Analisa Kebijakan Lemah Pemerintah Tentang BBM Yang Kurang Edukatif Untuk Masyarakat, Bahan Bakar Jenis Baru Ron 90 Akan Siap Mei 2015

pertamina

Wacana beralihnya BBM Premium dengan Ron 88 menjadi Ron 90 mendapat beragam pendapat dikalangan masyarakat. Bagi pengusaha SPBU, mereka menyambut baik dengan datangnya BBM Ron 90 sebagai alternatif pengganti bertingkat dari jenis premium. Namun akankah sefektif yang diinginkan?

Pengadaan BBM Ron 90 terkesan tanggung untuk tujuan mengedukasi masyarakat aga terlepas dari ketergantungan mereka pada premium. Namun disisi lain ketersediaan Ron 90 yang disebut-sebut sebagai premix reborn ini nyatanya tak langsung menggantikan premium. Nah loh… menurut informasi yang fn terima meskipun Ron 90 nanti akan diluncurkan kalau tidak salah Mei 2015 mendatang, SPBU masih akan mendapatkan ketersediaan Premium (Ron 88) dan bahan bakar jenis terbaru tersebut yang dipastikan memiliki Ron 90.

Inilah yang fn maksudkan bahwa pemerintah terkesan tanggung dalam mengedukasi masyarakat akan ketergantungan premium. Harusnya untuk jika ingin mengubah daya pikir masyarakat, hapus saja premium… beres kan. Apalagi disparitas premium dengan jenis pertamax bagi fn tak terlalu berpengaruh. Mengapa fn menyebutkan demikian?

Pemerintah cukup plin plan dengan kenaikan BBM lalu cukup membingungkan masyarakat dengan melakukan perubahan harga dasar BBM bersubsidi. Yang kemudian didapati harga dasar minyak dunia yang turun berbanding terbalik dengan harga baru BBM subsidi yang ditetapkan, yang artinya penetapan harga BBM subsidi dari pemerintah lebih mahal. So, pemeritah pun berdalih untuk menghemat anggaran ‘LAGI’ subsidi BBM premium dihapus alias sudah tanpa subsidi. Hal ini berakibat naik turunnya harga yang mengikuti kondisi minyak dunia. Apakah hanya premium? Pertamax pun demikian adanya.

Harga yang terombang ambing, awal kalinya membuat peekonomian kelas bawah terguncang. Harga bahan pokok tidak stabil yang kemudian akhirnya, stabil juga saat masyarakat sudah terbiasa dengan harga baru tersebut. Harusnya ini menjadi momen tepat untuk sepenuhnya beralih ke premium jika pemerintah sudah mulai kesulitan untuk menyediakan premium bagi masyarakat.

Untuk informasi Pertamax 95 Rp. 9850, Pertamax 92 Rp.8600, Premium 88 Rp. 7600. Disparitas bbm saat ini yang tak terlalu jauh akan menjadikan positioning harga Ron 90 menjadi dilematis. Bahkan terkesan nanggung meskipun disebutkan bahwa ron 90 sebagai bahan bakar jenis baru yang tidak akan mengikuti harga dunia. Loh kok bisa?? Jika terdapat penetapan harga yang tak memungkinkan mendapat perubahan, terdapat campur tangan subsidi dong? Lha wong untuk penyediaannya saja sudah memakan anggaran. Fn sangat tidak setuju jika dengan adanya Ron 90, premium masih disediakan. Untuk alasan apapun itu, usaha meng edukasi masyarakat akan memiliki hasil NOL. So, hilangkan sama sekali ron 88 akan menjadi lebih baik dengan konsekuensi harga yang bakal sama seperti kita semua membeli pertamax, mau tak mau menerima harga dasar yang akan lebih mahal ketimbang premium tentunya. (~fn)

No Comments

Kolom Komentar