Edyannn….. Headlamp R15 Nyala Sebelah Ditilang ?? Apa Petugas Lapangan Kurang Sosialisasi ?

R15_headlamp_light

Dilema memang dengan regulasi / aturan yang ada. Seperti pada kasus knalpot racing misalnya, ketidakmampuan peraturan memberikan rincian yang jelas tentang berapa db batas kebisingan dan di rpm berapa batas kebisingan itu diukur menjadikan kerancuan di masyarakat sehingga pelanggaran pun akan selalu terjadi.

Jika knalpot brong handmade sih memang tak perlu ditindak akibat tidak adanya standarisasi pembuatan produk yang jelas, nah kalau produk racing bermerk yang sudah di lengkapi db killer tetap ditindak juga bagaimana kita bisa mendapat kejelasan akan regulasi yang ada? Tul kan brosis.

Jadi teringat dengan sebuah bahasan dari salah seorang rekan blogger di jawa barat. Petugas polisi pun tak segan memberikan tindakan berupa tilang pada seorang pemilik R15 di wilayah Cirebon. Usut punya usut ternyata permasalahannya karena pengendara R15 dianggap melanggar aturan karena headlamp dinyalakan hanya sebelah brosis.

Regulasi di luar indonesia, memang menggunakan sistem headlamp standar (tanpa beam) menyala satu dari motor yang mengaplikasikan dual-headlamp. Kedua lampu akan bekerja saat pengendara mengaktifkan ‘beam’ atau lampu jauh. Sedangkan untuk kondisi standar ya itu tadi, cukup sebelah saja. Bahkan regulasi ini sudah umum di negara-negara maju, seperti uni-eropa, amerika, jepang, india, australia, singapura, malaysia dan sebagainya.

Bagaimana dengan di indonesia? Nah kejadian dual headlamp R15 menyala sebelah kok malah ditilang? Bagi fnc, hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi POLRI kepada para anggotanya. Bagaimana bisa praktisi hukum bisa ngawur dalam menganalisa tindakan pelanggaran pada pengendara? Semoga hal tersebut hanya ulah oknum saja. Dan patut kiranya Polri selaku pemilik instansi benar-benar memberikan sosialisasi yang lebih jelas kepada para anggotanya khususnya di satuan polantas. (fnc)

_____________

Related Post :

No Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...