promo

Kebijakan Ganjil Genap Kendaraan Bermotor Bakal Hadir di Kota Malang

Motomaxone.com – Pembaca sekalian, kota Malang yang merupakan salah satu destinasi kota wisata di jawa timur memiliki wacana untuk memberlakukan sistem ganjil genap sebagai upaya kebijakan pengaturan pengendalian mobilitas dan pergerakan transportasi di kota malang.

Seperti dikutip dari radio suara surabaya, Dirlantas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Latif Usman menyebutkan aturan ganjil genap tersebut sedang dalam kajian, jalur mana saja yang akan diterapkan oleh kebijakan tersebut melalui Peraturan Wali Kota (Perwali).

Lebih lanjut Dirlantas Polda Jatim tersebut menyampaikan bahwa khususnya Malang Kota, proses pengajuan tersebut sudah dilakukan. Tinggal menantikan realisasi pembahasannya dengan tujuan untuk mengendalikan mobilitas transportasi di kota malang terkhusus tempat-tempat wisata.

Meski demikian, tidak semua jalur di Kota Malang akan diberlakukan ganjil genap. Hanya yang diperkirakan akan terjadi kepadatan lalu lintas maupun pengunjung saja seperti destinasi wisata. Aturan tidak hanya berlaku untuk ruas jalan melainkan jam berkunjung juga akan diatur ulang sehingga tidak hanya melihat plat nomor saja nantinya, petugas akan juga melihat bagaimana pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) di dalam kendaraan.

“Kita melihat penumpangnya memenuhi standar prokes atau tidak. Tidak hanya fokus ganjil genap tapi prokes juga diperhatikan betul,” sebut Dirlantas Polda Jatim tersebut.

Namun yang menjadi masalah tentu adalah kesiapan masyarakat. Apakah masyarakat legowo dengan pemberlakukan kebijakan tersebut nantinya. Hal ini yang penting menjadi pembahasan di meja dewan rakyat nantinya. Mengingat masyarakat kota malang sendiri juga tentunya akan terdampak dengan kebijakan tersebut karena dimanapun yang namanya destinasi wisata tentu memiliki potensi besar terbentuknya kepadatan lalu lintas bahkan kerumunan massa.

Hadirnya kebijakan ganjil genap untuk mengatur mobilitas transportasi di kota malang sejatinya memiliki tujuan yang sama saja dengan kota lain yang sudah menerapkan. Tujuan itu antara lain pastinya mengurangi volume kendaraan, membatasi pergerakan keluar rumah dimasa pandemi seperti sekarang ini, mengurangi tingkat populasi udara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor hingga ajakan untuk menggemarkan aktifitas bersepeda. Tapi… tentunya pertimbangan itu jarang terlintas difikiran sebagian besar masyarakat. Yang ada.. bakal mencari jalan lain bila ruas jalan tertentu ditutup akibat kebijakan ganjil genap.. yang ada penumpukan mobilitas transportasi di ruas lain tak terelakkan. (F4)

Kolom Komentar