Kilas Pembalap Berbeda Generasi…Bernomor Motor Yang Sama… Kevin Schwantz dan Davide Giugliano

image

Selamat pagi pembaca sekalian, tak banyak yang mengenal sosok diatas. Padahal jika diurut dalam sejarah, salah satunya adalah sang legenda hidup balap dunia motogp loh. Yup..tepat sekali jika anda menebak adalah Kevin Schwantz. Nah.. siapa satu nya itu?

Satunya si junior adalah Davide Giugliano yang sempat memperkuat Ducati Superbike. Keduanya adalah dua pembalap berbeda generasi yang secara indentik menggunakan nomor motor yang sama yaitu 34. Menjadi sebuah pemandangan yang tak biasa tentunya jika keduanya bertemu dengan keakraban seperti ini karena tak banyak yang memiliki kesempatan bertemu dengan pembalap senior bernomor sama dengan dirinya. Yuk mengenal lebih dekat dengan keduanya….

Sang legenda Kevin Schwantz, mendengar namanya bagi yang mengenalnya pasti sudah familiar dengan tim suzuki. Yup semasa karirnya Schwantz membela tim Suzuki. Memulai debutnya di tahun 1986 silam, race perdana yang dilakukannya dimulai di GP Belanda bersama tim Rizla Suzuki dikelas 500cc. Pembalap berkebangsaan amerika kelahiran 19 Juni 1964 ini membutuhkan waktu 2 tahun untuk mengawali kemenangannya dalam kompetisi.

image

Tepat 2 tahun berselang sejak debutnya, Schwantz meraih podium pertama kalinya dikelas 500cc di GP Motegi tahun 1988… penantian panjang yang melelahkan untuk Schwantz saat itu bersama tim pepsi Suzuki. Pepsi sendiri mensponsori suzuki hanya dalam periode 1988-89 setelah itu Lucky Strike mengambil alih sebagai sponsor utama Suzuki saat itu dengan durasi yang lebih panjang. Lucky Strike mengawal sang legenda suzuki ini hingga berakhir masa karisnya pada 1995. GP Motegi kelas 500cc pada tahun1995 menjadi seri balap terakhir yang diikuti Schwantz sebelum memutuskan pensiun dalam balapan. Itulah kisah singkat dari legenda Suzuki MotoGP bernomor 34 yang menjadi pembalap penunggang RGV500 selama 9 tahun semasa karirnya bersama Suzuki.

Kini giliran Davide Giugliano, lahir pada 28 Oktober 1989 berkebangsan italia Giugliano mengecap kompetisi nomor 2 didunia yaitu Superbike. Mengawali karir sebagai pembalap Supersport pada 2007 silam, Giugliano diplot sebagai pembalap kawasaki. Setelah berjuang cukup lama… pada 2011 Giugliano akhirnya dilirik tim Superbike Ducati. Mengawali karirnya, Giugliano tak berjalan mulus…. selama semusim hanya 4 poin yang didapatnya.

image

Dimusim kedua tahun 2012, Giugliano bermain full bersama ducati namun kurang konsisten secara performa. Torehan terbaiknya saat itu adalah podium 2 WSBK Belanda namun selanjutnya angin-anginan. Ditahun 2012 ini, Giugliano hanya mencapai prestasi di peringkat ke 10 sepanjang musim berlangsung. Inilah yang menjadi pertimbangannya meninggalkan Ducati.

Pelabuhan selanjutnya adalah ketertarikannya dengan sodoran kontrak dari tim aprilia yang saat itu cukup moncer bersama Biaggi. Kebersamaanya bersama aprilia membuatnya bisa mengakhiri musim di posisi 6, capaian yang baik untuk Giugliano namun tidak untuk Aprilia. Kontraknya bersama aprilia hanya 1 tahun di tahun 2013 lalu, namun selanjutnya Giugliano kembali bergabung dengan Ducati hingga saat ini. (~fn)

No Comments

Kolom Komentar