Mengenang Marco Simoncelli, GP Malaysia 2011

Motomaxone.com – Berita duka datang dari dunia balap MotoGP, satu lagi motogp harus kehilangan rider berbakatnya setelah pembalap Marco Simoncelli akhirnya meninggal dunia dalam balapan yang berlangsung di GP Malaysia akhir pekan ini.

Mengenang Marco Simoncelli, GP Malaysia 2011

Belum sampai 5 lap berjalan, Simoncelli terlibat kecelakaan serius dengan Colin Edwards saat memasuki tikungan turn 11. Insiden dengan Edwards itu membuat Simoncelli terjatuh dan tidak sadar diri, terlebih setelah helm yang dikenakannya terlepas dari kepalanya. Pihak penyelenggara pun mengangkat Red Flag tanda jalannya balapan harus ditunda. Setelah mendapat perawatan serius dan intensif oleh tim medis, nyawa Simoncelli akhirnya tidak tertolong lagi sehingga akibatnya balapan GP Malaysia pun dibatalkan.

Itulah sekelumit informasi pendek mengenai jalannya balapan pekan ini di sirkuit Sepang Malaysia. Tak diduga sebelumnya, kita semua pecinta Motogp harus kehilangan aksi terbaik dari seorang Marco Simoncelli. Dia dikenal sebagai rider berbakat, kemampuan membalapnya mampu disejajarkan dengan pembalap papan atas macam Rossi, Stoner, Pedrosa dan Lorenzo. Namun begitu, gaya membalapnya yang tak mampu diterima banyak pihak, kerap membahayakan pembalap yang lain.

Di Era 250cc Super Sic dikenal membalap tanpa kompromi, semua dan siapapun lawannya bakal dilibas habis. Pun begitu sering juga mempertontonkan aksi nekat meng-overtaking lawan. Sebut saja Bautista dan Barbera pernah merasakan aksi berbahaya Simoncelli sehingga pernah mengakibatkan keduanya terjatuh dah tak bisa menyelesaikan balapan.

Tahun 2010, Super Sic naik tahta mencicipi kompetisi para raja. Pun begitu, yang membuatnya terkenal adalah aksi membahayakan rider lain sehingga dia dikenal sebagai trouble maker. Banyak insiden yang akhirnya membuatnya dinilai negatif oleh banyak pihak, mulai insiden memotong Lorenzo di GP Valencia, menjatuhkan Pedrosa di GP Prancis dll.

Namun begitu tak semuanya patut dinilai buruk, saya lebih menilai Super Sic adalah pembalap yang mengerti akan seni nya. Hampir mirip seniornya Valentino Rossi, aksi Simocelli selalu saya membuat penonton bersemangat mengikuti jalan nya pertandingan balap sampai selesai. Bedanya mental Simoncelli kurang sabar dalam bertarung dengan rivalnya. Tanpa kesabaran itulah Super Sic kerap terjatuh, dimana itu adalah kesalahannya sendiri. Musim ini Simoncelli banyak terjatuh sehingga merugikan dirinya sendiri dalam meraih poin demi poin penting untuk masa depan karirnya. Akhirnya rekor terjatuh itupun terhenti, yup hari ini di GP Sepang Malaysia Super Sic menutup usianya karena insiden terjatuh dan tertabrak oleh rider dibelakangnya sehingga nyawa nya pun tak terselamatkan.

Melihat insiden ini, begitu berbahayanya olah raga balap motor ini. Patut kiranya pembalap tak selalu dijadikan tumbal karena target yang harus dicapainya dari petinggi tim. Semoga insiden ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih bersabar dan mengontrol emosi saat mengendarai motor kesayangan. Selamat Jalan Simoncelli (20 Januari 1987 – 23 Oktober 2011) .

Kolom Komentar