5 Sepeda Motor Ayam Jago Yang Sempat Populer di Indonesia. Nomor Satu Yang Paling Populer

Motomaxone.com – Meskipun terbatas peminatnya disegmen kendaraan bermotor roda dua, namun sepeda motor berjuluk ayam jago begitu dikenang oleh masyarakat. Apalagi bagi para penyuka kecepatan, pasti sangat paham dengan era kejayaan motor jenis ayam jago ini, jauh sebelum motor matik mendominasi seperti sekarang.

5 Sepeda Motor Ayam Jago Yang Sempat Populer di Indonesia. Nomor Satu Yang Paling Populer

Meskipun tak banyak diminati, namun kehadiran motor ayam jago begitu membekas dalam sejarah hadirnya sepeda motor di indonesaia. Pabrikan menciptakan motor ayam jago sebagai pilihan bagi yang menyukai performa motor sport namun lebih suka dengan bodi ramping ala sepeda motor bebek. Jadilah yang dinamakan motor ayam jago.

Sepeda motor ayam jago juga disebut sebagai sport underbone atau istilah lainnya adalah bebek sport karena performanya yang melebihi sepeda motor bebek biasa. Biasanya tampangnya lebih sporty untuk mewakili karakter kencang dari kemampuan berlarinya dijalanan.

Dulu sih banyak, namun diera modern seperti sekarang hanya segelintir pabrikan yang masih memproduksi seped motor dengan jenis ayam jago ini.  Diantaranya adalah Suzuki dengan Satria F150 Injeksi nya dan Honda Sonic 150R. Hanya itu saja produk Ayama Jago yang mnasih bertahan saat ini. Di era 4-tak dengan teknologi injeksi.

Bagaimana dengan dulu ? pastinya lebih banyak. Terutama di era tahun 2000-an. Yuk berkenalan dengan para jagoan sepeda motor Ayam Jago dijaman nya tersebut.

 

Honda Nova Dash 125 (125cc, 2-tak)

Honda Nova penulis ibaratkan sebagai prequel dari Honda Sonic 125. Sepeda motor ayam jago besutan Honda di masa lampau ini memiliki dua varian tipe yaitu Honda Nova R dan Nova S. Dimasanya, penjualan motor ini lebih didominasi oleh konsumen remaja yang masih gemar memodifikasi mesin untuk tampil lebih kencang dibandingkan yang lain.

Honda Nova Dash 125 ini hadir sebagai pengganti Honda Nova Tena RS. Dengan perubahan besar pada kapasitas dapur pacunya yang sebelumnya 110cc ditingkatkan menjadi 125cc.

Kapasitas mesin 125 cc, 2-tak, kompresi 7,0:1. Dengan spesifikasi tersebut  sepeda motor ini menjadi begitu kencang dijalanan. Secara spesifikasi pabrikan, Honda Nova Dash 125 mampu menghasilkan tenaga hingga 22PS. Terkesan biasa saja, namun secara PWR (Power to Weight Ratio) maka Nova Dash 125 cukup menakjubkan (0.2157hp/kg) . Bobot yang hanya 102 kg menjadikan PWR nya mampu mendekati Honda CBR250RR sekalipun  (0.2317hp/kg).

Yang menjadi ciri khas Honda Nova ini adalah livery warnanya. Corak warna Orange dengan aksen biru kehijauan seperti birunya laut membuat warna ini cukup khas sebagai identitas Honda Nova meskipun selain motor ini, warna tersebut juga pernah digunakan oleh Honda NSR 150SP.

Keberadaannya dipasaran saat ini memang sangat langka. Alih-alih yang berminat ingin mendapatkannya dengan harga murah, maka yang didapati adalah harga yang dipasang di pasar sangat tinggi sesuai kondisinya. Hal ini lumrah adanya, karena peredarannya terbatas saat itu maka sekarang pun untuk mendapatinya juga sangat tidak mudah.

Spesifikasi Honda Nova Dash 125

Engine : 2-Tak, Single-Cylinder, Liquid Cooled, Crankcase Reed Valve
Bore x Stroke : 55 x 52 mm
Kapasitas Silinder : 123,5 cc
Sistem Penyuplai BBM : Karburator Keihin PE 24
Rasio Kompresi : 7,0 : 1
Transmisi : 6 Speed
Ignition : Electronic CDI Unit
Max Power : 22 PS (21,56 HP) @ 9.000 RPM
Max Torsi : 1,83 Kgf/m (18,3 N.m) @ 8.000 RPM
Panjang x Lebar x Tinggi : 1833 x 650 x 966 mm
Jarak Sumbu Roda : 1355 mm
Berat Kosong : 102 Kg
Frame : Alumunium Twinspar Frame
Suspensi Depan : Teleskopik Fork
Suspensi Belakang : Monoshock, Swingarm
Rem Depan : Cakram Hidrolik, Kaliper 2 Piston
Rem Belakang : Cakram Hidrolik, Kaliper 2 Piston
Ban Depan : 70/90 – 17
Ban Belakang : 80/90 – 17

 

Suzuki Raider (125cc, 4-tak)

Sepeda motor ayam jago ngetren dijamannya besutan pabrikan Suzuki. Konsep ayam jago ini yang nantinya diturunkan ke Suzuki Satria FU150. Kehadiran sepeda motor ayago versi Suzuki ini tidak lain untuk mengusik dominasi Honda Sonic 125.

Suzuki Raider juga mengusung mesin berkapasitas 125cc. Sama seperti Sonic 125. Begitu juga dengan komposisi mesin yang diusungnya, menggunakan mesin 4-tak. Dimasanya sepeda motor ini begitu diperhitungkan terutama di lintasan balap jalan raya itu. Diklaim kecepatan puncak mampu mencapai 135 km/jam.

Namun kehadirannya di indonesia tak berlangsung lama. Suzuki resmi menghentikan penjualan motor ini ditahun 2004. Saat yang hampir bersamaan dengan kehadiran Suzuki FU150 yang didatangkan ke pasar indonesia dengan kontruksi Build Up 150cc, DOHC.

 

Yamaha Tiara (120cc, 2-tak)

Pertama kali melihat motor ini saat tetangga membelinya. Yamaha Tiara dikenalkan pertama kali dipasar sepeda motor Thailand. Indonesia termasuk terlambat memasukkannya karena Yamaha Tiara masuk ke indonesia tahun 2000an. Setahun berselang setelah peluncuran di Thailand.

Didatangkan dengan status CBU (Completely Build Up) atau impor dari Thailand. Sepeda motor ini berpenampilan layaknya motor balap dengan gaya khas setang clip on yang sempat populer dimasanya.

Namun Yamaha Tiara merupakan produk 2-tak. Dengan kapasitas mesin 120cc dan transmisi 6-speed. Secara spesifikasi tersebut hampir sama dengan Suzuki Hiu 120cc yang juga 2-tak. Termasuk cukup diandalan performanya dibalap jalan raya. Banderol harganya pun juga 11-12 dengan Sonic 125 dimasa lalu. Sama-sama mahal sekitar 24 jutaan.

Spesifikasi Yamaha Tiara

Engine : 2-Tak, Single-Cylinder, Air Cooled, Crankcase Reed Valve 119,0 cc
Bore x Stroke : 54 x 52 mm
Kapasitas Silinder : 119,0 cc
Sistem Penyuplai BBM : Karburator Mikuni VM22 S.S.
Rasio Kompresi : 6,8 : 1
Transmisi : 6 Speed
Ignition : CDI-DC
Max Power : 17 PS @ 7.500 RPM
Max Torsi : 1.55 KPM @ 7.000 RPM
Panjang x Lebar x Tinggi : 1864 x 630 x 968 mm
Jarak Sumbu Roda : 1230 mm
Berat Kosong : 100 Kg
Frame : Alumunium Twinspar Frame
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Monoshock
Rem Depan : Disc Brake
Rem Belakang : Disc Brake
Ban Depan : Dunlop TT900 2.25-17
Ban Belakang : Dunlop TT900 2.50-17

 

Kawasaki Athlete 125 (125cc, 4-tak)

 Masih ingat dengan motor ayago Kawasaki yang satu ini ? Bagi yang suka motor di tahun 2007 pasti mengenalnya. Ayago Kawasaki ini sudah dibekali dengan dobel cakram untuk piranti pengeremannya

Yang paling khas pada Kawasaki Athelete berkapasitas 125cc 4 tak ini adalah sistem transmisinya yang tanpa kopling alias semi-auto seperti motor bebek lainnya. Satu-satunya motor ayam jago yang tidak memiliki kopling saat itu.

Penampilan desainnya cukup menarik dengan warna khas geng ijo nya. Tak seperti CS1 yang memiliki tangki palsu dibagian atas depan pengendara. Kawasaki Athelete menawarkan pengisian bahan bakar seperti motor sport tanpa membuka jok.

Namun sayang, keberadaannya dipasar indonesia tidak bertahan lama. Salah satu yang banyak dikeluhkan konsumennya adalah knalpot yang mudah keropos. Secara performa juga tidak terlalu spesial untuk kalangan penyuka kecepatan.

Spesifikasi Kawasaki Athlete 125

Engine : 4-Langkah, SOHC, Silinder Tunggal, berpending udara
Bore x Stroke : 56 x 50,6 mm
Kapasitas Silinder : 125 cc
Sistem Penyuplai BBM : Karburator
Rasio Kompresi : 9,3 : 1
Transmisi : 6 Speed
Ignition : CDI-DC
Max Power : 9,8 PS @ 8.000 RPM
Max Torsi : 0,95 kgf.m (9,2 Nm) @ 8.000 RPM
Panjang x Lebar x Tinggi : 1.920 x 650 x 970 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.240 mm
Berat Kosong : 104 Kg
Kapasitas Tangki : 5,3 liter
Frame : Alumunium Twinspar Frame
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Monoshock
Rem Depan : Disc Brake
Rem Belakang : Disc Brake
Ban Depan : 70/90 – 17 M/C 38P
Ban Belakang : 80/90 – 17 M/C 44P

Kawasaki Leo (120cc, 2-tak)

Tak begitu familiar ditelingan penulis. Ternyata kawasaki pernah memasarkannya pada periode tahun 2003. Didatangkan secara CBU dan memiliki banyak tipe diantaranya Leo SE, Leo SR dan Leo SRX.

Mengusung mesin 120cc. Lebih tepatnya 118,6 cc dengan tenaga maksimum 17 PS di putaran mesin 9000RPM. Motor ini kandas ditengah jalan pada tahun 2005. Tahun yang sama dimana Yamaha mendatangkan bebek supernya berjuluk Jupiter MX dengan status impor dari Thailand. (red)

Berkomentarlah dengan sopan