Tentukan Waktu Servis Motor, Pakai Jarak Tempuh Kilometer atau Jangka Waktu Bulan ??

 

Motomaxone.com — Pembaca sekalian, beberapa teman yang pernah admin ajukan pertanyaan soal kapan secara rutin servis motor ditanggapi beragam. Ada yang mengacu pada jarak tempuh kilometer yang tertera pada spidometer, ada pula yang malah mengacu jangka waktu dalam hitungan bulan.

Seperti salah seorang teman pengguna motor yamaha vixion, pabrikan sendiri sudah mengatur waktu dari penggantian oli berkala yaitu setiap 3000km (kalo nggak salah, menurut buku manual servis jupiter mx). Namun teman admin ini malah mematok hitungan bulan, dimana beliau rutin ganti oli setiap satu bulan.

Dari jarak tempuh antara rumah dan tempat kantor estimasi admin mencapai 17km, belum lagi wira-wiri beli makan atau apalah kita bulatnya saja 20 km. Untuk PP (Pergi-Pulang) kita estimasikan saja 20 x 2 = 40 kilometer. Aktifitas harian tersebut tentu dipotong hari libur sabtu dan minggu. Namun coba kita hitung secara penuh dalam sebulan yaitu 40 x 30 = 1.200 km.

Hitungan diatas masih merupakan hitungan PP beraktifitas kerja, jika ditambahkan dengan jalan-jalan akhir pekan, kita estimasikan saja 1.500 kilometer dalam sebulan.

Nah, penggunaan motor untuk aktifitas harian beliau sejauh 1.500 km masih setengahnya dari anjuran pabrikan yang mematok 3.000 km. Bagi yang punya uang ya sah-sah saja dan tentu lebih baik bagi mesin motor. Namun secara efisiensi keuangan, tentu hal ini merupakan pemborosan. Betul nggak bro…

Banyak masyarakat yang memilih motor berdasarkan perawatan yang mudah, namun perawatan itu sendiri tentu membutuhkan peran aktif pemiliknya untuk melakukan servis rutin / berkala. Sekarang kita nggak perlu repot untuk wajib datang ke bengkel untuk melakukan servis, seperti Honda di indonesia sudah memiliki program yang mana bisa melakukan servis di rumah atau dikantor pemilik kendaraan. Semakin mudah tentunya…

Nah ngomongin soal acuan yang harusnya digunakan, apakah menggunakan kilometer atau jangka waktu dalam bulan maka pihak AHM (Honda) indonesia memiliki jawabannya.

Menurut Wedijanto Widarso yang menjabat sebagai GM Technical Servis Division Astra Honda Motor (AHM) menyatakan bahwa servis berkala itu lebih baik dilakukan sesuai dengan kilometer yang telah ditempuh kendaraan. Alasannya, jarak tempuh kilometer kendaraan berbeda tergantung dengan jenisnya.

Seperti motor matik dan motor bebek honda, dalam panduannya servis berkala ditentukan setiap 4.000 km. Kalau motor sport lebih tinggi lagi yaitu 6.000 km. Bagaimana dengan Big Bike atau Moge ? ya lebih panjang lagi yaitu setiap 12.000 km.

Ditempuhnya kilometer diatas akan berbeda-beda sesuai dengan aktifitas pemiliknya masing-masing. Yang digunakan untuk kerja dengan mobilitas tinggi alias wira-wiri untuk angkutan barang misalnya akan berbeda dengan pemilik motor yang hanya menggunakan kendaraannya untuk pulang pergi kerja didalam kota misalnya. Juga akan berbeda dengan pemilik kendaraan yang harus PP kerja dari blitar ke gresik setiap hari misalnya.

So, akan lebih pas dan sesuai panduan jika servis kendaraan entah hanya ganti oli ataupun servis ringan menggunakan patokan kilometer jarak tempuh, bukan hitungan jangka waktu dalam bulan, dan juga bukan pula berdasarkan feeling ya brosis. (red)

pic by 7leopold7

One Comment

Kolom Komentar