Mangkir Dari Sesi Tanda Tangan Panel Steward Jatuhi Sanksi Repsol Honda, Ducati dan Suzuki

marquez-autograpgh-session

Di GP Malaysia, 3 tim terkena sanksi karena mangkir dari sesi tanda tangan. Repsol Honda memang sedikit dipusingkan karena kondisi Marc Marquez yang mengalami Flu Perut (Gastroenteritis) pada sesi latihan bebas kedua. Namun ada masalah lain yang kembali di alami oleh Repsol Honda, bahkan juga dialami oleh Ducati dan Suzuki.

Seluruh pembalap motogp memang diwajibkan mengikuti sesi tanda tangan (Autograph Session) yang memang merupakan rangkaian acara dalam setiap motogp digelar di berbagai seri. Namun khusus untuk GP Malaysia, 3 tim terancam denda oleh pihak penyelenggara MotoGP.

Marc Marquez dari Repsol Honda terpaksa tidak menghadiri sesi tanda tangan ini karena masalah di perutnya sejak latihan bebas. Namun sayangnya belum ada dispensasi khusus dari Dorna maupun IRTA kepada Marquez terkait absen di sesi Autograph tersebut.

Ducati malah melibatkan Dovi dan Iannone yang juga tidak hadir di sesi pemberian tanda tangan kepada para fans di sepang malaysia. Alasannya klasik broh…. baik Dovi dan Iannone ternyata terlambat 15 menit hadir di sesi acara tersebut.

Sedangkan Suzuki juga terlibat masalah ini dimana Aleix Espargaro tidak hadir dalam sesi tanda tangan ini. Tidak ada keterangan apapun yang mendasari absennya Aleix tidak hadir di sesi ini.

Akibat sikap indisipliner 4 pembalap di atas, 3 tim yang menaungi pembalap tersebut akhirnya terkena sanksi berupa teguran resmi dan juga denda yang wajib dibayar.

Repsol Honda mendapatkan peringatan resmi dari Panel Steward akibat tidak hadirnya Marc Marquez, namun tidak ada denda yang perlu dibayar. Bisa jadi karena alasan sakit nya Marquez masih bisa ditolerensi yak.

Sedangkan disisi lain akibat dari duo ducati yaitu Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone yang terlambat datang, Tim Ducati Corse harus membayar denda sekitar 3,5 juta rupiah. Sedangkan Suzuki harus membayar 7 juta rupiah akibat tidak hadirnya Aleix Espargaro yang tanpa alasan pasti. Hal ini tentu menjadi pembelajaran yang sangat baik terkait etika seorang professional. Dengan adanya peraturan yang tegas, siapapun yang melanggar wajib dikenakan sanksi sesuai ketidakdisplinannya.   (red)

Kolom Komentar