First Test Ride Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS, Power Ajib Tenan Euyy…..

DSC_0013

Beberapa kali fnc mengulas pernak pernik yang berhubungan dengan Pulsar 200NS tentu semakin membuat penasaran diri untuk mengetahui lebih jauh potensi yang bisa digali dari motor anyar kawasaki dari kerjasamanya dengan bajaj auto india. Nah, sesuai janji fnc… bahasan kali ini adalah sesi test ride kawasaki bajaj pulsar 200NS sebagai sambungan dari artikel sebelumnya. Bertemu dengan dulur-dulur NWI dan BBM Pulsar Malang jelas adalah berkah tersendiri. Paling utama tentu menambah saudara dan relasi, untuk sesi test ride sendiri adalah bonus dari berkah yang fnc maksudkan.  Beberapa kali bro tomi mempersilahkan mencoba Pulsar 200NS, namun fnc pending hingga rombongan BBM yang akan touring ke bromo waktu itu berangkat bukan tanpa alasan.

Di malam minggu, jalan ijen malang begitu dipenuhi oleh banyak club motor dan mobil. Jika fnc mencoba saat itu dimana traffic lalu lintas sedang ramainya jelas tidak akan maksimal. Nah, selepas rombongan pulsar bertolak ke bromo dan banyak club yang sudah mengakhiri acara kopdar maka lalu lintas pun cukup lenggang meskipun masih banyak komunitas mobil yang masih stay berkumpul di sepanjang jalan ijen.

Test ride pun dimulai, dipersilahkannya mencoba Pulsar 200NS oleh bro tomi fnc coba lakukan dengan baik untuk mengetahui potensi motor pulsar yang satu ini. Terbiasa dengan BlueMX yang cukup pendek, menaiki Pulsar 200NS merasakan posisi tempat duduk ke tanah begitu tingginya. Waduh, terpaksa fnc harus jinjit balet nih meskipun setengah telapak kaki. Dengan tenang menyesuaikan posisi footstep fnc mulai menyesuaikan bobot motor ini berikut juga dimensi tangki yang begitu besar, jauh lebih besar dari Vixion, NVL atau CB150R sekalipun. Tak hanya besar, dimensi tangkinya pun cukup tinggi hingga untuk mencapai setang yang bermodel jepit ini fnc sedikit membungkuk.

DSC_0027

Hmmm, pegang kemudinya saja aura sporty nya dah mulai terasa. Selanjutnya, kunci kontak fnc arahkan ke posisi ON. Speedometer Pulsar yang banyak dijejali fitur digital bahkan hingga waktu yang bisa disetting semakin membuat panel speedometer cukup informatif. Yang paling fnc suka dari Pulsar series adalah banyak panel penting yang dibubuhi led sehingga tidak menyulitkan saat malam hari sekalipun, tak terkecuali panel saklar disamping kanan dan kiri setang kemudi.

Mulai hidupkan mesin pulsar 200ns, karakter suara mesinnya begitu berkarakter performa tinggi dan tidak seberapa halus. Untuk impresi suara mesin, jelas NVL dan CB150R lebih halus. Maklum lah mesin motor 200cc, namun jika dibandingkan scorpio atau tiger maka lebih halus mesin Pulsar 200NS.

Tak menunggu lama tarik gas pelan masuk lintasan jalan raya, hmm akselerasinya dan raungan mesinnya begitu smooth alias halus untuk dimainkan di rpm rendah. Beberapa ratus meter dari tempat berkumpul tadi, sedikit menurunkan gas karena ada sekelompok biker lain yang berjalan pelan. Setelah meliuk-liuk melewati kerumunan mobil dan motor fnc coba akselerasi spontan.

Byuh, jambakan akselerasi Pulsar 200NS begitu sangat terasa brosis meskipun dalam jarak yang pendek. Dengan kecepatan cukup sedang, fnc coba tes potensi pengereman doble cakramnya… mantab dan halus tanpa sensasi pengendara yang ikut maju akibat pengereman mendadak.

DSC_0019

Perjalanan di jalan ijen arah ke selatan yang cukup ramai bertolak belakang dengan arah ke utaranya. Begitu sepi dimana waktu menunjukkan jam 00.00 lebih, jelas kondisi ini begitu menguntungkan fncounter blog  untuk menguak potensi pemain baru di dunia roda dua tanah air. Berbalik arah ke arah utara jalan ijen, fnc coba memaksimalkan kondisi dengan bermain di rpm atas. Bejek gas lebih spontan dan sebelumnya sensasi kecepatannya tak pernah fnc rasakan saat mengendarai vixion, CB150R, megapro, tiger bahkan scorpio lama sekalipun. Semakin fnc gas dan menambah persneling, power Pulsar 200NS ini selalu mengisi terus hingga speedometer terpantau 105 kpj dan secepatnya fnc turunkan kecepatannya mengingat jalan ijen yang tidak terlalu lurus hingga nantinya akan membahayakan pada ketidakseimbangan handling motor jika belum terbiasa mengendarainya.

Fnc tak langsung ke utara melainkan coba berputar sekali lagi untuk mencoba kembali performa pulsar 200ns dengan metode sebelumnya. Gas spontan untuk mengail akselerasi secepatnya dengan selalu menambah persneling, kembali power selalu mengisi disetiap giginya, membikin nyali ciut akan sensasi hembasan angin saat itu. Semakin diajak berakselerasi, raungan kasar mesin semakin memantabkan mencapaian performa yang dihasilkan. Akhirnya kembalilah fnc ke tempat berkumpul semula dan kemudian dilanjutkan oleh rekan blogger lain untuk mencoba.

Kesimpulan yang bisa diambil, secara high seat Pulsar 200NS jelas cukup tinggi untuk karakter kebanyakan orang indonesia. Fnc yang berpostur tinggi badan 170cm, cukup jinjit balet nih menapak ke tanah belum menahan bobot motor yang cukup berat, jika fnc bandingkan dengan NMP, Tiger, CB150R, Vixion dan NVL terus terang lebih berat Pulsar 200NS. Belum lagi jika membawa boncenger, butuh kuda2 kaki yang kuat untuk menopong beban tersebut.

Ergonomi, segitigas ergonomi yang dimiliki Pulsar 200NS mengusung konsep sporty yaitu semi merunduk. Dengan karakter shock belakang yang cukup keras, beban seorang saja tidak cukup membuat ambles shocknya. Berbeda dengan NVL atau CB150R yang sedikit mendem kala terdapat beban pengendara. Karakter shock yang cukup mampu menahan beban berat ini mirip dengan yamaha byson menurut fnc. Jelas, karakter ergonomi ini cukup membuat lelah dibanding konsep motor touring. Hal ini pun diamini oleh bro tomi, yang menyebutkan kalau untuk touring lebih cocok itu Pulsar 220 yang tak membuat cepat lelah dari posisi berkendaranya.

Performa, dengan kubikasi 200cc disempurnakan pengapian 3 businya. Tak bisa dikomparasikan dengan NVL dan CB150R yang juga merupakan produk baru. Fnc yakinkan sangat jauh berbeda untuk performa keduanya dengan Pulsar 200NS. Pulsar 200NS lebih powerfull secara tenaga dibandingkan 2 motor andalan masing-masing atpm yang sama-sama berkonsep high performance tersebut. Meskipun high perform, Pulsar 200NS cukup nyaman untuk dikendarai di rpm rendah. Sedangkan di rpm tinggi sekalipun, tak fnc rasakan mesin yang dipaksakan… so tetap halus.

Body, jika mengendarai CB150R dan NVL fnc masih cukup pede mengingat dimensi body yang sesuai tidak begitu halnya dengan body Pulsar 200NS. Desain tangki yang besar dan tinggi membuat fnc terasa kecil bak sedang mengendarai motor gede. Setelah kami melakukan test ride berakhirlah perjumpaan kami dengan anggota NWI tersisa dimana saat itu hanya ada bro tomi pemilik P200NS merah dan bro adit yang menggunakan P200NS hitam selepas rombongan pulsar yang akan ke bromo berangkat. So, waktunya meluncur ke kediaman masing-masing untuk beristirahat. Terima kasih pada Naked Wolves Indonesia chapter malang yang berkenan tunggangannya kami uji coba test ride. Ingin sensasi berbeda? Pilihan ada ditangan anda brosis. (fnc)

Gallery Test Ride Bareng NWI Malang :

__________________
Berita Terkait :

16 Comments

Kolom Komentar