Tes Singkat Yamaha Freego S Tipe ABS, Menguji Kenyamanan Dengan Keluarga

Motomaxone.com — Ada juga kesempatan menjajal motor matic yamaha terbaru. Namanya Yamaha Freego. Sebelumnya nggak kepikiran. Karena nggak ada pinjeman. Pun juga sudah tak lagi dekat dengan orang yamaha. Main dealer provinsi pastinya.

Dibilang tak ada relasi, ya nggak juga. Pastinya sudah nggak ada lagi undangan launching dsb dari main dealer resmi provinsi itu. Beruntungnya relasi tak hanya satu, masih ada banyak rekan dari internal yamaha. Meski hanya sebatas jaringan dealer saja, tak masalah. Yang penting manfaatnya, bisa dapet info produk barunya. Produk yamaha pastinya.

Rabu lalu saya dikontak, oleh rekan saya itu. Bukan sales, tapi suka jualan. Jabatannya mentereng pula, shop manager (beberapa tahun lalu). Entah masih atau sudah lebih tinggi sekarang. Tetiba beliau menghubungi, berminat tes yamaha freego… saya jawab saja OK.

Meski nggak minat sangat tapi saya masih memiliki rasa penasaran. Dengan motor matik yamaha itu. Penasaran dengan kemudahannya. Untuk isi bahan bakar. Yang tak lagi buka jok tempat duduk.

Memang sudah banyak motor matik yamaha yang tak perlu buka jok. Saat isi BBM, tapi nggak se-praktis motor matik yang saya coba ini. Istilah saya “Lebih Keren dan Praktis” dari motor skuter premium dikelas 150cc sekalipun. Bahkan kelasnya matik 250cc yamaha sekalipun. Entah itu XMAX, NMAX, Aerox 155 atau yang kompetitor sejenisnya bahkan yang barusan launching dari pabrik sebelah pun masih kurang praktis. Tau kan yang mana ? yang adventure itu. Masih jauh lebih praktis motor yamaha yang satu ini. Menurut saya.

Sebenarnya ini tes ride dadakan. Nggak bisa lama-lama seperti peminjaman resmi dari main dealer misalnya, yang bisa sampai seminggu. Kebetulan beliau, shop manager yamaha dari [Yamaha Anugerah Mergosono Malang] itu nawarin tapi waktunya nggak lama. Alhamdulillah, dapet pinjeman, yang pastinya gratis. Cuma modal isiin BBM aja.

Sore harinya saya meluncur ke kediaman beliau. Di cakalang malang. Yang juga membuka bisnis laundry yang sukses itu, namanya Zeeraf Laundry. Yang sudah makin banyak konsumennya itu. Setelah ketemu, ngobrol dulu lah… masak iya tuker motor langsung cabut pulang. Kurang sopan kata orang jawa bilang..

Sehabis isya’ tak berasa ngobrolnya. Sampai tengah malam. Saya pun pamitan. Pamitan pulang, yang lagi was-was nggak bisa buka pintu rumah. Karena keluarga dirumah pastinya sudah tidur.

Karena kemaleman, juga lalu lintas lebih lenggang. Saya pun asal pluntir gas… nggak peduli riding impression. Berasa ini motor yang biasa saya kendarai, padahal pertama kalinya. Hingga sampai rumah, akhirnya pintu rumah terkunci betulan.

Esok harinya…

Besoknya lebih niat mereview. Meski berangkat ke kantor sedikit speeding. Karena mepet absen masuk kantor, sayang kalo telat. Sudah cukup itu, saat berangkatnya. Siangnya pun demikian, hanya dipake sholat. Dhuhur dan Ashar, sampai waktu pulang tiba.

Riding Impression..

Impresi berkendara. Kali pertama saya awali dengan berkendara sendirian. Saat berangkat hingga pulang kerja. Ergonominya lumayan bersahabat, khas motor matik dek rata. Dek bawah untuk kebutuhan footrest nya pun juga lega, meskipun tak terlalu lega. Dipastikan dek tengahnya tak sempurna untuk bawa galon air, tapi tentu masih bisa. Kan ini motor matik.

Sekarang dari sisi handlingnya. Lumayan ringan menurut saya, yang setiap harinya sudah biasa bawa motor lebih berat–CB150R. Dibuat bermanuver selap selip kendaraan karena ngejar batas waktu absen masuk kantor pun juga terasa nyaman. Bantingan kemudinya nurut sekali buat saya, pun juga saat dipake istri. Dia bilang juga lumayan enak, nggak berat. Tapi di satu sektor, saya merasakan ada kelemahannya.. apa itu ? tentunya ini bukan negatif dan tak semua orang bilang ini kelemhana. Tapi tentu ini kritik yang membangun. Biar Yamaha Freego lebih sempurna lagi. Sudut putar, saat kita berputar balik 180 derajat, ternyata sempit. Cenderung lebar. Sudah saya coba tegak atau sedikit lebih miring pun sama saja. Apakah karena pengaruh body yang yang gambot sehingga sudut putarnya dibatasi. Saya tidak tahu..

Tentang performa. Beda dengan Lexi yang dibekali fitur VVA. Freego cukup dibekali dengan disematkannya label Bluecore. Artinya motor ini mengedepankan efisiensi dalam bahan bakar. Biar irit tapi performanya nggak mengecewakan. Saya mencobanya… speeding dengan vario 125 LED pun tak ketinggalan. Juga tak kalah. Karena masih bisa menyalipnya. Akselerasi saat stop n go juga lumayan responsif. Tapi memang jika dipaksa berakselerasi di RPM tengah ke atas, kurang mengesankan. Bisa jadi karena 125cc. Dan saya terbiasa pake motor 150cc.

Yang pasti, fitur lubang penutup bahan bakar Freego yang sudah pindah diluar. Dibawah tangan kiri kemudi. Sangat mengesankan untuk saya. Praktisnya dapat, bahkan sangat praktis. Apalagi kalo anda memilih tipe yang sudah dilengkapi dengan Keyless Smartkey. Terasa semakin dimanja. Oleh fitur motor tersebut. Tinggal putar knob nya, kearah “OPEN”. Dan tekan tombol “FUEL” disamping kirinya Smartkey. Tutup BBM pun langsung terbuka. Yang sempat bikin petugas SPBU nya heran. Kenapa saya nggak turun saat itu. Dan saja tunjukkan lubang BBM, bikin petugas SPBU itu terkesan. Keren.

Begitu juga dengan fitur-fiturnya. Memang Teknologi LED cuma digunakan dibagian headlamp tapi itu sudah cukup. Meski yang lain masih bohlam. Cukup menghemat karena penggantian perangkat LED itu nggak bisa terpisah, kayak lampu bohlam. Harus satu set, yang pasti lebih mahal. Konsep desain Speedometer yang sudah digital itu juga menarik. Meski layar LCD nya kecil, tapi cantik dilihatnya. Meski nggak cukup lengkap tapi informatif. Ada indikator kecepatan, indikator rerata konsumsi BBM realtime, indikator trip meter, indikator jarak tempuh (odometer) dan indikator tegangan baterai/ACCU. Sayang nggak ada informasi waktu yang seharusnya penting disertakan.

Lain dari yang diatas ini. Starter elektriknya Yamaha Freego ini sudah senyap, nggak bersuara. Juga ada ISS nya, fitur untuk hemat bahan bakar saat nunggu kereta api lewat. Yang buat mesinnya mati sendiri. Dan hidupinnya mudah, cukup pelintir gas sedikit. Motor siap jalan. Sebenarnya mau saya lanjutkan review boncengan dengan istri dan si kecil saat kemarin ‘nyambangi’ [silaturahmi] kerumah mbah kung dan mbah ti nya sikecil… tapi ini sudah sore. Sudah waktunya pulang…

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...