Kekurangan Penggunaan Cairan Anti Bocor Pada Ban Tubeless….. Kenali Lebih Dini Sebelum Menggunakan

cairan ban tubeless anti bocor

Ada kalanya menjumpai ban motor kesayangan kita terkena paku menjadi pengalaman yang menyebalkan. Apalagi disaat yang bersamaan dengan bocornya ban tersebut sudah menunjukkan waktu yang sudah cukup larut malam… sangat melatih kesabaran dari pemiliknya. Oleh karena itu banyak dari pengendara roda 2 sekarang ini lebih mempercayakan dengan memilih ban tubeless yang kemudian ditambah lagi dengan cairan anti bocor sesuai promosinya.

Tren ban tubeless memang banyak digunakan karena memiliki waktu yang lebih lama untuk mengeluarkan udara dalam ban hingga akhirnya habis sejauh obyek yang menusuk ban seperti paku dan lainnya dalam kondisi tidak dicabut, sehingga banyak rekomendasi untuk membiarkan paku tersebut menancap hingga menemukan tempat tambal ban.

Kesulitan ini sering kali menjadi media promosi yang ban, terutama untuk cairan yang diklaim sebagai “cairan anti bocor”. FN yang sebelumnya sempat mengganti ban dari Corsa S123 ke Michelin Pilot Street, menerima rekomendasi dari bengkel “Planet Ban” untuk mengisi cairan anti bocor tersebut. Dalam beberapa minggu kemudian, FN pun mendapatkan pengalaman yang kurang mengenakkan dengan penggunaan cairan anti bocor ini brosis.

Michelin Pilot Street terkena paku baja, naas saking panjangnya dan tak disadari paku tersebut menembus bagian tengah ban yang kemudian diteruskan hingga merobek bagian samping ban hingga membuat velg cacat secuil dibagian pinggir. FN pun sesegera mungkin menuju tempat tambal ban Nitro yang biasa berada di SPBU. Bekas lubang dibagian tengah yang beruntungnya tidak ikut robek, tak mampu ditambal sempurna oleh cairan anti bocor tersebut…. boro-boro menutup yang berlubang maka merembes terus keluar ban.

tambal tubeless

Solusi lubang tengah ditambal, setelah selesai sobekan yang berasa dari pinggir ban tidak bisa ditambal oleh tukang tambal ban tersebut. Hari pun semakin larut, hingga FN akhirnya hunting mencari bengkel umum. Dikarenakan lubang dipinggir ban tidak bisa ditambal FN memutuskan menambahkan ban dalam sehingga tidak lagi menjadi ban tubeless. Disinilah kembali FN menemukan kerugian dari penggunaan cairan anti bocor tersebut.

Dikarenakan penggunaan sudah beberapa minggu, bagian pinggir ban sudah mulai melekat sehingga susah melepas ban tubeless tersebut dari velg. Si mekanik yang masih berumur belasan tersebut menunjukkan rasa frustasinya (*jadi merasa bersalah nih…). Akhirnya salah seorang penjual gorengan di sebelah bengkel ikut membantu membuka sampai kemudian berhasil. Tak membersihkan dahulu cairan anti bocor tersebut, dimasukkanlah ban dalam (tube tire) tersebut (Waduh… bakal musibah nih.. pikir FN). Benar saja setelah ditambah tekanan udara, cairan anti bocor yang masih banyak itu menyembur keluar…… mengotori wajah mekanik tersebut (jadi bersalah nih…. hiks…) dan terlebih mengotori semua bagian di bagian belakang baik itu swing arm, kaliper rem belakang, velg dan semuanya. Apalagi jenis cairan anti bocor ini tidak bisa dibersihkan dengan minyak seperti bensin, minyak gas dsb….. melainkan lebih mudah dibersihkan dengan air.

Kesimpulan yang FN dapatkan, cairan anti bocor ini secara fungsi tidak sesempurna apa yang telah dipromosikan. Cairan ini hanya berfungsi menghambat udara keluar kala paku sudah dicabut, namun tidak menutup lubang dengan sempurna. Malah akan mengotori ban jika tidak segera dibersihkan dengan air. Disaat brosis pembaca sekalian mengalami kejadian yang akhirnya memaksa memasang ban dalam pada ban tubeless dengan cairan anti bocor kebanyakan mekanik ogah mengerjakannya dengan alasan membongkar ban tubeless dengan cairan lebih sulit…. imbasnya ongkos akan dikenai lebih mahal.

Begitu juga dengan saat sebelum terjadi ban bocor tersebut…. efek penggunaan cairan anti bocor yang 1 botol cukup banyak tersebut membuat motor kurang stabil saat sedang menikung. Pantas saja jika produsen ban seperti FDR pun tidak merekomendasikan cairan ini untuk diisikan pada ban tubeless motor kita. Cairan anti bocor bisa mempengaruhi kinerja ban dibagian dalam, begitu juga dengan pengaruh terhadap suhu ban saat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Meskipun demikian, FN tidak menemui kejadian tentang velg yang mengalami korosi akibat cairan ban tersebut.

So, akhirnya sesampai dirumah setelah memasang ban dalam, FN pun membongkarnya dan mencuci ban beserta velg dan semua bagian yang kotor akibat cairan anti bocor tersebut. (~FN)

BERITA LAIN :

16 Comments

Kolom Komentar