Tips Berkendara Bagi Biker Yang Menderita Asma

Bagi seorang biker sejati, berkendara dengan motor kesayangan adalah hal yang paling disukai. Sejauh apapun perjalanan, tak pas rasanya bila tanpa kuda besinya.

Namun bagi biker yang memiliki penyakit ASMA, tentunya kesenangan akan melibas jalanan berkilo-kilo meter akan menjadi pantangan tersendiri. Mengingat, jika dirinya sendiri tak menjaga kesehatan akan pemicu Asma bukan tidak mungkin serangan asma akan datang disaat biker tersebut sedang berkendara.

Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan namun penyempitan ini bersifat sementara.

Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan memengaruhi saluran pernapasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Oleh karenanya sebisa mungkin biker harus menjaga jangan sampai pemicu tersebut datang. Banyak cara yang digunakan, salah satunya adalah dengan memakai masker. Bagi penderita asma, alangkah baiknya membeli masker yang berkualitas lebih baik dibandingkan masker yang digunakan biker pada umumnya. Hal ini untuk meminimalisir udara kotor yang terhirup. Tau sendiri bukan, akan kotornya udara dijalanan. Udara kotor yang kebanyakan berasal dari emisi gas buang kendaraan secara tak disadari menjadi menu biker sehari-hari.

Bagi biker penderita asma, hal ini sangat penting karena polusi dijalanan tersebut adalah pemicu terbesar serangan asma. Tak cukup dengan masker saja, namun sediakan selalu inhaler atau pelega nafas lainnya. Sesegera mungkin berhenti untuk beristirahat saat serangan asma terjadi, jangan sekali-kali menahan sesak nafas berlebih dengan keadaan berkendara karena dapat berakibat fatal bagi jiwa bro/sis sendiri. Segera pakai inhaler/pelega nafas saat serangan asma terdeteksi sedikit, jangan menunggu sesak berlarut. Khusus bagi biker penderita asma, seringlah melatih pernafasan diafragma dibanding pernafasan dada atas. Karena kebanyakan penderita asma, sering kali memaksakan bernafas dengan pernafasan dada atas pada saat serangan asma datang. Pernafasan diafragma terbukti lebih baik efeknya untuk kesehatan karena tak melulu membebani paru-paru sehingga gejala asma pun dapat dihindari.

Selain itu tingkat stress yang terlalu tinggi juga dapat memicu serangan asma secara mendadak. Tak dianjurkan bagi penderita asma terlalu agresif dalam berkendara yaitu dengan kebut-kebutan. Santai, usahakan menikmati perjalanan tanpa terbebani urusan yang membuat stress meningkat. (fnc)

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...