Menilik Keunggulan Rangka Underbone eSAF Honda Genio

 

Motomaxone.com – Pembaca sekalian sudah tahu dengan Honda Genio ? Skuter matik baru milik Honda yang mengusung rangka model baru bertipe eSAF atau enhanced Smart Architecture Frame. Yang memiliki keunggulan bobot ringan namun tetap stabil layaknya rangka motor matik honda pada umumnya yang bermodel backbone.

Beberapa waktu terakhir ini Honda tak lagi pusing dengan penjualan BeAT , Vario Series maupun Scoopy. Namun yang saat ini gencar dipasarkan adalah skuter matik low end andalan baru yaitu Honda Genio yang memiliki DNA retro layaknya Scoopy.

Beberapa fitur-fitur unggulan memang cukup diinformasikan secara masif. Baik itu panel speedometer full digital yang elegan ala Honda Rebel 500., Headlamp yang sudah LED hingga dibekalinya socket power charger di bagian dalam bagasi motor. Namun informasi yang disebarkan secara masif ini tidak lebih banyak dibandingkan dengan tipe rangka Genio yang disebut-sebut paling baru dan pertama dibuat di indonesia.

Hal ini tentu membuat rasa penasaran pembaca ataupun calon konsumen semakin besar untuk mengetahui lebih banyak tentang rangka eSAF milik Honda Genio ini.

Dari pantauan penulis, hampir semua motor skuter matik low end besutan honda menggunakan basis model rangka tipe backbone. Seperti BeAT, Scoopy hingga Vario 110. Rangka ini memanfaatkan rangka besi dengan model semacam pipe (pipa). Dari model desainnya, kelemahan model rangka backbone ini adalah lebih banyak sambungan las nya. Lasnya pun menggunakan metode yang lebih konvensional ketimbang pengelasan rangka eSAF.

Bagaimana dengan Rangka eSAF sendiri ? Yuk kita ulas lebih rinci.

AHM (Astra Honda Motor) sendiri menyebutkan tipe rangka honda Genio ini dengan sebutan rangka Underbone eSAF. Artinya apa ? khusus untuk Genio tidak lagi menggunakan tipe rangka backbone layaknya Honda BeAT dll sebelum diproduksinya Genio.

Pada rangka underbone eSAF ini tidak lagi terlihat banyak sambungan seperti model konvensional tipe rangka pipa bulat. Disebut underbone berarti rangka genio ini secara keseluruhan terdiri dari rangka utama (underbone) dan sedikit tambahan dua sub rangka bagian belakang.

Rangka model eSAF ini mengingatkan penulis seperti rangka mobil yang mengusung tipe monoqoqoue atau monokok. Rangka yang berfungsi juga sebagai cangkang dudukan bodi motor.

Rangka model eSAF yang minim sambungan ini dikarenakan mengusung konsep rangka utama. Materialnya dari pelat logam yang dibentuk sedemikian rupa dan kemudian dipres. Kemudian dilas laser sehingga terlihat ada lipatan dimasing-masing sisinya. Alhasil lebih praktis. Dudukan baut untuk mesin dan body bisa dibuat minimal. Dan Honda sendiri berani mengklaim tipe rangka baru ini 8% lebih ringan dibandingkan tipe lama atau backbone.

Pihak R&D dari Honda jepang sendiri mengungkapkan hal menarik. Terkait keunggulan rangka model underbone eSAF ini. Diantaranya kekuatan rangka model underbone eSAF seperti ini memiliki ketahanan Defleksi (pembengkokan) saat dikendarai. Bisa jadi yang dimaksudkan disini adalah ketahanan terhadap benturan saat mengalami crash misalnya. Karena tipe rangka eSAF ini diklaim lebih rigid atau kaku namun lebih ringan.

Selain itu penulis juga mendapati layout rangka baru ini lebih praktis, lebih ringan (karena beberapa komponen stay tidak lagi dibutuhkan) sehingga memberikan ruang yang lebih lega. Hal ini yang ‘katanya’ membuat kapasitas bagasi (14 liter) dan tangki bahan bakar lebih besar .

Dari penelusuran saya, kapasitas tangki BBM Honda Genio memang lebih besar ketimbang skuter matik atau motor bebek honda lain yang masih menggunakan rangka tipe backbone.

  • Genio = 4,2 liter
  • Vario 110 = 3,7 liter
  • Beat Series = 4 liter
  • Scoopy = 4 liter
  • Revo = 4 liter
  • Supra X 125 = 4 liter

Kesimpulan. Rangka underbone sendiri sudah banyak diaplikasikan pada produk skuter matik honda seperti Vario 125, Vario 150. Namun berbeda teknologi karena belum mengusung eSAF dalam artian belum mengusung model arsitektur rangka terbaru seperti halnya Honda Genio. So, bagi saya teknologi pembuatan rangka eSAF ini memang baru namun model rangkanya yang bukan merupakan hal baru karena tetap mengusung tipe Underbone.

Namun tak bisa dipungkiri bahwa pengembangan tipe rangka eSAF ini patut mendapatkan apresiasi dari konsumen motor di indonesia. Dan mungkin akan mendorong pabrikan lain mengikuti langkah AHM dalam hal teknologi baru dari sektor rangka. Juga tak menutup kemungkinan, kedepan tipe rangka ini juga akan diterapkan untuk tipe motor lain. Khususnya yang masih mengusung tipe ranga Backbone. (red)

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...