Penjualan Motor Suzuki Indonesia Terjun Bebas, Nih Tanggapan Salah Seorang Internal Honda…..

satria_F150-SE

Pembaca sekalian, sebuah ATPM tak akan bisa terfokus pada 2 jenis produk dagangannya jika masih berada dalam satu struktur manajemen. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan akan terdapat prioritas produk diantara keduanya untuk dijadikan line up produk secara keseluruhan.

Begitu mengejutkan melihat data AISI yang menyebutkan bahwa produk roda dua Suzuki Indonesia semakin mengalami kemunduran tiap tahunnya. Tercatat selama 3 tahun terakhir ini penjualan secara keseluruhan produk mengalami penurunan yang signifikaan. Jika pada tahun 2011 lalu Suzuki masih bisa menembus angka penjualan motor sebanyak 494.481 unit, namun tidak untuk tahun berikutnya.

Bukan malah meningkatkan sektor penjualan produknya, di tahun 2012 Suzuki indonesia kembali mengalami penurunan penjualan hingga 465.630 unit. Begitu juga dengan tahun 2013 lalu, Suzuki Indonesia kembali mengalami penurunan tingkat penjualan produknya. Dihimpun dari detik, Suzuki Indonesia dikabarkan menutup tahun dengan memberikan informasi penjualan produk sebanyak 393.803 unit. Data yang dikeluarkan resmi oleh Suzuki ini berbeda dengan data yang dimiliki AISI dimana menyebutkan bahwa di tahun 2013 Suzuki Indonesia hanya mampu menjual 374.413 unit motor.

So apakah hubungannya dengan tidak fokusnya suzuki dalam struktur organisasinya? Kilas balik, pada suatu kesempatan fnc pernah ngobrol dengan salah seorang internal AHM saat acara resmi honda yang bertempat disalah satu kota dijawa timur. Ngobrol santai hingga fnc coba memancingnya dengan memberikan persamaan dengan ATPM Suzuki Indonesia. Menurut beliau, kesalahan suzuki dalam fokusnya pada produk roda dua adalah tidak adanya manajemen terpisah untuk bisa terfokus pada satu jenis barang dagangan.

sis

Kita ketahui bersama, terdapat kesamaan antara Honda dan Suzuki yaitu sama-sama memproduksi 2 jenis produk dagang yang sama yaitu mobil dan motor. Bedanya, Honda Mobil dan Motor memiliki manajemen terpisah yang memungkinkan bisa terfokus pada produk yang dihasilkan tanpa terpengaruh keputusan lainnya. Berbeda dengan Suzuki, menurut beliau keputusan suzuki meleburkan manajemen menjadi satu antara dua jenis dagangannya menjadikan salah satu jenis produk mendapatkan dampaknya.

Secara penjualan, produk Suzuki Mobil lebih moncer dibandingkan penjualan roda dua. Oleh karena itu manajemen lebih memprioritaskan mobil sebagai tulang punggung dari suzuki itu sendiri, sedangkan motor malah terkatung-katung tanpa kejelasan tujuan. So, jangan heran jikalau Suzuki adem ayem saja meskipun penjualan motor melorot drastis seperti data yang disodorkan oleh AISI. (fnc)

______________________

Berita Terkait :

No Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...