GEAR

The Untouchable Rider, Bagnaia Ducati Tak Tersentuh dari Kejaran Quartararo di GP Misano 2021

MotoMaxone.com – Pembaca sekalian, keseruan duel di motogp aragon pekan lalu berlanjut. Pekan kemarin (19/9) di sirkuit San Marino, Misano, Italy. Kini duel itu melibatkan Bagnaia (Ducati Lenovo) vs Quartararo (Monster Yamaha).

Di Aragon, Marc Marquez (Repsol Honda) tumbang melaawan Bagnaia dari Ducati. Berselang seri berikutnya di GP Misano tahun ini, pembalap andalan Yamaha yaitu Quartararo yang dipaksa menyerah.

Francesco Bagnaia dari tim pabrikan Ducati Lenovo sukses mengamankan podium pertama di GP Misano 2021. Tentu hasil tersebut membuat publik italia euforia. Lagu kebangsaan mereka berkumandang dirumah sendiri, di San Marino Misano. Namun bukan dimenangkan oleh Valentino Rossi, tapi oleh Francesco Bagnaia. Pembalap muda didikan VR46 Academy. Murid dari Valentino Rossi.

Penulis pun juga ber-euforia. Bukan karena penggemar Ducati meski belum pernah merasakan mengendarai motornya. Namun karena sisi hiburan yang dimiliki Rossi yang sudah lama hilang berasa muncul kembali, didalam diri sosok Pecco Bagnaia.

Jalannya balapan di GP Misano 2021 kemarin cukup seru. Bagnaia langsung melesat sejak start balap dimulai. Diiringi oleh rekan setimnya dari Ducati Lenovo, Jack Miller. Namun diposisi ketiga, pembalap andalan Yamaha pabrikan itu sangat mengancam, ya… Fabio Quartararo.

Namun peran Jack Miller diposisi kedua saat itu cukup apik… bukan apik karena memainkan perannya dalam team order. Lebih dari itu, Miller pun membuktikan diri juga mampu tampil mengesankan seperti rekan setimnya Pecco Bagnaia. Meskipun akhirnya posisinya melorot. Dari posisi 2 ke posisi 5. Akibat terdapat masalah getaran di belakang motornya. Tentu Jack Miller sendiri kecewa.

The Untouchable Rider. Pantas disematkan pada seorang Francesco Bagnaia. Dari awal lap hingga akhir di GP Misano kemarin, dirinya sama sekali tak tersentuh. Namun bukan serta merta tak menghibur. 4 lap tersisa adalah momen terpanas GP Misano 2021. Jarak Bagnaia dan Quartararo semakin dekat. Pendukung Yamaha pun bersorak, 4 lap tersisa yang mungkin akan membalikkan kondisi yang menguntungkan Yamaha.

Namun mereka ‘pendukung yamaha’ sangat amat kecewa. Usaha Quartararo melaju maksimal tak berbuah hasil. Hasil akhir dengan GAP 0,3 detik masih menjadikan Quartararo Yamaha tak mampu menyusul melesatnya Bagnaia bersama Ducati.

Kemenangan Bagnaia tentu menjadi momen haru untuk publik Italia. Musim terakhir Valentino Rossi berlaga di kelas MotoGP menjelang pensiun tahun depan (2022), Bagnaia seolah menjadi angin segar bagi publik Italia yang sudah lama kehilangan sosok pemenang macam Valentino Rossi diera kejayaannya. Terdapat sebuah momen saat Valentino Rossi mendekati Bagnaia diakhir balapan, pelukan seorang legenda, seorang mentor yang juga sebagai seorang teman dari Rossi untuk Bagnaia. Pelukan penuh harapan dari Sang Legenda MotoGP untuk pembalap muda calon legenda.

Bisa jadi, dukungan penuh suporter Valentino Rossi akan beralih untuk Bagnaia musim depan, asal Bagnaia tetap konsisten dengan penampilan terbaiknya ini. (F4)

Kolom Komentar