Adaptive Headlight System, Fitur Baru Keselamatan Berkendara

BMW-k1600-tech

Setiap waktu, dunia permotoran di indonesia perkembang ke arah yang lebih baik. Baik dalam artian mengarah pada perubahan teknologi yang lebih maju dibandingkan sebelumnya. Seperti halnya migrasi dari sistem pengapian platina ke CDI dahulu. Banyak yang menyangsikan akan efektifitasnya, namun lambat laun efek tersebut terjawab.

Begitu juga dengan teknologi yang beberapa tahun belakangan ini marak di dunia otomotif roda dua. Sistem injeksi, sistem ini memungkinkan dalam memaksimalkan bahan bakar untuk terbakar sempurna di dalam mesin. Sehingga diharapkan sistem ini mampu menghemat bahan bakar kendaraan roda dua lebih baik dibandingkan sistem karburator. Tentunya dengan dukungan dari ECU yang merupakan otak pengapian terkomputerisasi sebagai pengganti CDI.

Sudut_belok

Tak bisa dipungkiri, teknologi roda dua sedikit banyak mengadopsi daripada teknologi kendaraan roda empat. Tak ada salahnya memang, sejauh teknologi tersebut berdampak lebih baik pastinya sah-sah saja. Apalagi jika teknologi tersebut memiliki hubungan erat dengan keselamatan berkendara. Wajib untuk diaplikasikan pada kendaraan roda 2 yang notabenenya memiliki tingkat bahaya yang 2 kali lebih tinggi.

Seperti sebuah teknologi yang bernama Adaptive Headlight System, merupakan teknologi baru yang dikembangkan oleh produsen mobil di dunia. Fitur/teknologi ini memaksimalkan peran lampu utama sebagai penerang jalan terutama di malam hari. Fitur ini memungkinkan sorot lampu utama dapat bergerak sesuai dengan arah kemudi kendaraan sehingga mampu menyesuaikan jalanan yang akan dilalui.

ilustrasi-

Apa bedanya dengan lampu konvensional? Umumnya, sorot lampu model konvensional hanya akan menyorotkan sinar lampu kedepan tegak lurus dengan arah kendaraan, entah kendaraan tersebut dalam keadaan jalan lurus atau jalan berbelok, sorot cahaya akan tetap mengikuti body kendaraan bukan mengikuti kemudi. Nah, teknologi ini baru ini akan lebih beraksi pada posisi kemudi, kecepatan dan sudut elevasi kendaraan tersebut dengan bantuan sensor yang nantinya akan memberikan input pada ECU sehingga sorot cahaya kendaraan tersebut akan ikut berbelok saat kendaraan sedang berbelok.

Kendaraan dengan teknologi Adaptive Headlight System ini menempatkan beberapa sensor-sensor pendukung untuk mendeteksi kecepatan kendaraan, seberapa banyak pengemudi memutar kemudi atau steering dan juga ‘yaw’ kendaraan tersebut. Yaw sendiri merupakan gerakan rotasi kendaraan terhadap sumbu vertikalnya, jadi bila kendaraan terdeteksi spin, maka yaw  kendaraan bergerak dan berubah kemudian sistem akan memerintahkan lampu headlamp untuk menyesuaikan arah sorotannya ke jalan. Sebuah sistem adaptive headlights pada umumnya dapat bergerak sejauh 15 derajat dari garis tengah, jadi secara keseluruhan sistem ini dapat bergerak dengan bebas sejauh 30 derajat.

BMW K1600 Tech 2

Diawal tahun 2011, teknologi Adaptive Headlight System ini untuk pertama kalinya diaplikasikan pada jenis kendaraan bermotor roda dua milik BMW. BMW K1600 diklaim sebagai motor pertama yang menggunakan teknologi ini. Bahkan dengan fitur barunya ini, motor bergenre touring ini terpilih sebagai motor touring terbaik tahun 2012 lalu.

Tentunya pemilihan sebagai motor touring terbaik tersebut tak lepas dari teknologi baru yang diaplikasikan pada motor tersebut. Namun menurut saya, teknologi ini sangat bermanfaat pada model motor yang penempatan lampu utamanya berada pada fairing depan terpisah dari kemudi. Misalnya motor-motor dengan model sport full fairing dan juga skutik yang lampu utamanya berada di fairing depan bukan di batok depan menyatu dengan kemudi. Hal ini sangat bermanfaat membantu pandangan biker saat harus melewati belokan dalam keadaan gelap. Bagaimana dengan lampu utama yang menyatu dengan kemudi seperti moped dan motor batangan ‘naked bike’. Sedikit banyak fungsi Adaptive Headlight System sudah terakomodir dengan bantuan gerakan kemudi meskipun bersifat manual. So, perlu juga teknologi ini diaplikasikan pada semua jenis kendaraan roda dua untuk mendukung kenyamanan dan keamanan berkendara. (fnc)

6 Comments

Kolom Komentar