YIMM Pecat Karyawan Yang Bocorkan Foto Yamaha R25

YamahaR25-2

Pembaca sekalian, bekerja dalam sebuah perusahaan atau instansi yang perlu ingat adalah setiap karyawan ataupun pegawai memiliki kode etik dari perusahaan/instansi itu sendiri. Hal ini berkaitan dengan segala hal yang bersifat rahasia dari perusahaan/instansi tersebut. Karyawan harus mengerti tentang kode etik informasi yang dimaksud, ada yang bersifat rahasia dan tidak diperbolehkan untuk membocorkan ada pula yang sebaliknya, malah dipersilahkan meng-informasikannya ke ranah publik.

Karyawan di sebuah perusahaan/instansi tentu telah menandatangani perjanjian kontrak dengan membubuhkan tanda tangan diatas materai yang secara legal perusahaan/instansi mampu menuntut yang bersangkutan bilamana terjadi ketidaksesuaian tindakan dari orang tersebut akan kepatuhan terhadap kontrak. Entah mangkir/ sering bolos dan sebagainya..

Nah, kabar santer telah beredar yang berpusat di markas PT. YIMM sebagai pemegang sah merk dagang Yamaha di indonesia bahwa terjadi pemecatan sepihak yang dilakukan perusahaan terhadap 2 karyawannya, kabar-kabarnya sih pemecatan karyawan tersebut berkaitan dengan beredarnya spyshoot non filter yang bocor ke tangan blogsphere.

Yup, spyshoot tanpa filter ini mengindikasikan blogsphere atau media tidak mendapatkan nya sendiri melainkan melalui tangan orang lain. Dugaan kuat jelas pada karyawan yang setiap harinya memang dilingkungan tersebut. Salahkah pabrikan?? TIDAK. Hal ini terkait kode etik brosis, produk secara resmi diperkenalkan jika pabrikan menghendaki demikian, jika terdapat karyawan yang membocorkannya itu berarti secara tak sadar karyawan sudah melanggar dengan membebebrkan rahasia yang belum waktunya dimunculkan.

Mungkin inilah mengapa TMCBlog maupun IWB sering kali mendapat info produk berupa printilan part yang sebenarnya kalaupun mau bisa tuh memajang spyshoot utuh macam R25. Sebuah kesalahan yang dilakukan karyawan yang bersangkutan berakibat fatal pada jualan perusahaan tersebut mengingat kompetitor selalu stand by tuh mencari tahu lebih dini bakal produk yang diluncurkan. Keuntungan kompetitor yang belum meluncurkan produknya tentu bisa saja merevisi untuk menyempurnakan produk tersebut. Belum lagi opini publik yang menyudutkan produk bersangkutan.

Tindakan tegas perusahaan terpaksa diambil, guna menjadikan peringatan pada karyawan lainnya bahwa hal tersebut tidak pantas dilakukan. Apalagi pada gambar2 beredar tak terfilter sama sekali sehingga latar belakang begitu terlihat yang jelas spyhoot tersebut malah membuyarkan rasa penasaran konsumen yang ingin membelinya. Yah, ini hanyalah analisa fncounter.com. Semoga berguna. (fnc)

___________________

Related Post :

[display-post caegory=yamaha]

9 Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...