TN. Baluran dan Pantai Bama, Obyek Wisata Menarik dengan Minus Rusaknya Sarana Jalan

0127

Pembaca sekalian, sebuah daerah akan menjadi tempat yang maju dan memiliki income daerah yang besar jika dikelola dengan baik. Kebanyakan daerah lebih terfokus membangun pusat kota tapi mengabaikan daerah pinggiran. Padahal kita semua pasti tahu, daerah pesisir mampu untuk digali potensinya menjadi lebih dari ala kadarnya.

fnc yang 2 hari lalu memiliki waktu touring silaturahmi ke dulur2 di situbondo dan sekaligus mengunjungi beberapa obyek wisata disana menyayangkan obyek wisata yang kurang diperhatikan. Keseriusan membangun obyek wisata tak ubahnya pembangunan yang apa adanya. Khusus dibagian ini, fnc lebih menyoroti pada obyek wisata TN. Baluran dan Pantai Bama.

0109

Jika dilihat dari obyek wisatanya yang mungkin orang lain menganggap hanya hamparan padang savana yang tandus mengingat memang musim panas, namun bagi fnc ini sungguh mengasyikkan. Menembus panjangnya savana untuk secara jelas melihat aktifitas hewan-hewan liar lebih memberikan keunikan tersendiri daripada melihat hewan terkurung di kebun binatang misalnya.

Begitu pula dengan pantai Bama yang terletak disisi dalam taman nasinal baluran. Hamparan pasir yang begitu terlihat bersih dan air pantai yang kebiruan didukung siluet pulau bali yang terlihat samar didepan pandangan mata yang menuju ke laut lepas sungguh pesona wisata yang menyegarkan hati. Namun sayang, mantabnya obyek wisata tersebut tak dibarengi dengan infrastruktur jalan yang menuju ke tempat- tempat tersebut.

Sarana jalan menuju padang savana baluran dan pantai bama begitu rusaknya, diperparah dengan karakter jalan yang bercampur bebatuan tak rata membuat fnc dan rekan2 lainnya kesulitan untuk melaluinya dengan menggunakan motor. Tak hanya motor, bahkan bus ataupun mobil pribadi lebih memilih berjalan lebih pelan dari biasanya hanya untuk menghindari kerusakan kendaraannya akibat rusaknya jalan tersebut.

Harusnya pemerintah daerah di wilayah taman nasional baluran bisa memberikan perhatian lebih pada sarana jalan tersebut. Bisa di aspal atau di buatkan jalan cor layaknya jalan tol, dengan begitu pengunjung tak hanya menikmati tempat wisatanya melainkan bisa menikmati perjalanan menuju kesana dengan nikmat dan gangguan jalan rusak yang membuat tubuh lebih cepat merasakan kelelahan. Sayang kan, jika 2 obyek wisata dengan total luas 25.000 ha tersebut batal dikunjungi hanya karena sarana jalan yang rusak. (fnc)

Galeri Foto :

No Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...