Musim Hujan Tiba, Lubang Jalan Menghantui Keselamatan Pengguna Jalan. Siapa Yang Bertanggung Jawab ?

Motomaxone.com – Setiap musim hujan tiba selalu saja disuguhkan dengan jalan raya yang berlubang. Bukan lubang biasa, namun berlubang hebat. Lubang yang cenderung dalam dan melebar setiap harinya. Yang tentu akan mengintai keselamatan pengguna jalan. Siapa yang harus bertanggung jawab ?

Musim Hujan Tiba, Lubang Jalan Menghantui Keselamatan Pengguna Jalan. Siapa Yang Bertanggung Jawab ?

Jika pertanyaan itu dilontarkan kepada pejabat pemerintahan, pastinya akan saling tuding menuding. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kah ? atau yang lain.

Jalan raya yang banyak berlubang ini yang penulis rasakan selama musim hujan berlangsung. Disebagian besar daerah sama saja. Selalu ada aspal berlubang yang menganga.

Saat jalan tol malang pandaan digunakan, sebagian besar masyarakat yang menggunakan mobil begitu banyak yang memanfaatkan jalan tol. Sehingga penggunaan jalan raya umum pun tak banyak digunakan saat itu. Lebih banyak digunakan oleh pemotor.

Saat itulah pekerjaan pelebaran jalan dan pengaspalan jalan dilakukan. Mumpung jalanan relatif sepi karena minimnya pengguna kendaraan beroda empat atau lebih. Jalan raya umum pun disulap lebih mulus dengan aspal barunya. Marka jalan yang kusam dibenahi, hingga elok terlihat.

Saya pun begitu menikmatinya. Serasa jalanan di negara-negara maju yang begitu memperhatikan kualitas dan keselamatan masyarakatnya. Namun itu sejenak saja..

Musim hujan tiba. Begitu mudahnya aspal jalan baru yang sebelumnya mulus menjadi berlubang. Tak hanya jalan di wilayah Malang saja. Namun sepanjang Malang, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya yang penulis lewati akhir-akhir ini, jalanan pun kembali pada kondisi sebenarnya. Berlubang-lubang dan relatif dalam.

Bila saja pengendara motor yang berkendara dimalam hari terjebak lubang-lubang itu maka bisa fatal akibatnya. Bukan hanya terjatuh dan terlaku. Bisa juga berpotensi kehilangan nyawanya.

Penulis jadi bertanya-tanya. Kualitas aspal yang bagaimana yang digunakan oleh pihak terkait untuk membenahi jalan raya ? Yang mana belum juga genap satu semester, saat mendapatkan guyuran hujan langsung mrotol bak tempe kacang yang digoreng terlalu kering.

Mungkinkan ada korupsi pada pengadaan pengaspalan jalan itu ? Yang memang dibuat demikian. Sehingga dana proyek pengaspalan jalan terus mengalir ke dompet masing-masing pejabatnya ?

Ayolah. Belum cukupkah masyarakat yang senantiasa menjadi korban saat kondisi jalan tidak layak itu terus dibiarkan. Pertanggungan jawab para pejabat terkait untuk perbaikan jalan bukan hanya kepada masyarakat yang rajib membayar pajak ini. Namun juga kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. (red)

2 Comments

Kolom Komentar