Menakar Efektivitas Penggantian Oli Mesin Honda CB150R Streetfire Dengan Metode Sedot Oli

Motomaxone.com – Melakukan perawatan pada motor kesayangan, salah satunya adalah dengan mengganti oli mesin sesuai masa/waktu nya. Baik bengkel umum maupun bengkel resmi saat ini berlomba memberikan pelayanan yang lebih baik untuk sekedar mengganti oli.

Menakar Efektivitas Penggantian Oli Mesin Honda CB150R Streetfire Dengan Metode Sedot Oli

Mirip seperti perawatan pada mobil. Alat vakum atau alat sedot oli saat ini sudah tersedia untuk motor. Penulis sendiri hanya satu kali pada periode lalu menikmati layanan sedot oli dengan vakum itu. Dibengkel resmi.

Keuntungan yang diperoleh dari pelayanan ganti oli dengan alat sedot oli ini adalah waktu pengerjaan yang cepat. Relatif cepat hingga duduk pun tak terasa lama diruang tunggu bengkel.

Keuntungan lainnya adalah tidak perlu buka tutup baut pembuangan yang berada dibawah mesin. Cukup dengan disedot, maka oli keluar melalui selang oli ekstraktor.

Ilustrasi : Alat Sedot Oli

Si cyubi Honda CB150R Stallion Black sudah waktunya ganti oli saat ini. Penulis juga tak cukup hobi gonta ganti oli hanya untuk mereview. Tercatat penulis hanya menggunakan 3 jenis oli saja dari awal beli hingga saat ini. Yaitu MPX-1 saat servis gratis dulu. Kemudian SPX-1 hingga Shell Advance AX-7.

Namun penulis lebih banyak menggunakan SPX-1 karena kapasitas oli yang tersedia sesuai dengan mesin CB150R Streefire yaitu 1,2 liter. Tak perlu repot beli 2 botol untuk menambah kelebihan 200 ml nya.

Selama ini, penulis menggunakan teknik tap oli mesin saat harus melakukan penggantian oli. Alasannya metode ini kerap kali efektif mengosongkan ruang mesin dari oli bekas yang masih ngendon didalam.

Hingga satu waktu. Penulis berminat untuk melakukan penggantian oli mesin dengan metode vakum/sedot oli di bengkel resmi. Proses pengerjaannya lumayan cepat. Lebih kurang 5 menit selesai. Cocok untuk yang memiliki mobilitas tinggi.

Namun satu hal yang penulis rasakan saat selesai mengganti oli dengan oil extractor kala itu adalah tarikan motor menjadi lebih berat dari biasanya. Namun feeling itu penulis abaikan. Sementara waktu karena kesibukan aktifitas.

Hingga tepat beberapa minggu lalu. Waktunya mengganti oli kembali setelah jarak tempuh menunjukkan 3.089 kilometer. Sesuai dengan buku petunjuk CB150R, penggantian oli disarankan per tiga ribu kilometer.

Menakar Efektivitas Penggantian Oli Mesin Honda CB150R Streetfire Dengan Metode Sedot Oli

Penulis kembali mempercayakan pada Oli AHM SPX-1 kapasitas 1,2 liter untuk si cyubi Honda CB150R Streetfire Stallion Black. Tapi tak lagi menggunakan jasa sedot oli. Melainkan kembali ke metode awal. Ganti sendiri dengan Tap oli mesin.

Terlebih dahulu penulis siapkan bak penampungan oli bekasnya. Berikut corong  dan selang untuk memasukkan oli barunya nanti. Bila ada yang bertanya kenapa menggunakan selang pada corongnya ? dikarenakan posisi lubang untuk memasukkan oli pada CB150R Streetfire ini cukup tersembunyi sehingga tak cukup dengan bantuan corong minyak saja.

Langkah selanjutnya adalah membuka baut pembuangan oli mesin yang terletak dibagian bawah mesin. Untuk tipe CB150R spesial edition, perlu juga melonggarkan baut cover pelindung mesin terlebih dahulu agar tak kesusahan saat melepas baut pembuangan oli.

Proses mengeluarkan oli bekas pun berjalan. Sedikit aneh karena kapasitasnya cukup banyak. Hingga membuat bak penampungan oli bekasnya hampir penuh. Terus digoyang-goyangkan motornya ke kanan dan kekiri untuk memastikan oli bekasnya terbuang sempurna.

Hingga tak ada lagi oli mesin yang menetes dari lubang pembuangan oli tersebut. Saatnya menutup baut mesinnya kembali. Saatnya pula menuangkan Oli AHM SPX-1 1,2 liter kedalam mesin si cyubi dengan bantuan corong minyak yang sudah penulis tambahkan sedikit selang biru itu.

Setelah botol oli kosong, saat nya memindahkan oli bekas itu kedalam botol bekas oli SPX-1 tadi.

Dugaan pun terjadi. Kapasitas oli yang sudah dikeluarkan melebihi kapasitas botol 1,2 liter tersebut. Hingga tumpah, yang memang saya sengaja untuk memperjelas kapasitas oli mesin sebelumnya. Pun begitu, masih cukup banyak sisa yang ada pada bak pembuangan olinya tersebut.

Kejadian yang penulis alami tersebut, sampailah pada sebuah kesimpulan. Bahwasannya penggantian oli dengan metode sedot oli tak seberapa efektif mengeluarkan oli bekas yang ngendon didalam mesin. Sehingga, sisa oli masih akan cukup banyak didalam mesin yang kemudian tercampur oleh tambahan oli baru.

Kelebihan sisanya itulah yang menjadikan kapasitas oli mesinnya menjadi over. Lebih dari 1,2 liter seperti anjurannya. Sehingga berdampak pada tarikan motor yang terasa berat tadi, karena kelebihan oli mesin.

Dari pengalaman ini, pembaca sekalian tak perlu ragu untuk request penggantian oli dengan metode Tap Oli meskipun disana tersedia alat sedot olinya. Apakah dilayani ? insya allah, kalaupun tidak mau melayani tinggal berpindah ke bengkel lainnya. (red)

Kolom Komentar