MotoGP Revisi Regulasi, Ducati Diseret Kembali Masuk Kelas Factory

ducati-motogp-2014-20

Sebuah regulasi memiliki kegunaan untuk memperjelas aturan yang diberlakukan dalam sebuah kompetisi, tak terkecuali kompetisi balap motogp. Dirubahnya kategori CRT menjadi open class menyisakan pemahaman yang perlu diketahui oleh semua pihak.

Kejuaraan dunia motogp musim kompetisi 2014 telah mendapat revisi aturan tentang penentuan kategori masing-masing tim konstestan yang telah ada hingga saat ini. Jika sebelumnya kita mengetahui ada 2 kategori yaitu Factory dan Open Class maka secara efektif akan direvisi menjadi 3 kategori antara lain Factory, Factory 2 dan Open Class.

Bingung brosis?…. Sama fnc pun demikian :mrgreen: . Meskipun terdapat 3 kelas berbeda, namun pada pelaksanaannya akan sedikit mengerucut menjadi 2 pemahaman yaitu Factory dan Open Class. Dimana kategori Factory atau pabrikan  memperoleh keuntungan kebebasan pengembangan perangkat lunak ECU dan ‘Open Class’ yang menggunakan perangkat lunak standar, namun kenyataannya tak sesederhana yang dipikirkan.

Ducati yang akhirnya memilih ‘Open Class’ mendapat manfaat lebih dengan banyaknya bahan bakar yaitu 24 liter dari seharusnya 20 liter kapasitas bahan bakar miliki tim factory, pengujian terbatas, kuota mesin lebih banyak yaitu 12 mesin bukan 5 mesin seperti yang didapatkan tim factory, berikut juga tidak adanya pembekuan pengembangan mesin dan mendapat pilihan ban super lunak akhirnya sekarang akan berjalan pada kelas factory kembali dengan beberapa pengecualian.

Meskipun kembali bergabung dalam factory tim, Ducati masih mendapatkan keuntungan dari ‘Open Class’, berhubung Ducati kembali berstatus factory maka diperbolehkan juga menggunakan perangkat lunak ECU factory pula.

Regulasi baru yang telah diungkapkan pada hakri selasa kemarin menyebutkan bahwa akan memungkinkan tim pabrikan ‘factory’ yang tidak meraih kemenangan dalam kompetisi di tahun sebelumnya (* untuk poin ini artinya hanya Ducati saat ini yang memiliki kreteria tersebut), bisa mengikuti balapan di tahun selanjutnya dengan semua manfaat yang dimiliki tim-tim open class diantaranya kuota pengembangan mesin yang lebih banyak, bbm lebih banyak dsb.

Namun disaat tim ‘Ducati’ tersebut telah mampu meningkatkan performanya dan mendapatkan kemenangan juara seri (pada lintasan kering) atau 2 kali finish di urutan runner-up atau posisi 3 selama 3x  maka tim yang bersangkutan akan kehilangan setengah dari bahan bakar ekstra yang diperoleh yaitu dikurangi menjadi 22 liter untuk sisa musim kompetisi 2014 ini. Hal ini tidak hanya berlaku bagi pembalap yang berhasil mencapai performa yang diharapkan melainkan satu pembalap yang berhasil akan mewakili semua pembalap dengan spek mesin yang sama dalam hal ini semua pembalap yang menggunakan Ducati Desmo GP14.

Saat kompetisi 2015 bergulir, maka ducati akan menjalankan kompetisi sesuai aturan seperti yang didapatnya pada akhir musim 2014, dan ditahun berikutnya 2016 semua motor akan disederhanakan dengan memaksa semuanya menggunakan spesifikasi perangkat lunak ECU tahun sebelumnya, jadi tidak ada lagi pengembangan perangkat lunak saat itu.

Rencana Suzuki yang akan bergabung kembali pada 2015 mendatang juga akan mendapat perlakuan sama dengan Ducati yaitu  dengan mendapatkan manfaat ‘Open Class’ untuk membantu pabrikan mengembangkan mesin dan mendapatkan performa sampai dengan kecepatan yang dianggap mampu kompetitif.

Aturan baru ini diharapkan mampu menjaga persaingan dalam kompetisi motogp menjadi seimbang, tak lagi ada dominasi guna meningkatkan kualitas kompetisi berdaya jual tinggi. (fnc)

_________________

Berita Terkait :

No Comments

Kolom Komentar