Deal Kontrak Tim Pabrikan…. MotoGP 2017 Semakin Sengit Dengan Duel Skill Pembalap Yang Merata

team mate factory motogp 2017

Jagad kompetisi MotoGP semakin seru, musim kompetisi motogp 2016 memang masih menyisakan banyak seri yang harus dilalui. Namun atmosfer persaingan musim 2017 sudah dimulai saat ini. Tim Factory berlomba adu cepat mematenkan skuad utamanya musim depan dan semua sudah mulai berbenah.

Lorenzo ke Ducati sudah pasti. Namun rumor tentang tandem Lorenzo belum seberapa jelas, baru akhir-akhir ini Ducati bersuara untuk menentukan pilihan. Iannone didepak…. Dovi dipertahankan. Padahal Dovi selama 4 seri beruntun langganan gagal finish di kelas motogp sedangkan Iannone malah lebih moncer penampilannya meskipun secara emosi dan penampilan masih kurang stabil.

Begitu juga dengan gaji… Dovi masih lebih mahal secara gaji dibandingkan Iannone yang memiliki penghasilan lebih kecil. Namun pilihan Ducati sedikit lebih tepat, Dovi dengan segala kekurangannya lebih cocok menjadi tandem Lorenzo yang bertemperamen tinggi sedangkan Dovi lebih kalem. Iannone layaknya Lorenzo memiliki temperamen yang berjiwa muda.. suka meledak-ledak meskipun belum kasat mata.

Namun jika Iannone digabung dengan Lorenzo bisa jadi perseteruan Rossi-Lorenzo di 2008 silam terulang. Ini yang tidak diinginkan pihak Ducati.

Beda tim merah, beda pula tim biru Yamaha. Vinales yang saat ini sudah terikat kontrak dengan Movistar Yamaha sebenarnya sedikit jual mahal karena didukung penampilan mengesankan di kubu Suzuki. Yamaha yang ngebet menggaet Vinales sebenarnya bukan hanya mencari talenta pembalap muda tersebut… namun untuk menjadikan image pembalap muda ini yang kuat menggantikan Rossi nantinya yang 2 tahun mendatang sudah berencana pensiun.

Pengganti Rossi harus cukup muda dan harus lebih potensial layaknya Marc Marquez milik Repsol Honda. Demi memuluskan jalan, Pedrosa diusik dengan disebarkannya rumor akan pindah haluan ke Yamaha. Vinales pasti paham, podium 3 bersama Suzuki di LeMans kemarin bukan sesuatu yang harus terjadi…. Vinales untungnya cepat sadar bahwa GSX-RR bukan motor kompetitif untuk mengantarkannya Juara Dunia seperti impiannya selama ini. Itulah mengapa akhirnya Vinales menerima pinangan Movistar Yamaha, Rossi-Vinales bisa jadi akan lebih kuat di Musim 2017 mendatang. Berikut perseteruan di paddock yamaha akan mencair seiring minggat nya Lorenzo…. Rossi senang Yamaha pun senang karena mendapatkan pengganti yang lebih muda dan lebih menjual ketimbang Lorenzo yang begitu dibenci sebagian besar fans yamaha.

Dasarnya Pedrosa yang kalem, diterpa isu pindah ke yamaha pun ditanggapi dengan tenang. Selepas vinales teken kontrak dengan Yamaha, Pedrosa menepis rumor dengan meneken kontrak pula dengan Repsol Honda hingga 2018 mendatang. Yup, di kubu tim factory hanya Repsol Honda yang tidak akan berubah line up pembalapnya.

MotoGP 2017 pasti akan lebih seru brosis dengan susunan pembalap yang sudah ditentukan lebih dini. Dengan sisa kompetisi 2016 bukan tidak mungkin, pembalap yang dipastikan masuk list transfer 2017 akan mencoba unjuk gigi membuktikan kapasitasnya. Repsol Honda boleh tersoek tahun ini tapi prediksi FN di 2017 mendatang akan lebih kuat apalagi susunan pembalap tidak ada perubahan dan mengenal baik karakter RC213V.

Yamaha juga akan lebih kuat dari sebelumnya… Vinales dipastikan tidak akan kesulitan beradaptasi dengan Yamaha M1. Namun Lorenzo tidak akan mudah sukses bersama Ducati…. Ducati memang lemah dari sisi para pembalapnya saat ini yang kurang konsisten namun sebaik2nya GP15 tidak akan memuluskan Lorenzo ketangga juara dengan mudah. Yah… secara prestasi FN yakin Lorenzo akan lebih moncer dari Iannone dan Dovi yang sekarang namun juga tak akan mudah mengalahkan Yamaha maupun Honda di musim mendatang. (~FN)

Catatan Bursa Transfer Pembalap MotoGP 2017 :

Jorge Lorenzo dari Movistar Yamaha ke Ducati

Maverick Vinales dari Ecstar Suzuki ke Movistar Yamaha

Andrea Iannone dari Ducati ke Ecstar Suzuki

 

 

Berkomentarlah dengan sopan