Yamaha FZ150i "NVL", Tak Bermasalah Tanpa Kick Starter… Pentingnya Membangun Mainset Cerdas Bagi Konsumen !!

FZ150_White

Hilangnya sebuah fitur dalam produk motor sebenarnya hanya masalah kebiasaan saja. Mainset masyarakat yang terlalu ‘kaku’ melakukan perubahan malah semakin memperburuk keadaan yang sudah ada. Yamaha New Vixion Lightning memiliki basis market terbesar di indonesia, tak bisa dipungkiri bahwa hal inilah yang terjadi.

Bagaimana dengan negara lain? NVL nggak semoncer indonesia secara penjualan. Begitu juga dengan negara tetangga malaysia, malah di malaysia New Jupiter MX lebih laku daripada NVL. Menurut penjelasan salah seorang anggota forum T135 menyebutkan, di malaysia masyarakat lebih memilih motor naked bike dengan cc besar sekalian dibandingkan hanya 150cc. Aneh juga, padahal FZ150i ini lumayan keren kok 😀

Kalaupun memang ingin membeli motor berkubikasi 150cc, disana lebih memilih Yamaha R15 atau CBR 150 yang merupakan pure sport di kelas motor batangan. Meskipun market terbesar berada di indonesia, NVL pun juga dijual di negeri tetangga yang disebut dengan FZ150i. Varian warnanya pun beragam, dengan striping simpel dan mewah, tak lupa cover engine masuk dalam paket pembelian motornya itu sendiri, tak dijual terpisah.

Berbicara tentang kick starter, yamaha malaysia hanya menjual NVL dengan tipe tanpa kick starter. Hal ini dikarenakan ketakutan tanpa kick starter tak menjadi mainset konsumen di luar negeri, baik malaysia, filipina dan lain-lain. Toh sudah banyak motor2 tanpa kick starter yang terbukti tak memiliki masalah seperti yang ditakutkan banyak orang. CBR 250R, Ninja 250R, Ninja FI, Pulsar 200NS dll kesemuanya tanpa kick starter dan tak bermasalah. (fnc)

______________

Related Post :

[display-posts category=coretan]

 

About MOTOMAXONE.COM 4650 Articles
*Seorang Muslim *Seorang Suami *Seorang Ayah *Seorang Publisher (Blogger) *Seorang penyuka otomotif dan teknologi informasi

18 Komentar

  1. sebetulnya tinggal pabrikan membaca karakter masyarakat lokal sebagai pasar, apakah perlu produknya (sepeda motor) dilengkapi kickstarter atau tidak. Menilik konsumen di Indonesia yang kebanyakan cuek dengan kendaraannya, mungkin lebih bijak jika fitur kickstarter masih dipertahankan, pengalaman yang sudah2, seperti NVL non kickstarter dan Suzi Thunder 125 lama yang non kickstarter, banyak keluhan (di lingkungan ane: Palmerah) saat pemakai lalai mengecek kondisi kesehatan aki, mereka diharuskan mendorong kendaraan saat menghidupkan motor. Lagian fitur itu lumayan berharga dari segi ekonomi, karena kadang konsumen ‘dikibuli’ dengan embel2 teknologi yang lebih advance sehingga tidak menggunakan kickstarter, padahal itu strategi marketing untuk menutupi upaya pemangkasan biaya produksi (supaya lebih untung).
    lain halnya untuk kendaraan berkubikasi besar (diatas 200cc), bisa2 dengkul pengguna yang copot kalo nggenjot kickstarter mengingat kompresi mesin yang sangat tinggi.

    🙂

    • Betul, secara motor kebanyakan pemilik motor premium lebih ‘merawat’ motornya ketimbang motor2 dengan harga ekonomis.. merawat dalam artian umum. Semisal ada yang nggak beres langsung ganti, beda dengan motor ekonomis yang selalu ngakal sebelum memutuskan ganti baru.. tp ya nggak semua seperti itu

  2. coba liat di klub vixion indonesia….rata2 kick staternya banyak yg di buka, lagian klo accu koit masak mo dipaksakan pake engkol stater…? YIMM aja kemakan bc-an sales sebelah………!!! haha

Kolom Komentar