Touring Lintas Merdeka 2023, Menikmati Trabas Dengan CRF 150 L Hingga Camping di Puncak Jowin Tulungagung [167,0 KM]

lexi

Motomaxone.com – Akhir pekan lalu, penulis memenuhi undangan dari MPM Honda untuk turut mengikuti Touring Kemerdekaan 2023 yang dikemas dengan tema “Touring Lintas Merdeka 2023”. Peserta dari turing ini sendiri adalah blogger dan vlogger otomotif area jawa timur yang berasal dari berbagai wilayah seperti Malang, Surabaya, Sidoarjo, Blitar, Tulungagung hingga Kediri.

Acara Touring Lintas Merdeka 2023 ini digelar dengan titik kumpul di area Malang Raya karena mengusung konsep trabasan dengan motor trail andalan Honda CRF 150 L..

Penulis bertolak dari rumah kediaman hanya dengan menempuh jarak sekitar 14 KM dengan waktu tempuh 26 menit dengan motor Honda Absolute Revo 110. Sesampainya ditempat berkumpul (Garasi Moto East Java Malang), hidangan sudah nampak tersaji untuk dijadikan menu sarapan. Nampak terlihat semua antusias untuk mengisi bahan bakar tubuh sebagai tenaga untuk mempersiapkan aktivitas trabasan.

Selesai sarapan, saatnya melengkapi diri dengan perlengkapan safety gear seperti pelindung siku dan lutut, juga sepatu AP Boot untuk motor. Dan tak lupa helm khas off road dengan dilengkapi pula googles sebagai pelindung mata dari ganasnya debu atau pasir yang beterbangan nantinya.

Hari Pertama..

Dihari pertama, sabtu 19 agustus 2023 rute perjalanan yang akan ditempuh nampak cukup panjang. Dimulai dari  kota Malang menuju ke kota Batu melalui pendem karangploso kabupaten malang. Dari kota Batu, berlanjut menuju Pujon hingga Ngantang. Di Ngantang tepatnya di Selorejo, kami berhenti sejenak sembari menunggu adzan dhuhur selesai berkumandang. Setelah sekitar 30 menitan rehat sejenak, kami melanjutkan perjalanan dengan lintasan Off road.

Perjalanan melewati hutan pinus, menyeberangi sungai, menembus ladang tebu hingga perkebunan karet, membuat kami tak cukup berasa hingga memasuki wilayah kabupaten kediri. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam-an menikmati jalanan off dan on road, rombongan touring lintas merdeka singgah di salah satu situs cagar budaya di wilayah kediri yaitu bernama Ndalem Pojok Soekarno, sekaligus makan siang ditempat ini. Situs ini merupakan kisah sejarah yang merupakan saksi dimana presiden pertama RI yaitu bung karno pernah tinggal disini saat masih kecil.

Situs sejarah ini merupakan rumah dari ayah angkat Bung Karno. Rumah yang menjadi saksi bisu, diberikannya nama Soekarno dimana sebelumnya belum memiliki nama tersebut.

Selepas makan siang, sholat dhuhur dan ashar yang di qoshor dan mendengar kisah sejarah terkait tempat bernama Ndalem Pojok Sukarno ini, perjalanan trabas dilanjutkan kembali menuju wilayah kabupaten Tulungagung yaitu tepatnya menuju Camp Ground Jowin Kalidawir Tulungagung. Perjalanan rombongan dari kediri menuju tulungagung menjadi cukup unik ketika didapati rombongan akan melintasi sungai yang cukup lebar. Tidak ada jembatan yang digunakan untuk melintas, lalu dengan apa ?

Dengan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan, biasa disingkat dengan SDP. Ini pertama kalinya penulis merasakan menggunakan Angkutan SDP ini yang ternyata terdapat juga di wilayah Tulungagung. Angkutan ini ternyata memiliki peran besar menghubungkan antar daratan yang tidak memiliki jembatan sebagai penghubung. Selepas sampai diseberang sungai, rombongan touring lintas merdeka pun kembali melanjutkan perjalanan. Menyusuri tepi sungai dengan trek off road bebatuan dan tanah berdebu.

Bocor Ban…

Namun penulis sendiri tidak bisa mengikuti rombongan untuk mengejar keindahan sunset di puncak Camp Ground Jowin Tulungagung dikarenakan roda belakang bergoyang sangat dan terindikasi mengalami kebocoran. Setelah penulis cek, benar saja… ada satu paku yang tidak cukup besar menancap di bagian ban belakang. Menyebabkan tekanan ban belakang berkurang signifikan. Saat itu waktu penunjukkan pukul 17.00 WIB.

Dalam kondisi tersebut, satu rekan kru dari motoeast java membantu dengan mencari tambal ban terdekat, satu rekan kru yang lain melanjutkan perjalanan karena kebutuhan dokumentasi kegiatan. Sedangkan satu rekan peserta turing lainnya turut menunggu bersama penulis. Kondisi tersebut cukup sulit, berada dipelosok desa juga menjelang malam hari. Terpantau beberapa tambal ban tutup. Sedangkan sekali menemukan, jaraknya sangat jauh dari titik penulis berhenti.

Alhasil diputuskan menunggu bantuan datang dari pihak motoeast java. Setelah beberapa menit, pick up pembantu datang juga. Motor CRF 150 L ungu sebagai pengganti diturunkan. Sebaliknya CRF 150 L merah hitam dinaikkan pick up untuk esok harinya dicarikan tambal ban. Usai sudah kebersamaan penulis dengan motor Honda CRF 150 L hitam merah yang bernomor 98 itu. Cukup disini membersamai penulis dengan jarak tempuh dari markas Motoeast Java hingga tempat bocor ban itu tercatat mencapai 167,0 kilometer.

Bermalam di Puncak Jowin…

Tunggangan berganti. CRF 150 L hitam-merah bernomor 98 itu digantikan dengan CRF 150 L Ungu. Disaat yang bersamaan dengan kumandang adzan maghrib, kami bergegas untuk menuju tempat nge-Camp di puncak Jowin Tulungagung. Menuju kesana, tanjakannya cukup curam, namun kondisi jalan sudah menggunakan jalan cor sehingga memungkinkan bagi motor kecil ataupun mobil untuk naik kemari.

Sampai dipuncak bukit Jowin ini, terbentang pemandangan yang masya allah untuk dilewatkan. Cahaya lampu di pemukiman bawah nampak menarik dinikmati dimalam hari, dipuncak bukit seperti ini. Masya Allah dengan segala ciptaan Allah Ta’ala yang sungguh diada duanya, Subhanallah.

Sesampai disana, dipuncak bukit Jowin, nampak terlihat kru motoeast masih sibuk mempersiapkan penerangan di sekitar tenda camping yang mulai nampak gelap pekat itu. Penulis dan beberapa rekan lain, memutuskan untuk bebersih diri di kamar mandi umum fasilitas dari wisata Puncak Jowin ini yang terletak sekitar 250 meter dari perkemahan kami.

Kembali ke area perkemahan, makan malam pun sudah siap demikian juga penerangan lampu yang menggunakan tenaga dari satu unit genset itu. Makan malam juga disegerakan, indikasi dari kami semua yang mulai lapar kembali selama perjalanan sore tadi. Menikmati semangkok soto di malam hari, dengan berkemah di puncak perbukitan Jowin ini memang sesuatu. Menikmati sekali keagungan ilahi rabbi yang tidak ada sesiapapun yang menandingi.

Api Unggun…

Makan malam sudah selesai bagi penulis, tapi masih ada rekan-rekan lain yang masih menyantap makan malam. Kayu bakar mulai dikumpulkan, ditata rapih untuk dipersiapkan sebagai penghangat malam, Api Unggun. Momen ramah tamah itu pun dimulai, Blogger dan Vlogger Otomotif Jawa Timur beserta perwakilan MPM Honda Jatim sebagai pihak penyelenggara Touring Lintas Merdeka tahun 2023.

Obrolan yang beraneka ragam, meski tak dihadiri oleh kesemua peserta karena sudah keburu terlelap lebih dulu. Obrolan tentang dunia blogger dan vlogger, tentang dunia otomotif hingga tak terasa malam pun sudah sangat larut, hampir jam 12 malam. Obrolan itupun diakhiri, untuk kemudian tidur beristirahat, mempersiapkan tenaga di hari kedua esok hari.

To be continue…

About MOTOMAXONE.COM 4627 Articles
*Seorang Muslim *Seorang Suami *Seorang Ayah *Seorang Publisher (Blogger) *Seorang penyuka otomotif dan teknologi informasi

Be the first to comment

Kolom Komentar