Pulsar 200NS, Tanpa AHO !!

AHO (Automatic Headlight ON), seberapa penting sih bro? Menyalakan dan mematikan lampu motor sama-sama diperlukan oleh pengendara motor karena ada keuntungan dan kerugiannya bilamana lampu motor tersebut selalu dalam keadaan menyala.

Produk baru yang sedang booming dijagad online dunia otomotif roda dua pun menjadi sorotan utama akan untung dan ruginya mengaplikasikan AHO. Ya, Pulsar 200NS yang baru-baru ini resmi diperkenalkan Bajaj India ke publik ternyata tak mengaplikasikan AHO.

Peraturan untuk menerapkan AHO memang patut diulas lebih mendalam. Dikatakan bahwa salah satu tujuannya adalah mendukung program pemerintah tentang safety riding. Sudah benarkah tujuan tersebut..?? Tanpa menggunakan AHO, toh pemilik motor yang headlamp nya masih menggunakan saklar juga mentaati peraturan pemerintah tentang menyalakan lampu di siang dan malang hari.

Ditakutkan lupa menyalakan lampu..??, Yang namanya peraturan baru memang butuh sosialiasi yang baik dan teratur. Bukan dengan cara tergesa-gesa bukan…? Begitulah sebaiknya mensosialisasikan peraturan tersebut.

Mosok yo, menyalakan lampu utama disiang hari saja harus dipaksa?, dengan cara mengaplikasikan AHO. Menyalakan lampu untuk tujuan safety riding, harus muncul dari kesadaran pribadi masing-masing. Seperti halnya pada lalu lintas malang misalnya, sudah banyak yang memiliki kesadaran akan pentingnya menyalakan lampu disiang hari. Bagi yang belum sadar, setidaknya akan merasa risih karena hanya dia sendiri yang tidak menyalakan lampu. Hasilnya, dia pun sadar karena takut ditilang dan akhirnya menyalakan lampu juga.

Bila sudah sampai dirumah, atau melewati gang-gang sempit dimana banyak orang yang duduk didepan rumah sekedar berkumpul dengan tetangga. Patut kiranya, kita sebagai pengendara santun dan sopan dengan cara mematikan lampu karena pasti lampu tersebut menyorot mata orang2 yang sedang duduk. Kita berada di indonesia yang kental dengan adat dan norma kesopanan. Bukan di eropa yang jalannya begitu luas dan lebar.

Menyalakan lampu secara lifetime juga membuat kerugian pada pemilik kendaraan yang mengaplikasikan AHO karena lampu akan cepat aus dan habis masa pakainya lebih cepat dibandingkan yang memiliki opsi saklar. AHO bukan sebagai alat ampuh safety riding, AHO pun juga tak mencegah terjadinya kecelakaan. Walau memakai AHO, tapi hobi dengan ngebut sama saja bukan. Butuh usaha dari pemerintah dan segenap masyarakat akan kesadaran akan pentingnya mentaati peraturan demi kebaikan bersama.

===============

Terlepas dari masalah AHO, Pulsar 200NS memang benar2 menarik perhatian. Bergabungnya KTM dengan Bajaj Auto membawa dampak positif akan eksistensi produk dalam negeri india tersebut. Betapa tidak Bajaj secara berani keluar dari pakem lamanya yang menurut banyak orang diluar india tentunya menganggap produk lawasnya ber-desain nyleneh, berubah wajah dengan desain ala eropa, teknologi tak kalah mantab dengan produk jepang menjadikan produk anyarnya yang dimulai dari Pulsar 200NS patut mendapat apresiasi.

Sekali lagi, bajaj sebagai produk lokal sukses menunjukkan eksistensi nya ditengah serangan produk asing. Tentunya berkat kerjasama dan kemuaan keras anak negerinya untuk tak serta merta ngalah, melainkan lebih menunjukkan kemampuan mereka kepada dunia bahwa mereka “BISA”. Bukan hal yang sulit, dan bukan pula merupakan hal yang mudah. Semoga.

Gallery Pulsar 200NS (3) :

Sumber Photo : xBhp

 

No Comments

Kolom Komentar