Fakta Sejarah GP Argentina [History of Motocycle Grand Prix in Argentina] Flashback………

GP Argentina
GP Argentina

Pembaca sekalian, Argentina yang selama ini begitu terkenal dengan tim sepak bola yang sempat ditakuti kala diperkuat oleh pebola legendaris Diego Maradona kini menggelar kembali gelaran balap MotoGP di akhir pekan ini setelah 14 tahun lamanya sempat absen.

Yup. Bagi motogp, GP Argentina yang akan digelar di sirkuit Termas de Rio Hondo ini bukan sirkuit yang begitu baru layaknya gelaran perdana GP Austin tahun lalu. Termas de Rio Hondo pernah menjadi bagian dari sejarah balap motor di dunia.

1961 – Event terakhir di tahun ini diadakan di Buenos Aires yang mana merupakan event pertama kalinya bahwa gelaran grand prix diselenggarakan di luar benua biru Eropa.Tidak semua ‘top rider’ dalam kesempatan saat itu dan GP 500cc berhasil dimenangkan oleh Jorge Kissling yang merupakan pembalap asal argentina.

Disini pula GP kelas 125 mencatatkan sejarah penting ketika penantang juara Ernst Degner dari Jerman Timur tidak memulai balapan sehingga dimenanglkan oleh pembalap asal australia Tom Phillis sehingga secara resmi Phillis mengambil alih gelar juara dunia dan gelar ini merupakan yang pertama untuk Honda di kelas 125cc.

1962 – Untuk kesekian kalinya, Grand Prix disini kembali tidak didukung oleh Pembalap Papan Atas pada hari itu. Dan kemenangan GP kelas 500cc pun diperoleh oleh pembalap dari argentina yaitu Benedicto Caldarella (1st) dan Juan Carlos Salatino (2nd).

Di kelas 250cc, keberuntungan berpihak pada Arthur Wheeler sebagai pemenang di usia 46 tahun dimana Arthur Wheeler mencatatkan sejarah sebagai pembalap tertua yang memenangkan Grand Prix dan sebagai pemenang terakhir Moto Guzzi’s 45 GP. Pembalap dari New Zealand Hugh Anderson memenangi kelas 50cc dan 125cc dengan menggunakan tunggangan Suzuki sedangkan Ernst Degner menyelesaikan balap di posisi ke-2 dikelas balap 50cc dan sekaligus meraih gelar juara dunia pertama untuk Suzuki.

1963 – Sang Juara Dunia Mike Hailwood membalap di argentina untuk pertama kalinya dengan pabrikan fenomenal MV Agusta dan mendominasi lap dari semua pembalap dan menyelesaikan 6 lap didepan pembalap yang finish diposisi ke-6. Di lain kesempatan Hugh Anderson dengan tim Suzuki kembali menjuarai balap di kelas 50cc, sedangkan dikelas 125cc dimenangkan Jim Redman dari Honda dan dikelas 250cc Tarquinio Provini memberikan kemenangan terakhir kepada Morini.

1981/’82 – Setelah jeda 17 tahun berlalu, Grand Prix kembali digelar di Argentina pada 1981 yang bertempat di Buenos Aires. Pada tahun 1981 ini, balap grand prix telah berkembang menjadi 3 kategori yaitu kelas 125cc, 250cc dan 350cc. Dan kemenangan diraih oleh Angel Nieto, Jean-Francois Balde dan Jon Ekerold dimasing-masing kelas yang digelar.

Pada 1982, barulah kelas 500cc disertakan dan kemenangan dimiliki Kenny Roberts dari persaingan ketat dengan Barry Sheene dan ditempat ketiga diperoleh Freddie Spencer. Spencer pula saat itu tengah melakukan debut nya dengan mesin baru 2-tak 3 silinder. Angel Nieto memberikan Garelli kemenangan grand prix pertama di kelas 125cc dan Carlos Lavado memenangkan balapan kategori 350.

1987 – GP Argentina kembali vakum. Hingga kemudian 4 tahun berselang pada 1987 kembali digelar di argentina sebagai seri balap terakhir. Pada saat kini hanya ada kelas balap 250cc dan 500cc dengan pemenang dimasing-masing kategori adalah Sito Pons dan Eddie Lawson.

1994 – ’95 , ’98 – ’99 – Kembali vakum tanpa gelaran balap, GP Argentina kembali digelar. Tercatat di era 90an sebanyak 4 kali jadwal dalam 4 tahun namun tanpa acara resmi yang disertakan dalam kalender.

Pada 1994, Jorge Martinez mendapat kemenangan terakhirnya di 37 kemenangan grand prix, ini juga tercatat sebagai kemenangan terakhir di kelas 125cc oleh Yamaha. Kejadian paling penting dalam periode 90an ini adalah di kategori 250cc pada 1998, saat itu Loris Capirossi dan Tetsuya Harada yang tergabung dalam satu tim datang di argentina untuk even balap terakhir yang hanya terpaut 2 poin.

Titel juara diputuskan kala dua pembalap bertabrakan di tikungan terakhir dan Harada terjatuh, sementara itu Capirossi sukses meraih gelar juara.

Pada tahun 1999, Emilio Alzamora yang saat ini menjabat sebagai manager Marc Marquez berhasil menyesaikan balap diposisi ke-2 di kelas 125cc untuk meraih gelar juara dunia dengan hanya terpaut poin tunggal dengan rival terdekatnya Marco Melandri yang saat itu telah berusaha untuk menghambat perlombaan.

Nyatanya banyak  fakta sejarah GP yang tercatat di sirkuit Termas de Rio Hondo, jika merlihat dari jam terbang para pembalap yang terdaftar di motogp saat ini, hanya Rossi yang mengenal lebih banyak tentang sirkuit ini dibanding pembalap lainnya. Namun, bukan berarti Rossi akan beradaptasi dengan mudah. (fnc)

_________________

Related Post :

No Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...