Senggolan Sedikit Kena Hukuman, Bos Ducati : Mau Balapan Betulan atau Main Playstation !!

Motomaxone.com – Masih ingat dengan sosok seorang tua di garasi tim pabrikan Ducati Lenovo ? Seorang yang sering kali terlihat riang gembiranya kala Pecco Bagnaia sukses naik podium bahkan menjadi juara seri ? Yup, dialah Davide Tardozzi yang menjabat sebagai Manajer Tim Ducati Lenovo.

Manajer Ducati ini ternyata buka suara terkait sering nya insiden terjatuh di awal balapan MotoGP 2023. Rasa kesal disampaikan Tardozzi kala banyaknya keputusan yang dibuat penyelenggara balapan untuk memberikan sanksi atau hukuman kepada pembalap yang terlibat senggolan atau kecelakaan.

Seperti contohnya di grand prix jerez spanyol beberapa waktu lalu. Baru saja dimulai balapan tersebut, langsung keluar RED FLAG atas insiden kecelakaan yang melibatkan Bezzecchi, Quartararo dan M.Oliveira.

Atas kejadian itu, balapan itu pun diulangi dari awal kembali. FQ #20 diganjar Long Lap Penalty. Itupun FQ harus mengulang sanksi tersebut sebanyak dua kali karena di kesempatan pertama menyentuh garis batas lintasan. Insiden lain juga terjadi antara Joan Mir dan Bezzecchi yang mengalami kecelakaan. Hingga Johann Zarco yang menjadi pembalap terkhir di GP Jerez yang mengalami crash.

Satu hal lain yang menjadi perhatian Tardozzi adalah duel Bagnaia (Ducati) dengan Miller (KTM) saat memperebutkan posisi kedua. Bagnaia melakukan overtake dari sudut dalam dimana Miller juga sengaja menutup laju Bagnaia tersebut. Akibat hal tersebut, Bagnaia memberikan isyarat permintaan maaf namun bagi Stewart pihak penyelenggara, Bagnaia terlalu agresif sehingga dihukum penalty satu tempat.

Namun diakhir balapan Bagnaia keluar sebagai pemenang di MotoGP Jerez 2023 di race utama. Keberatan yang disampaikan Tardozzi cukup beralasan. Hanya Bagnaia yang dihukum, tapi tidak untuk Miller yang menyalip Jorge Martin dengan cukup berbahaya menurut pandangannya.

Hukuman Long Lap Penalty untuk Quartararo dan Morbidelli juga tidak adil menurutnya karena hal tersebut merupakan murni insiden balapan. Tardozzi memberikan saran untuk merevisi keputusan tersebut dengan menekankan bahwa MotoGP sejatinya olahraga balap laki-laki yang memang merupakan olahraga yang keras.

“Sudah terlalu banyak balapan dan bertahun-tahun semua pembalap mengeluhkan hal ini. Saya tidak tahu mengapa tidak ada yang mengambil keputusan,” kata Tardozzi.

“Tapi, bagaimanapun, itu bukan masalahku. Itu adalah masalah Dorna.Mereka harus memutuskan apakah mereka menginginkan balapan PlayStation atau balapan betulan,” jelas dia. (fn)

About MOTOMAXONE.COM 4656 Articles
*Seorang Muslim *Seorang Suami *Seorang Ayah *Seorang Publisher (Blogger) *Seorang penyuka otomotif dan teknologi informasi

Be the first to comment

Kolom Komentar