Dorong Motor Dengan Kaki ‘Nyetem’, Ternyata Sudah Biasa di MotoGP

Motomaxone.com – Salah satu pertolongan pertama saat motor mogok biasanya dengan mendorongan dengan kaki atau biasanya disebut dengan ‘Nyetem’ atau ‘Stut’. Seperti yang dilakukan kru tim repsol honda pada Marc Marquez di GP Malaysia 2019 ini.

Dorong Motor Dengan Kaki ‘Nyetem’, Ternyata Sudah Biasa di MotoGP

Jika diseri sebelumnya Marc Marquez ditolong oleh salah seorang pembalap motogp saat Honda RC213V nya mogok setelah berhasil finish pertama. Kini kembali Honda RC213V perlu dibantu dorong untuk menuju ke pit paddocknya.

Adalah Honda New Vario 125/150 Repsol Livery yang bertugas nyetem si motor motogp nya Marc Marquez tersebut. Sontak hal ini begitu viral di media sosial. Disesi latihan bebas pertama itu Marquez menempati posisi 4 klasemen akhir FP 1 GP Malaysia hari ini.

Namun ternyata tak hanya sekali dua kali saja. Bukan hanya Marc Marquez saja. Banyak pembalap lain pun juga pernah mengalami mogok. Dan terpaksa harus ada pembalap lain yang ‘nyetem’ motor mogok tersebut untuk dibantu hingga menuju garasinya.

Meskipun demikian, untuk alasan keamanan berkendara dan keselamatan dijalan raya. Nyetem motor ini tidak dibenarkan karena memiliki potensi menimbulkan kecelakaan. Baik kepada yang didorong ataupun yang mendorong.

Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), mengatakan bahwa saat berkendara, sepeda motor sangat membutuhkan keseimbangan. Sedangkan saat mendorong motor dengan satu kaki, risiko kehilangan kesimbangan sangat besar.

“Kalau berkaca dari atuaran lalu lintas, pada UU No 22 sudah disebutkan perilaku berkendara yang menggangu dan membahayakan, baik untuk dirinya atau pengguna jalan lainnya,” ujar Jusri.

Pada pasal 31 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan juga disebutkan. Keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan adalah suatu keadaan terhindarnya setiap orang dari risiko kecelakaan selama berlalu lintas yang disebabkan oleh manusia, kendaraan, Jalan, dan atau lingkungan. Berhubung di motogp tidak ada regulasi boleh tidaknya nyetem motor itu maka ya tetap dilakukan. (red)

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...