Sejarah Garis Keturunan Mesin 4 Tak MotoGP Besutan Honda. RC211V, RC212V dan RC213V

lexi

 

Motomaxone.com – Gelaran kejuaraan dunia MotoGP tidak terlepas dengan 2 nama besar yang membesarkannya. Honda dan Valentino Rossi, meski dimasa lalu keduanya berseteru namun tak bisa dipungkiri kenyataannya bahwa keduanya lah yang menjadikan MotoGP hingga seperti sekarang ini termasuk sempat bekerjasama diantara keduanya dan mencetak juara dunia.

Tiga sepeda motor yang susah payah dibangun Honda untuk kelas utama Grand Prix yaitu RC211V, RC212V dan RC213V. Ketiganya telah memenangkan lebih banyak balapan dan juga lebih banyak gelar juara dibandingkan pabrikan lainya. Hal itu tak lepas dari kombinasi teknis Honda sendiri dan pemilihan pembalap berbakat yang mereka rekrut. Sebut saja Mick Doohan, Valentino Rossi hingga Marc Marquez.

Sejarah Garis Keturunan Mesin 4 Tak MotoGP Besutan Honda. RC211V, RC212V dan RC213V

Bila dipadukan antara Honda RCV dan Honda NSR maka gelar dan kemenangannya lebih banyak lagi. Pabrikan yang setia didukung oleh sponsor utama Repsol sejak 1995 ini bisa jadi menjadi pabrikan paling sukes.

Untuk gelar juara dunia diraih sebanyak 15 kali dikelas utama digenerasi Repsol Honda.

6x juara dari Marc Marquez yaitu pada tahun 2013,2014,2016,2017,2018,2019
4x juara dari Mick Doohan pada tahun 1995,1996,1997,1998
2x juara dari Valentino Rossi pada tahun 2002,2003
1x juara dari Casey Stoner pada tahun 2011
1x juara dari Nicky Hayden pada tahun 2006
1x juara dari Alex Criville pada tahun 1999

Selain itu, ada lagi rekor total kemenangan dikelas utama sebanyak 183 kemenangan seri dan 1.454 kali podium.

Ajang balapan motor ini memang menjadi bagian yang sangat penting bagi Honda. Pekerjaan yang mereka lakukan di lintasan memiliki dampak cukup signifikan pada dunia sepeda motor pada umumnya di seluruh dunia. Hal ini tak lain karena pengaruh Soichiro Honda. Sebagai petinggi perusahaan dirinya seringkali mendesak para insinyur untuk membuktikan kemampuan teknologi perusahaan, mempercepat pengembangan dan menguji kreasi ditengah panas dan ketatnya persaingan.

Di awal mulanya, usaha balap Honda sendiri dijalankan melalui Honda Motor Company. Namun diawal 1970an divisi balap bernama Racing Service Center. Divisi ini secara terpisah khusus mengurus program balap dari perusahaan. Hingga pada tahun 1982 divisi ini berganti nama menjadi Honda Racing Corporation atau biasa kita kenal dengan singkatan HRC.

RC211V, RC212V dan RC213V adalah motor juara Honda yang dibangun diatas kontruksi mesin 4-tak. Ketiganya melanjutkan nomenklatur yang diadopsi oleh Honda untuk mencetak motor kompetisi pertamanya yang mendominasi kejuaraan dunia pada tahun 1960an. Sebut saja ditahun 1966, mereka membuat mesin 250 cc Inline-6 dikenal dengan nama RC166 yang mampu menghasilkan tenaga 60 bhp. Tahun 1966 dengan mesin 125 cc inline-5 bernama RC149 dan tahun 1967 dengan mesin 500 cc 4 silinder bernama RC181 yang mampu mencetak kecepatan tertinggi 260 km/jam.

Ternyata kode RC tidak mulai digunakan pada era grand prix 990 cc di tahun 2002. Namun jauh sebelum itu. Lalu apa yang dimaksud dengan kode nama RC itu ?

RC sendiri adalah singkatan dari Racing Cyrcle. 211 menunjukkan bahwa RC211V merupakan sepeda motor Honda GP Pertama abad ke-21 dan V adalah konfigurasi V dari mesin lima silinder besutan Honda. Sehingga RC212V adalah motor MotoGP kedua Honda di abad ke-21 dan RC213V adalah motor ketiga Honda diabad yang sama.

 

RC211V Periode Tahun 2002-2006

Disaat MotoGP menggunakan mesin 4-tak pada tahun 2022, Honda memang menjadi pionernya. Dimana pabrikan lain masih bertahan untuk membalap dengan mesin 2-tak. Saat itu Honda mengambil kesempatan untuk membangun sepeda motor yang diluar biasa dipuja di paddock MotoGP. RC211V dilengkapi dengan mesin berkontruksi V5 990cc 75,5 derajat dimana terinspirasi dari mesin V4 milik RVF750R RC45, motor pemenang World Superbike Championship pada periode tahun 1997. Kedua mesin itu memiliki platform ruang bakar yang sama termasuk ukuran bore dan stroke nya.

RC211V memiliki tiga silinder didepan dan dua silinder dibelakang. Menghasilkan timing yang luar biasa, yang berasal dari motor balap NSR500 dimana semua silinder menyala secara berurutan sehingga memberikan cengkeraman maksimal untuk ban belakang. Ditunjang desain rangka yang ringkas (compact) yang mampu memberikan kepercayaan diri para pengendara secara maksimal di tikungan.

Karena faktor itulah jajaran pembalap seperti Alex Barros, Valentino Rossi, Max Biaggi, Toni Elias, Sete Gibernau, Nicky Hayden , Marco Melandri, Dani Pedrosa, Makoto Tamada hingga Tohru Ukawa mampu memenangkan total 48 race MotoGP dalam periode 5 tahun sejak 2002 – 2006. Dengan rincian 3 kali juara dunia (Valentino Rossi 2x, Nicky Hayden 1x) dan 4 kali juara konstruktor.

Awal mulanya RC211V tidak menunjukkan potensinya. Tenaga maksimum hanya sekitar 220 bhp dan pengaturan optimal tidak cukup mudah untuk ditemukan. RC211V tercepat musim itu (generasi pertama dengan format nama MotoGP) adalah milik Tohru Ukawa. Pembalap tandem Valentino Rossi semasa di Repsol Honda itu mencatatkan kecepatan 324,5 km/jam saat di Mugello 2002. Setelah mencapai musim terakhir dari mesin 990cc pada tahun 2006, kekuatan penerusnya meningkat signifikan dibandingkan 220 bhp yang dicatatkan pada 4 tahun sebelumnya. RC211V milik Casey Stoner saat masih membela LCR Honda pada tahun 2006 mencetak top speed 334 km/jam di Mugello pada tahun tersebut.

Sasis atau rangka pertama dan mesin pertama yang dirancang untuk MotoGP memang mengikuti ide fundamental Honda yang berfokus pada sentralisasi massa. Hal ini mensyaratkan konsentrasi disekitar bodi tengah sepeda motor untuk meningkatkan agility, pengendaraan dan penanganannya.

Casey Stoner, RC211V, LCR Honda

Aspek yang sangat penting dari konsep tersebut adalah perpindahan tangki bahan bakar. Desain RC211V yang tidak biasa membawa sepertiga bahan bakar untuk ditempatkan dibawah pembalap untuk mendekatkan muatan bahan bakar ke pusat massa. Desain ini bagi pembalap tentu menjadi keuntungan khusus pada awal tahap balapan karena dimasa lalu mereka mengalami kesulitan dengan banyaknya bahan bakar yang disimpan dibagian atas motor. Departemen balap honda mengklaim, jika NSR500 mencapai 70 persen dari potensinya dalam hal performa di lap pertama maka RC211V berada diantara 80 s/d 90 persen.

Selain desain sasis yang tidak biasa, hal yang benar-benar membuat perbedaan pada RC211V baik dengan ban baru maupun ban bekas adalah kurva torsinya yang datar. Hal tersebut memungkinkan pembalap mempertahankan pengendalian motor dengan lebih baik karena putaran per menitnya meningkat tetapi torsi yang didapatkan tetap sama sehingga cengkeraman ban tidak mengalami masalah.

Gelar pertama RC211V dimiliki oleh Valentino Rossi pada musim 2002 dan 2003. Dan ditutup oleh Nicky Hayden yang memenangkan kejuaraan pada balapan terakhir di Valencia pada tahun 2006. Momen Nicky Hayden ini memang cukup membekas karena dianggap sebagai momen comeback Repsol Honda setelah kepergian Valentino Rossi ke Yamaha.

RC212V Periode Tahun 2007-2011

Regulasi MotoGP diubah kembali pada tahun 2007. Kapasitas mesin dikurangi, dari 990 cc menjadi 800 cc. Regulasi ini seolah untuk membatasi kemampuan motor pada kecepatan tertinggi dengan alasan safety. Pada periode ini HRC cukup bekerja keras. Menciptakan era motor balap baru miliknya. RC212V dibangun dari banyak pengalaman RC211V namun, HRC memastikan RC212V benar-benar motor baru dengan ditenagai mesin V4.

Mesin lebih kecil akan menghasilkan power dan torsi yang lebih sedikit pula, sehingga gaya balap yang diperlukan pun berbeda. Pada masa ini, kecepatan tinggi saat menikung sangat diutamakan. Sudut mesin V4 lebih sempit diantara tepiannya menghasilkan 18.000 RPM, 2.000 RPM lebih banyak dari RC211V. Motor ini juga dibekali dengan pegas pneumatik untuk mengendalikan naiknya katup/klep yang lebih baik pada kecepatan mesin yang lebih tinggi.

Dani Pedrosa, RC212V, 2008

Kurva daya yang lebih tinggi dari 800 membuatnya membutuhkan penggunaan alat bantu elektronik yang lebih canggih termasuk didalamnya adalah anti wheelie, kontrol traksi dan Launch Control. Evolusi perangkat elektronik ini merupakan kemajuan terpenting di era MotoGP bermesin 800 cc.

Meskipun demikian, ternyata mesin 800 cc mencatatkan waktu putaran yang lebih cepat dari mesin 990 cc di sebagian besar lintasan balap karena kecepatan menikung yang lebih tinggi memberikan dampak yang lebih baik dibandingkan melakukan pengurangan dalam hal akselerasi dan kecepatan maksimum.

Faktanya, Dani Pedrosa cukup membukukan kecepatan maksimum 317,6 km/jam bersama RC212V namun mencatatkan waktu lebih lambat hanya 0,037 detik dari rekor lap 1’48.969s yang dicetak Marco Melandri pada musim 2006.

Sejarah Garis Keturunan Mesin 4 Tak MotoGP Besutan Honda. RC211V, RC212V dan RC213V

Mesin RC212V memang diawali dengan kondisi yang cukup sulit. Tak langsung meraih kesuksesan seperti RC211V dulu. Kesulitan awal terletak pada menghasilkan tenaga yang ramah pengendara meskipun memiliki kapasitas dan performa mesin yang lebih rendah daripada mesin 990 cc. Tim HRC disibukkan dengan pengerjaan mesin, sasis dan elektronik yang tiada henti hingga Honda memperkenalkan dua teknologi penting. Dipinjam dari Formula 1. Sensor torsi dipasang diporos sekunder girboks. Mereka menyebutnya Torductor yang mengukur tenaga yang ditransfer ke ban belakang dan elektronik mempengaruhi data ini secara real-time, membantu pembalap menggunakan tenaga maksimum yang tersedia setiap saat selama balapan.

Tahun berikutnya seamless gearbox diperkenalkan. Menjadikan perpindahan gigi transmisi lebih halus dan lebih cepat.

HRC cukup sibuk. Mendesain beberapa rangka yang cocok untuk RC212V. Membuat kombinasi terbaik antara respon kecepatan rendah dan stabilitas di kecepatan tinggi. Dimulai dari rangka aluminium CNC kemudian menguji sasi komposit dari aluminium dan serat karbon hingga pengembangan suspensi Ohlins pada 2010.

Casey Stoner, RC212V, 2011

Hasil kerja keras HRC terbayar manis dipenghujung masa bakti mesin RC212V. Casey Stoner yang baru pindah dari Ducati, menjadi juara dunia di tahun pertamanya bersama Repsol Honda pada tahun 2011. Sekali lagi hal ini membuktikan, Honda membutuhkan pembalap handal untuk bisa memenangi kejuaraan.

RC213V Periode Tahun 2012 hingga Sekarang

Periode mesin baru. Regulasi MotoGP diubah kembali. Kapasitas mesinnya ditingkatkan menjadi 1.000 cc. Insinyur Honda berencana menciptakan mesin baru untuk MotoGP 2012. Mesin V4 baru dihadirkan dengan sudut 90 derajat, lebih lebar dari model sebelumnya.

RC213V bukan platform mesin V4 90 derajat yang pertama dibuat Honda. NR500 dengan mesin piston oval adalah inspirasi utama dari platform mesin RC211V dengan ditenagai mesin V4 90 derajat. Seperti motor produksi massal VF750, VFR750, RC30 dan RC45 dari tahun 80an dan 90an.

Mesin V4 90 derajat memberikan keuntungan yang cukup banyak. Keseimbangan membuatnya lebih halus, lebih handal dan lebih mudah disetting. Termasuk ketika perlu menyesuaikan pengaturan waktu untuk mencari tenaga dan torsi maksimum.

Mesin V4 90 derajat memang tidak ringkas seperti mesin 75 derajat sehingga perlu mendesain ulang komponen seperti sasis, airbox, knalpot hingga tangki bahan bakar dengan mengurangi ukuran keseluruhan yang tersebut.

Mesin 1000 cc bekerja lebih baik. Dani Pedrosa mampu memperbaiki rekor lap di Mugello pada tahun 2002. Mampu mencetak kecepatan tertinggi 342,9 km/jam. 18,4 km/jam lebih cepat dari RC211V. Meskipun demikian di tahun 2012 ini Honda tidak mampu mempertahankan gelar juara dunianya.

Tahun 2013, adalah masa kejayaan Honda. Munculkan dominasi kekuatan Honda ini tak lepas dari dua faktor, RC213V dan Marc Marquez. Gaya berkendara agresif Marc dan strategi late braking terbukti efektif. Menjadikan Marc mengantarkan Honda menjadi Juara Dunia MotoGP kembali. Sekali lagi, faktor kehandalan pembalap membuat RC213V mudah merengkuh gelar.

Tahun 2014. Honda semakin terlihat kuat, disamping faktor lain yaitu lemahnya pabrikan tim lain. Kombinasi RC213V + Marc Marquez membuat Honda mendominasi musim balap MotoGP 2014. Total 18 balapan, 13 diantaranya dimenangkan Honda. Rekor yang ditorehkan Marc Marquez ini menyamai rekor Mick Doohan bersama NSR500 pada 1997.

Tahun 2015. Bukan fase turunnya kesaktian duet RC213V + Marc Marquez. Tapi pabrikan lain yang mengalami perkembangan lebih baik. Meski duet Marquez-Pedrosa mampu memenangi 7 balapan, tapi Honda gagal mempertahankan gelar juara di tahun tersebut, setelah gelar juara itu jatuh ke tangan Lorenzo dari Yamaha.

Namun kegagalan itu hanya sementara. Di tahun 2016, terdapat sedikit perubahan peraturan diantaranya Michelin mengambil alih sebagai pemasok ban tunggal dari Bridgestone sebagai mitra pemasok ban. Kemudian merk ECU yang sama untuk semua pabrikan diperkenalkan, menggantikan ECU yang dibuat sendiri oleh pabrikan untuk menyaman kedudukan semua tim balap agar lebih kompetitif.

Marc Marquez, RC213V, 2022

Dampaknya, mesin RC213V didesain ulang, termasuk keputusan untuk membalikkan arah putaran crankshaft dan memodifikasi timing agar tenaga lebih mudah diatur. Dalam fase ini Aerodinamika juga semakin penting, dengan hadirnya fairing baru yang meningkatkan beban aerodinamis dibagian depan RC213V membuatnya semakin meningkatkan stabilitas dan semakin menguranggi efek wheelie yaitu roda depan terangkat saat berakselerasi.

RC213V dan Marquez meraih kembali gelar juara dunia di 4 tahun berikutnya secara beruntun yaitu di tahun 2016 s/d 2019. Bukan hanya pembalapnya saja, namun gelar konstruktor juga didapatkan oleh mereka.

Terlepas dari itu semua pada seri GP Mugello 2019, Cal Cruthclow dari LCR Castrol Honda mencatatkan kecepatan tertinggi 354,7 km/jam. Rekor kecepatan ini lebih cepat 30 km/jam dari RC211V. Di seri balap Mugello ini, Marc Marquez memang tidak menjadi pemenang. Dirinya finish dibelakang Petrucci yang meraih podium saat itu. Namun bila diamati kembali perkembangannya, full lap yang dicatatkan di Mugello 2019 lebih cepat 2 menit dari balapan di tahun 2002.

Marc mengakhiri musim 2019 dengan kemenangan seri Valencia. Kemenangan ke 56 di kelas MotoGP dan yang ke 81 untuk Honda RC213V selama 8 tahun dan 145 balapan di era MotoGP 1.000 cc.

Selepas tahun 2019, merupakan masa sulit Honda kembali. Masih dengan RC213V nya. Namun dengan performa Marc Marquez yang berbeda pasca berkali-kali operasi karena kecelakaan hebat yang dialaminya. Rekan setim yang berganti dari Alex Marquez dan Pol Espargaro juga belum memberikan sumbangan apa-apa untuk Honda. Hanya rekor Marc Marquez yang mencatatkan top speed 349,5 km/jam bersama RC213V 2022 saat di FP1 seri GP Australia tahun lalu. Tiga tahun selepas 2019 hingga saat ini. Honda hanya bisa membantu Marc Marquez menambah kemenangan sebanyak 3 kali saja dengan total 59 kemenangan untuk pembalapnya selama 11 tahun. Juga kemenangan yang ke 84 untuk RC213V selama 11 tahun terhitung hingga sekarang. (fn)

credit :

Valentino Rossi, RC211V, Repsol Honda