Mio Fino Masih Karburator, Akankah Konsumen dikecewakan ??

Desas-desus pemberitaan online akan meluncurnya Mio Fino ke publik semakin santer beredar. Bahkan YIMM secara resmi memperkenalkanMio ini ke media. Namun ada yang mengganjal dihati….

Meskipun tergolong sebagai motor produksi baru ditanah air dengan genre klasik. Namun ada yang kurang dari peluncuran pesaing scoopy ini. Yup, pengkabutan bahan bakar masih mengadopsi sistem karburator. Yang perlu dipertanyakan kali ini adalah bagaimana komitmen Yamaha Indonesia untuk mendukung program pemerintah tentang regulasi Euro 3. Kalau begini kesannya setengah bukan?

Mengapa setengah-setengah..? Padahal Mio J sendiri sudah diproduksi secara injeksi. Menurut pernyataan internal yamaha disela-sela test ride Yamaha Mio Fino mengatakan Yamaha menganggap Bahwa dengan menggunakan karburator, Mio Fino dirasa sudah cukup untuk wanita Indonesia. Trus Yamaha Mio J, apa tidak boleh untukĀ  wanita indonesia…………..??? ( bingung mode ON )

Kalaupun seperti ini bukankah kelak saat injeksi mulai penting dan menjadi standarisasi produksi motor diindonesia, pemilik Mio Fino bakal kecewa karena produk yang dibelinya masih menggunakan teknologi jadul yang oleh produsennya tidak difikirkan jangka panjang. Kalaupun menginginkan injeksi kelak, bukankah si pemilik bakal berfikir untuk membeli baru lagi?

Entah, apa yang direncakan Yamaha. Padahal si kompetitor Honda Indonesia sudah mensupport kebijakan pemerintah akan emisi motor yang bersih. Yamaha terkesan takut akan anjloknya penjualan secara global oleh pesaingnya sehingga varian baru pun masih diberikan pilihan berjenis karburator. (fnc)

No Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...