Dilema Open Class MotoGP, Membangun Persaingan Yang Lebih Kompetitif

open class

Tak seperti CRT musim lalu di kompetisi motogp yang tak seberapa diperhitungkan, open class yang saat ini diberlakukan sebagai pesaing tim factory motogp  menjadi sebuah pilihan yang begitu menguntungkan bagi para penggunanya. Bagi direktur balap motogp dengan adanya open class maka factory team tak lagi menjadi pilihan dalam perjalanan meraih sukses di kelas motogp saat ini.

Open class sebagai pengganti CRT turut menjadi solusi bagi tim-tim peserta dalam usaha menghemat pengeluaran dibandingkan kelas factory yang tentunya secara pengeluaran lebih besar. Beberapa regulasi yang cukup menguntungkan bagi peserta yang tergabung dalam kategori open class menjadi poin lebih sebagai usaha mengembangkan paket motornya.

Salah satu diantaranya adalah status ‘open’ yang ditekankan  hanya ditentukan pada penggunaan ECU yang ditentukan panitia penyelenggara dan juga diperbolehkannya menggunakan paket mesin pabrikan. Open class cukup mendapatkan kebebasan dalam proses pengembangan mesin tanpa khawatir pengembangan mesin tersebut dibekukan oleh pihak penyelenggara layaknya tim factory/ pabrikan.

Dorna sebagai pihak penyelenggara pun menyadari bahwa untuk beberapa waktu kedepan, open class tak akan semudah itu menggeser tim factory dari persaingan posisi teratas. Tim Factory masih akan tetap  mendominasi, namun keberadaan open class akan menjadikan jarak tersebut semakin dekat.

Keuntungan tersebut lah yang ingin dimiliki oleh Ducati yang saat ini masih berkutat pada problem lamanya dan tak kunjung membaik. Bahkan sang manager tim barunya sempat berfikir untuk beralih dari factory menuju open class, tentu rencana ini bukan tanpa dasar. Pengembangan mesin open class lebih terbuka lebar dibandingkan tim factory tanpa adanya pembekuan mesin.

Meskipun keputusan tersebut cukup sulit, harus segera diputuskan sebelum deadline 28 februari mendatang. Regulasi yang cukup ketat menekan tim pabrikan sempat ditentang oleh honda. Pembatasan pengembangan perangkat elektronik ECU dianggap honda mematikan pengembangan dari mesin honda sendiri, bahkan jika hal itu dilakukan honda pun berencana mundur dari kompetisi.

Keputusan ini begitu disesalkan oleh pihak penyelenggara. Bagaimanapun honda berperan penting membesarkan motogp bersama tim lainnya, tentu jika honda absen kompetisi akan menjadi lebih kurang menarik lagi. (fnc)

___________________

Berita Terkait :

No Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...