Jangan Salah Beli, Berikut Perbedaan Rem ABS dan Rem CBS !

lexi

Motomaxone.com – Sebagian besar masyarakat awam dalam hal pengetahuan mereka tentang otomotif. Demikian juga dengan pemahaman mereka tentang perbedaan sistem pengereman ABS dan CBS. Jadi jangan sampai salah beli lho brosis.

Beragamnya fitur pengereman ini tidak lepas dari perkembangan dunia otomotif. Umumnya, kendaraan roda dua yang dipasarkan di Indonesia saat ini dibekali dengan 3 sistem pengereman yaitu Konvensional (tanpa ABS dan CBS), CBS dan ABS.

Penulis tidak perlu membahas sistem pengereman konvensional, mengingat sebagian besar masyarakat sudah mengetahuinya. Yang patut kita bahas saat ini adalah sistem rem CBS dan ABS yang biasa disematkan pada kendaraan skuter matic yang menguasai market share di Indonesia.

Memahami perbedaan rem CBS dan rem ABS menurut penulis penting. Agar khalayak tidak salah beli. Tidak juga membeli hanya karena rekomendasi sales2 motor. Dengan mengetahui dan memahami, maka anda bisa memilih yang sesuai dengan budget di dompet misalnya.

Btw, siapa disini pembaca sekalian yang masih menganggap sama antara sistem pengereman ABS dan CBS ? padahal keduanya sama sekali tidak sama sistem kerjanyanya, dan perbedaan keduanya sangat signifikan sekali.

Rem CBS ( Combi Brake System )

Mengutip dari otomotif melalui pihak astra motor mengatakan bahwa CBS berfungsi mengoptimalkan sistem pengereman melalui rem depan dan belakang yang bekerja bersamaan melalui tuas handel rem kiri, sedangkan tuas rem kanan untuk mengefektifkan fungsi rem depan untuk menghentikan laju kendaraan.

Sistem CBS dikenalkan oleh Honda motor sebagai istilah teknologi pengereman yang mereka kembangkan. Berupa sistem pengereman kombinasi antara depan dan belakang yang bekerja secara bersamaan hanya dengan menekan satu tuas handle rem sehingga cara kerjanya hanya dalam konsep mekanikal saja, jadi berbeda dengan ABS yang melibatkan sensor hingga ECU.

Secara singkat sistem pengereman CBS mengandalkan tuas handle rem sebelah kiri, disitu dilengkapi equalizer yang bercabang ke dua kabel. Satu kabel mengarah ke rem belakang, sedangkan kabel lainnya mengarah ke konektor yang menarik knocker untuk mendorong piston hidrolik pada master rem depan.

Rem ABS ( Antilock-Braking System)

Antilock Brake System berfungsi menjaga roda motor agar tetap stabil saat melakukan pengereman mendadak. Sistem pengereman ini juga mencegah terkuncinya roda yang dapat mengakibatkan roda motor selip dan tergelincir. Teknologi ABS memiliki cara kerja berdasarkan Sensor Wheel Speed yang memiliki fungsi mendeteksi putaran roda saat melaju. Sepeda motor yang sudah memiliki fitur ABS ini biasanya memiliki Disk Sensor ABS pada bagian roda.

Diwaktu roda motor mulai berputar, Sensor Wheel Speed akan mengirimkan informasi pada Engine Control Unit (ECU). Data dari ECU tersebut kemudian diolah ke modulator untuk kemudian ECU akan menghidupkan solenoid.

Pengereman kuat disaat waktu mendadak akan menghasilkan roda motor terkunci. Disaat roda motor mulai mengunci, modulator ABS akan mengurangi tekanan fluida (minyak rem) sehingga menyebabkan penguncian roda berkurang. Setelah itu modulator ABS juga akan memerintahkan menaikkan fluida sehingga menguatkan kembali pengereman.

Dengan sistem ABS itu, pengendara motor tidak takut tergelincir meski melamukan pengereman mendadak sekalipun. Cara kerja mengurangi dan menaikkan tekanan pada fluida itu terjadi pada kecepatan 15-50 kali per detik sampai pengendara melepaskan jarinya dari tuas handle rem itu. Secara singkat, cara kerja ABS itu mirip dengan saat anda menekan tuas rem dan melepas tuas rem secara berulang, bedanya hal itu terjadi otomatis karena bantuan perangkat ECU.