Error Kode 12 Itu Merugikan Konsumen Yamaha Aerox 155

Motomaxone.com – Kode error 12 Yamaha Aerox 155 yang menakutkan bagi konsumen. Sobat biker sekalian. Sudah cukup sering penulis mendapatkan notifikasi update dari group yamaha aerox di media sosial facebook. Berbagai macam itu… tak terkecuali dengan masalah serius yang ditakutkan oleh konsumen Aerox 155 itu sendiri.

Baru-baru ini seorang konsumen bernama Jaka Pratama Nugraha memposting masalahnya tersebut di group facebook Yamaha Aerox 155 Indonesia. Dengan kronologi sebagai berikut,

Awal mula kejadian pada hari jumat tgl 20 September 2019. motor lgi di bawa jalan terus berhenti karna mau kencengin rem belakang. setelah mau di nyalin pencet tombol starter g bsa. ternyata kuncul kode 12.

Usaha yg saya lakukan check soket Spull. ternyata bagus tidak ada masalah.
akhirnya saya putuskan tlp sodara untuk di stut bawa krmh dlu. untuk baca artiker mengenai kode ini. akhirnya saya menemuan informasi di youtube
kerusakan sepeertinya ada pada SGCU ( STARTER GENERATOR CONTROL UNIT) dan coba hub sales dan dealer untum prosess claim.

esokan hari nya 21 September saya bawa ke Beres untuk claim garansi.
dan pada hari selasa 24 di informasinya benar adany kerusakan ada pada SGCU. setelah saya menunggu hari jumat 27 saya tnya lgi apakah sudah seslai? infonya ada 1 barang lgi yg belom sampai. di sini saya aga bingungg karna informmasi terakhir yg rusak adalah SGCU. setelah saya tnya 1 barang lgi apa?. ktnyaa MODULE Remote . ktnya harus 1 SET.

mungkin teman2 ada yg pernah mengalami hal yg sama seperti sayaa.
OH ya Aerox Saya Type S Tahun 2019 akhir bulan juni. pemakaian kuranng dari 3 bulan. km baru 3rb an.

Saat ini saya masih menunggu informasi lebih lanjut karna informasinya hari ini. senin 30 september di usahakan sudah selesai.

Penulis sendiri begitu penasaran dengan masalah Error Kode 12 tersebut. Dimana masalah yang begitu banyak diposting oleh pengguna motor Yamaha Aerox 155 beberapa bulan terakhir harusnya mendapatkan tanggapan serius dari pihak Yamaha Indonesia. Dan juga mereka tidak menganggap bahwa masalah tersebut bagian dari cacat produksi.

Bisa jadi klaim yang yamaha sampaikan bahwa hal tersebut bukan cacat produksi mungkin benar adanya. Tapi sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus dari Yamaha terkait dengan produknya tersebut.

Mengutip pernyataan dari M. Abidin selaku GM After Sales & Public Relation PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) melalui sebuah media online :

Muhamad Abidin, General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) angkat bicara. Ia menduga kasus tersebut terjadi karena beban kelistrikan terlalu berat dengan adanya modifikasi penggunaan lampu HID atau alarm. Lampu HID/Projector membebani dengan arus besar 5 Amphere sehingga SGCU kerja keras.

Ia menambahkan lebih masalah adalah karena HID menggunakan High Voltage yang diambil dari arus Battery 12 Volt. Menggunakan High Frequency diubah menjadi High Voltage. “Yang berbahaya Frequency yang besar dan bertumpuk yang berdampak negatif/kerusakan menjalar ke komponen kelistrikan yg lain. Di case Aerox, konektor akan menjadi bagian terlemah (umumnya terbakar) dan Rotor terbakar atau Rectifier regulator di SGCU korslet ..maka akan tampil Error 12 di indicator,” katanya dalam akun facebook.

Dari pernyataan Bapak M. Abidin tersebut mengartikan bahwa Error Kode 12 ini terjadi saat konsumen melakukan modifikasi kelistrikan yang diduga menjadi biang keladi keluarkan peringatan Error 12.

Adalah hak pabrikan untuk membuat standarisasi produknya. Termasuk untuk menghindari resiko terhadap modifikasi ceroboh yang dilakukan oleh konsumennya. Apalagi modifikasi kelistrikan yang biasa dilakukan konsumen biasanya menyangkut bengkel umum yang tidak bisa dipastikan garansi keamanannya. Seperti saat mengaplikasikan Double Horn atau Alarm yang harusnya pemasangan/sambungan/jumper kabel tidak boleh dilakukan sembarangan. Hal tersebut terkait dengan keamanan terhadap sistem baik itu injeksi maupun kelistrikan motor itu sendiri. Jadi sah-sah saja jika ingin memasang perangkat tambahan untuk kelistrikan namun penting untuk mencari referensi bahwa bengkel pemodifikasi tersebut benar-benar sudah berpengalaman.

Yamaha Indonesia selaku produsen Yamaha Aerox 155 juga harusnya menyadari tentang kreatififitas ‘tangan jail’ konsumennya. Memberikan pelayanan ekstra untuk masalah yang dialami konsumen terutama saat dijalan raya harusnya menjadi perhatian Yamaha pula. Seperti saat mengalami Error Kode 12, mesin motor mati ditengah jalan… konsumen harusnya bagaimana ? adakah bantuan dari bengkel terdekat untuk bisa mengambil motor yang mogok tersebut ? langkah apa yang perlu dilakukan saat mengalami hal tersebut ? . Itu adalah bagian dari pelayanan yamaha untuk menguatkan image nya. Bukan malah menyalahkan konsumennya karena memodifikasi motornya.

One Comment

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...