Isu Petisi Recall Honda ADV 150 Karena Masalah Gredek ? Cek and Ricek Dulu Deh…

 

Motomaxone.com – Berita yang cukup masif penulis lihat dari banyak laman media otomotif yang mengangkat tema ini. Yang mana kondisi seperti ini mahfum adanya. Apalagi terkait dengan sebuah produk. Namun yang menarik untuk diulas adalah benarkah kondisinya demikian ?

Isu Petisi Recall Honda ADV 150 Karena Masalah Gredek ? Cek Dulu Fakta Yang Ini

Masalah gredek itu katanya terjadi pada matik premium Honda ADV 150. Masalah yang sama juga pernah terjadi pada PCX 150. Bagi penulis, hal tersebut memang bisa saja terjadi. Tak terkecuali pada ADV 150. Namun jika menilik dari keterangan resmi AHM pada awal peluncuran ADV 150 pada juli 2019 lalu, seharusnya konsumen tidak perlu khawatir dengan kejadian itu karena memang sudah diantisipasi.

AHM menjelaskan saat itu pada antisipasi sudah dilakukan agar permasalah ‘gredek’ yang terjadi pada PCX 150 tidak terjadi pada ADV 150. Penjelasan ini sama halnya dengan sebuah jaminan untuk konsumennya.

Namun bagi penulis, kejadian seperti adanya petisi ini ibarat bumbu dari persaingan bisnis. Bisa jadi pembuatan petisi tersebut tidak memiliki kaitan tersebut, namun bisa jadi pula adanya petisi itu juga erat kaitannya dengan persaingan itu.

Seperti yang kita tahu bersama. Honda (AHM) saat ini memang sangat merajai terkait dengan penjualan sepeda motor di pasar motor indonesia. Sebagian besar segmen dikuasai dari kelas motor skuter matik hingga motor sport. Hingga dominasinya pun melebihi 50% secara total penjualan dari semua segmen dibandingkan pabrikan lain.

Cara jitu pabrian lain untuk mendegradasi AHM tidak lain adalah mencari kesalahannya alias merusak image pabrikan. Cara ini memang terbilang jitu, namun tidak serta merta akan dengan mudah berhasil untuk mempengaruhi mainset masyarakat yang sudah semakin smart dengan bergelimangnya teknologi.

Penulis sendiri pernah merasakan gredek saat memiliki Honda PCX 150. Namun tak lantas membuat petisi seperti itu. Apakah masalah gredek itu membahayakan ? bagi penulis tidak. Namun lebih pada mengurangi kenyamanan saja. So bagaimana langkah penulis saat itu ? tinggal penulis sampaikan ke MPM Call Center Jatim saat itu sebagai perwakilan AHM di wilayah jawa timur.

Sebagai tindak lanjut, penulis diminta untuk mengunjungi Ahass. Yang kemudian penulis ceritakan masalahnya kepada kepala mekanik di Ahass tersebut. Alhasil masalah itupun hilang hingga saat ini tidak muncul kembali. Bagaimana pula dengan ADV 150 ? Terus terang penulis tidak tahu karena belum memiliki motornya sendiri.

Penulis juga tidak bisa menjamin apakah ADV 150 itu sudah bebas gredek seperti yang sudah dijamin oleh pihak AHM saat peluncurannya lalu. Namun jikalau memang terjadi hal demikian, bijaklah sebagai konsumen. Ada banyak jaringan Ahass yang siap melayani keluhan konsumennya. Bahkan jika konsumen sibuk sekalipun, pihak Ahass yang telah ditunjuk untuk menangani keluhan anda akan dengan senang hati mengambil unit motor nya untuk dilakukan perbaikan jika anda tidak punya waktu untuk ke bengkel.

Yang penting diingat. Selain memiliki prestasi dalam penjualannya yang bejibun, sejalan dengan itu AHM juga terus meningkatkan pelayanan konsumen nya yang berbasis kepuasan pelanggan. Maka manfaatkan itu jika anda sebagai konsumen memiliki masalah dengan motor Honda anda.

Sebagai informasi, petisi tentang ADV 150 tersebut sudah ditutup tanpa alasan jelas dengan jumlah partisipan sebanyak 78 akun saat itu. Jadilah pembaca, pembeli hingga marketing yang cerdas, bukan sekedar fans yang fanatik buta terhadap pabrikan.

6 Comments

Kolom Komentar