Dovizioso Resmi Menjadi Legenda MotoGP di Momen Grand Prix Italia 2023

lexi

Motomaxone.com – Seri balap Motogp hadir di sirkuit Mugello Italia pada akhir pekan ini. Momen ini juga menjadi saksi dinobatkannya Dovizioso secara resmi menjadi Legenda MotoGP.

Pembalap italia ini resmi masuk dalam daftar Hall of fame di Mugello 2023. Dirinya pernah menjadi juara dunia grand prix 125 cc pada tahun 2004 dan juga pernah mencapai runner up MotoGP kala memperkuat Ducati. Selepas menjuarai  kelas 125 cc, Dovi naik ke kelas 250 cc GP250. Hingga di tahun 2008 naik ke kelas utama MotoGP.

 

Mengawali karir motogp bersama tim Honda hingga akhir 2011. Kemudian berpindah tim Yamaha Tech 3 hingga akhirnya hijrah ke Ducati pada 2013. Di tahun 2014, Dovi mampu meraih dua podium, 2015 lima podium dan 2016 lima podium pula. Terakhir, Dovi mencetak kemenangannya pada 2020 silam di sirkuit Austria. Namun Dovi kembali ke lintasan pada 2021 sebagai pembalap independen bersama Yamaha. Sebelum akhirnya menyatakan pensiun di Misano 2022.

STATISTIK:

24  kemenangan Grand Prix:

15 MotoGP™
4  GP250 (250cc)
5  GP125 (125cc)

103  podium GP: Dovizioso adalah salah satu dari 10 pembalap yang telah mencapai 100 podium.

62  podium di MotoGP ™

26  podium di kelas 250cc

15  di kelas 125cc.

20  pole position dan  22  lap tercepat

Juara Dunia 125cc  2004

15  kemenangan MotoGP™: Dovizioso adalah pembalap Italia tersukses ketiga di kelas utama dalam hal kemenangan

248 start kelas premier: Dovizioso berada di urutan kedua dalam daftar pembalap dengan start kelas premier terbanyak, hanya di belakang Valentino Rossi

Dari pengamatan penulis, Dovizioso yang cukup moncer di GP250 kala itu akhirnya dipromosikan ke kelas utama MotoGP pada tahun 2008 silam. Bukan dengan tim pabrikan, namun dengan tim satelit Honda yaitu JiR Honda Scot dengan warna motor silver kala itu.

Bersama tim pertamanya di MotoGP, Dovi cukup berprestasi sebagai pembalap rookie dikelas utama tersebut. Dimusim pertama itu, Dovi meraih podium (3th) pertamanya di GP Sepang Malaysia.

Pada musim 2009, Dovizioso dipromosikan ke tim pabrikan Repsol Honda. Seri perdana GP Qatar, Dovi mampu finish di P5 dengan motor dan tim barunya. Di musim 2009 pula, Dovi membukukan kemenangan pertamanya dikelas MotoGP yaitu saat gelaran balap di sirkuit Donington Park GP Inggris. Karena kemenangan perdana di donington itu pula, Dovizioso menyamai rekor Valentino Rossi dimana keduanya mampu menang di donington park dengan tiga kelas berbeda yaitu GP125, GP250 dan MotoGP.

Berbeda dengan musim 2009 yang biasa saja. Pada musim 2010, Dovi menciptakan penampilan yang cukup mengesankan. 4 podium di 5 seri pertama merupakan capaian Dovi yang sangat baik di Honda. Total 7 podium yang dikemasnya di musim 2010 namun dia hanya bisa berada di posisi 5 klasemen akhir motogp 2010 dengan tanpa kemenangan sekalipun.

Pada 2011, Dovi sempat terancam karirnya karena rencana kehadiran Casey Stoner yang pindah dari tim merah Ducati. Namun Repsol Honda masih mempertahankan Dovizioso dengan mendaftarkan 3 pembalap pada musim itu yaitu Dani Pedrosa, Dovizioso dan Casey Stoner. Pada musim ini Stoner meraih juara dunia motogp keduanya dan perdana bersama tim Repsol Honda dimusim pertamanya.

Tahun 2012, Repsol Honda tidak lagi memperpanjang kontraknya. Dovi menyeberang ke pabrikan lawan bersama tim satelit Yamaha Tech 3. Satu tim bersama Cal Cruthclow yang merupakan pembalap jebolan kompetisi WSBK.

Tahun 2013, Valentino Rossi yang hengkang dari Ducati untuk kembali bersama Yamaha memberikan angin segar Dovizioso dirilik oleh tim pabrikan. Seiring dengan keluarnya Rossi, Dovi lah yang bergabung dengan tim pabrikan Ducati. Berpartner dengan Nicky Hayden kala itu, mereka berdua mengendarai Ducati GP13.

Tahun 2014, Dovi masih bertahan di Ducati. Namun dengan pasangan baru, Cal Cruthclow menggunakan motor baru Ducati GP14. Ditahun berikutnya 2015, Dovi masih bertahan bersama Ducati namun dengan pasangan baru lagi yaitu kompatriotnya Andrea Iannone. Keduanya dibekali dengan motor Ducati GP15. Sepasang pembalap ini bertahan hingga musim 2016.

Pada tahun 2017 bersama Ducati GP17, Dovizioso lagi-lagi masih bertahan dengan Ducati. Pasangannya baru lagi, pembalap yang keluar dari Yamaha saat itu yaitu Jorge Lorenzo. Bersama Ducati GP17, Dovizioso sangat kompetitif. Dovi menjadi penantang utama gelar juara dunia yang disandang Marc Marquez saat itu dan bahkan menjadi kandidat kuat juara dunia musim itu.

Namun sayang, di seri terakhir GP Valencia Dovi terjatuh bersama Ducati GP17 nya sehingga kehilangan poin dan menyerahkan gelar juara dunia kembali ke tangan Marc Marquez dan Repsol Honda.

Di 2018, Dovi masih bertandem dengan Jorge Lorenzo. Namun di 2019, Dovi berpasangan dengan Danilo Petrucci seiring pindahnya Lorenzo ke Repsol Honda yang belum sampai setahun kompetisi akhirnya memutuskan pensiun. Tahun 2020, Dovi masih bertandem dengan Petrucci. Namun pada tahun 2021, Dovi putus kontrak dengan Ducati karena tidak tercapainya kesepakatan kontrak. Dikesempatan yang sama, Ducati melakukan peremajaan pembalap dengan menempatkan Pecco Bagnaia dan Jack Miller di tim pabrikan Ducati.

Dipenghujung karirnya, pada 2021 Dovizioso kembali ke Yamaha. Masih bersama tim satelit dengan sponsor Petronas Yamaha. Dirinya bertandem dengan Valentino Rossi setelah sekian lama menjadi rival.

Bagi penulis, Dovizioso sosok yang mirip seperti Pedrosa. Penampilannya terbilang kurang stabil dari musim ke musim. Namun selalu menyuguhkan duel berkelas melawan pembalap bintang dari tim utama pabrikan lain. (fn)