Test Rider Lebih baik Daripada Menjadi Pembalap CRT, Pilihan Hidup Ditentukan !!

pirro-test-rider-ducati

Brosis sekalian, hidup ini adalah pilihan. Ingin menjadi apa kita tergantung dari pilihan yang bisa kita ambil untuk mengarungi perjalanan panjang ini. Seperti halnya Dovisiozo yang merindukan posisi pembalap utama tim pabrikan selepas didepaknya di dari Repsol Honda beberapa tahun lalu.

Bagi dovi terdepak dari skuad utama kalah bersaing dari Stoner dan Pedrosa adalah sesuatu yang sangat sulit namun itulah pilihan yang harus diambil. Selepas dari honda diapun berlabuh ke tim satelit yamaha, berharap dapat menggantikan spies di tim utama yamaha dengan penampilan stabil yang kompetitifnya dia tak lantas naik tingkat.

Bahkan Rossi yang notabenenya gagal membawa Ducati ke arah lebih baik lebih dipilih oleh Yamaha. Maklum brosis, menjadi tim utama pabrikan menyedot anggaran yang tak sedikit. Yamaha butuh rossi untuk menjadi magnet bagi sponsor-sponsor besar layaknya Fiat dahulu. Baik yamaha dan Dovi harus membuat pilihan untuk masing-masing masa depannya.

Terlepas dari dovi dan yamaha. Pilihan hidup dalam berkarir di kelas motogp juga dialami oleh Michele Pirro. Pirro yang musim lalu menjadi tandem bautista di tim satelit honda gresini namun menggunakan mesin CRT juga menentukan pilihan hidupnya untuk musim depan. Bagi pirro, bermain dikelas motogp tapi dengan mesin CRT tak memberikan kepuasan berarti untuk menjadi seorang rider. Peran pembalap CRT lebih sebagai pembalap peramai even motogp tak lebih.

Memang tak bisa dipungkiri, dengan adanya kebijakan CRT lalu membuah kesenjangan yang cukup mencolok antara tim pabrikan dan tim CRT. Gap antara keduanya sangat tidak logis untuk dapat disandingkan. Inilah salah satu faktor yang membuat persaingan motogp menjadi kurang sehat selain faktor peserta pabrikan yang relatif minim.

Dari faktor “peran” inilah, yang membuat Michele Pirro memutuskan untuk beralih profesi meski tetap sebagai pembalap. Untuk musim depan Pirro akan mendapat peran sebagai test rider untuk tim utama Ducati menemani pembalap gaek Franco Battaini. Bersama pembalap utama Hayden dan Dovi nantinya diharapkan dapat mengembangkan Ducati ke arah yang lebih baik sehingga ‘available’ untuk semua pembalap nantinya.

Bagi Pirro ini adalah keputusan hidup yang sangat sulit untuk karirnya. Dengan usia yang relatif muda, bagi orang lain keputusan tersebut adalah blunder karirnya. Namun tidak bagi Michele Pirro, baginya peran menjadi test rider tim utama Ducati lebih baik dibandingkan menjadi pembalap CRT. Pirro bisa merasakan menunggangi Desmo GP12 tanpa bersaing menjadi pembalap utama tim pabrikan. Inilah makna dari peran hidup yang dipilihnya, lebih baik menjadi test rider Ducati untuk pengembangan desmo GP series daripada melanjutkan menjadi pembalap CRT yang tak terlihat hasil kerja kerasnya. (fnc)

2 Comments

Kolom Komentar