Dilema BBM Bersubsidi, Premium Indonesia Tetap Oktan 88

pertamax-premium

Kebingungan akan kelangkaan bahan bakar, jelas akan berimbas pada kehidupan masyarakat yang dewasa ini semakin menggantungkan aktifitas mereka pada sarana transportasi ber-mesin. Bukan hanya transportasi massal, melainkan kendaraan pribadi pun turut terkena dampaknya secara langsung.

Beberapa minggu ini fnc melihat kita cukup digemparkan oleh isu yang beredar dimasyarakat tentang kenaikan harga BBM bersubsidi. Yup, dalam hal ini adalah Premium Ron 88. Semakin mahalnya harga minyak dunia, membuat pemerintah tak mampu lagi memberikan subsidi secara penuh. Ya, harga dasar yang sebelumnya Rp 4.500 dikabarkan akan dinaikkan sebesar 2.000 rupiah lebih mahal. Tak ada lagi kebijakan penetapan 2 harga, mengingat monitoring dari penyalahgunaan penetapan 2 harga dirasa lebih sulit.

Tak hanya itu, ada pula yang menyebutkan bahwa Premium Ron 88 yang dikonsumsi oleh semua masyarakat indonesia, bukanlah Ron 88 seperti yang kita ketahui selama ini. Melainkan bahan bakar dengan oktan 90 (Premix) namun dibanderol seharga premiun Ron 88 sebelumnya. Dengan alasan bahwa negara peng-ekspor Ron 88 semakin langka didunia sehingga bahan bakar Ron 90 lebih mudah didapatkan.

Fncounter blog mencoba mencari tahu akan kebenaran dari informasi tersebut, dengan menanyakan kepada pihak pertamina. Hasilnya, pertamina membantah akan kebenaran informasi tersebut diatas. Menurut pertamina, isu yang beredar yang menyebutkan bahwa pertamina mendatangkan bahan bakar dengan Ron 90 ber-harga Ron 88 hanyalah pernyataan oknum yang tak mewakili Pertamina secara keseluruhan.

Lebih lanjut pertamina menjelaskan, meskipun negara penjual bahan bakar Ron 88 semakin langka, tetap saja pertamina masih bisa mendapatkannya sesuai dengan ketentuan pemerintah dimana BBM bersubsidi adalah bahan bakar dengan oktan 88 yang diindonesia disebut dengan Premium. So, setidaknya penjelasan pertamina dapat dijadikan landasan. (fnc)

No Comments

Tingalkan Jejak Dengan Tulisan...