Mengenal Istilah Center of Gravity Pada Sepeda Motor

Motomaxone.com – Center of Gravity atau biasa disingkat dengan CG. Secara garis besar merupakan istilah dalam menentukan titik keseimbangan motor yang bisa dilihat dari beban yang ditumpu oleh roda depan dan roda belakang. Secara sederhana teorinya begini.

Mengenal Istilah Center of Gravity

Motor akan memiliki handling yang mudah dikendalikan bila beban di roda depan dan roda belakang seimbang. Yang dimaksud dengan beban seimbang disini adalah perbandingannya seimbang 50:50 antara beban depan dan belakang. Secara teknis, handling yang baik akan didapatkan bila Center of Gravity atau titik berat motor benar-benar terletak ditengah area motor.

Banyak yang masih belum ngeh dengan istilah yang satu ini (Center of Gravfity) karena penjelasan yang tidak mudah dipahami. Oleh karena itu penulis coba untuk membuat sebuah contoh-contoh simpel yang tentu akan membuat kita memahaminya lebih memahaminya dengan mudah.

Katakan kita memiliki sebuah balok persegi panjang dengan perkiraan bobot kiri dan kanan yang sama. Maka bila ambil garis tengah dan menempatkan balok tersebut di ujung benda lancip sebagai tumpuannya maka bila distribusi berat antara kanan dan kiri merata maka balok tersebut tidak akan jatuh. Kenapa demikian ?

Karena hal tersebut membuktikan bahwa distribusi bobot berbanding sama dengan perkiraan 50:50. Sehingga akan kita dapati dan buktikan bahwa Center of Gravity memang berada di posisi tengah balok.

Kembali lagi pada pembahasan motor. Center of Gravity pada motor memang tidak akan sama dengan balok yang penulis jadikan contoh diatas. Karena bentuk motor tidak beraturan. Berbeda antara depan dan belakang begitu juga sisi kanan dan kirinya. Itu mengapa CG atau titik keseimbangan dari sebuah motor belum tentu berada ditengah akibat bentuknya yang tidak beraturan tersebut.

Untuk mengetahui CG nya maka pengukuran bisa dilakukan dengan cara menimbang bobot motor dari kedua roda dengan dua alat penimbang yang terpisah. Dari hal tersebut bisa kita ketahui apakah bobot antara depan dan belakang sama atau malah lebih berat salah satunya. Inilah yang nanti akan berpengaruh besar pada handling motor

Faktor posisi CG tentu akan dipengaruhi oleh banyak hal pada sepeda motor. Seperti penempatan perangkat macam mesin, knalpot dan sejenisnya, kemudian ground clearance (jarak motor ke tanah) hingga wheelbase (jarak sumbu roda).

Dalam perhitungan teknis dengan menggunakan rumus. Maka penentuan titik CG memiliki hitungannya tersendiri. Seperti biasa menggunakan lambang X dan Y.

X berarti menunjukkan jarak sumbu roda depan ke titik CG sedangkan Y mengartikan menyatakan tinggi CG diukur dari tanah. Untuk dapat mengetahui X dan Y tersebut, maka perlu dilakukan penimbangan roda depan dan roda belakang. Hal ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar distribusi bobot kedua roda seperti yang sudah penulis jelaskan diatas.

Implementasi dari contoh kasus yang menjelaskan tentang CG bisa kita lihat di kompetisi balap MotoGP. Berkurangnya kapasitas bahan bakar karena penggunaan terus menerus saat balapan berlangsung, membuat pembalap harus mengubah gaya balapnya. Mengapa demikian ?

Karena seiring dengan berkurangnya bahan bakar didalam tangki motor MotoGP maka akan mengubah pula posisi Center of Gravitynya. Hal itu yang penulis rasakan pada CB150R Stallion Black yang ada dirumah. Kondisi bahan bakar penuh dalam tangki BBM akan berbeda handling dengan saat bahan bakar tinggal sedikit.

Jadi faktor penentu dalam Center of Gravity pada motor bukan melulu karena posisi mesinnya. Tapi yang lain pun akan turut menentukan. Seperti isi bahan bakar didalam tangki motor hingga panjang swingarm pun turut menentukan.

So, tak bisa dipungkiri berat badan pengendara dan posisinya dalam berkendara begitu berpengaruh pada Center of Gravity. Jadi nggak heran bila dalam kompetisi balap motor, meskipun basis motor yang digunakan sama namun settingan motor balap antara pembalap yang satu dengan yang lain akan berbeda. (red)

Berkomentarlah dengan sopan