bagi masyarakat untuk lebih memilih transportasi umum.

Memang berbanding terbalik dengan transportasi negeri ini yang masih semrawut, tak hanya kurang tepat waktu tapi tingkat keamanan untuk masyarakat pengguna jasa transportasi umum pun juga sangat rendah. Memang tak semua seperti ini, sebagian kecil yang membuat citra buruk bagi transportasi umum secara global membuat citra keseluruhan menjadi jelek juga.

Harus ada solusi jitu yang happy ending dalam artian baik untuk semua, jangan ada yang dirugikan khususnya masyarakat. Sistem internal transportasi umum memang sudah mulai dibenahi, sopir angkutan harus ter-verifikasi dengan cara menggunakan tanda pengenal seperti sopir taxi. Secara berkelanjutan harus dicek berkala dari dinas terkait untuk memastikan tak ada lagi sopir tembak.

Tak hanya itu, mengutip dari penjelasan menteri perhubungan kemaren malam saat talk show di stasiun tv nasional mengatakan ada banyak hal yang harus dibenahi dari sistem itu sendiri untuk membuat transportasi umum menjadi lebih diminati. Beliau mengatakan bahwa penduduk indonesia sudah sekian banyaknya, dan angkutan umum pun sekarang sudah menjadi sebuah pilihan.

Misalnya, seorang yang memiliki mobil dari bandung bekerja di jakarta. Lebih memilih memarkir mobilnya di stasiun dan melanjutkan perjalanannya menggunakan kereta api. Saat ini dikota besar, kereta api menjadi pilihan yang banyak dipilih karena ketepatan waktunya. Nah, sistem tersebut harus semakin disempurnakan. Dengan cara, mengganti kereta usang tak layak pakai dengan kereta baru. Rel kereta dibuat lebih banyak sehingga tak perlu lagi menunggu untuk bergantian yang menyebabkan keterlambatan kereta sampai ke tujuan.

Pak mentri juga menambahkan, perlunya memperketat peraturan. Seorang sopir angkutan perlu beristirahat sebanyak 4,5 jam sebelum kembali melakukan perjalanan. Hal ini untuk meminimanilisir keletihan saat mengemudi. Pun begitu, pada stasiun atau terminal atau pelabuhan perlu adanya base camp semacam apartemen yang diperuntukkan bagi pengemudi sehingga dengan begini ketepatan waktu keberangkatan pun akan lebih terjamin.

Perlu implementasi yang benar2 baik dalam mengaplikasikan sistem yang sudah dibuat. Semoga kedepan, negeri tercinta ini tak lagi dipandang sebelah mata. Tak lagi dijadikan bahan ejekan karena sistemnya yang buruk. Semua sistem bersifat baik, namun perlu implementasi yang nyata dan berkelanjutan. Semoga.

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...