Tes Ride Singkat Honda CB150 Verza di JIExpo Jakarta …. Model Macho Tenaga Smooth !!

Motomaxone.com – Selepas acara launching resmi di kawasan JIExpo Jakarta lalu (20/2), AHM juga memberikan kesempatan blogger yang hadir tak terkecuali ‘Motomaxone.com’ untuk mengikuti test ride Honda CB150 Verza. Beberapa lap saya manfaatkan untuk mengenali karakter motor ini dan berikut ulasannya..

RIDING POSITION

Posisi berkendara CB150 Verza ini identik dengan Verza 150 yang saya test ride pada 2013 lalu, namun saya merasakan jangkauan lengan ke setang kemudi menjadi lebih pendek/dekat. Hal tersebut membuat tangan bisa sedikit nekuk dan posisi punggung bisa lebih tegak sehingga lebih rileks.

Segitiga kenyamanan (ergonomi) berkendara dari posisi tangan di setang, tempat duduk (jok) hingga jangkauan kaki ke footstep memberikan kombinasi yang pas sesuai dengan karakter motor pekerja keras yang menawarkan kenyaman lebih dibandingkan performa yang dimiliki karena memang nggak terlalu performa oriented brosis.

HANDLING

Suspensi depan masih sama menggunakan model teleskopic sedangkan suspensi belakang masih dipercayakan pada dual-shock layaknya generasi pendahulunya (Verza 150) yang bisa disetel rebound nya. Ukuran ban 80/100 (depan) dan 100/90 memang pas untuk konsep motor yang biasa diajak kerja keras.

Tipe rangka Diamond Steel dengan dimensi motor 2056 x 742 x 1054 (PxLxT)terbukti memberikan Handling motor yang cukup ringan dan nurut untuk diajak bermanuver santai. Apalagi ketinggian jok alias tempat duduknya mencapai 773 mm, lebih rendah 1mm dibandingkan NMP FIdan lebih rendah sebanyak 24 mm dibandingkan CB150R Streetfire…tentunya membuat handlingnya lebih nyaman.

CB150 Verza ini memiliki berat mencapai berat 129 kg (velg racing) dan 128 kg (velg jari-jari). Angka tersebut ternyata lebih ringan dibandingkan 2 kelas atasnya yaitu CB150R Streetfire mencapai 136  kg sedangkan Megapro FI mencapai 135 kg. Dari berat total yang sudah dipangkas tersebut dipastikan CB150 Verza ini unggul dari sisi bobot totalnya sehingga memberikan dampak positif pada handlingnya.

Dari yang saya rasakan saat melakukan tes ride singkat di area parkir JIExpo Jakarta yang cukup luas kemarin, handling Honda CB150 Verza tidak berbeda jauh dengan generasi Verza 150 sebelumnya. Khas ergonomi tegak membuat motor ini saat diajak manuver,  pengendalian kemudinya ringan namun saat diajak rebah dan bermanuver dari kiri ke kanan dengan cepat jadi sedikit kurang nyaman.

Hal ini bisa dipengaruhi beberapa faktor seperti ukuran ban yang digunakan yang tidak sebesar milik CB150 SF, ergonomi cenderung membuat pengendara lebih tegak. Namun overall, dengan tinggi 171 cm, jangkauan lengan ke kemudi memang terasa lebih dekat ketimbang verza generasi sebelumnya.

Rebound suspensi depan cukup empuk meredam getaran saat mencoba obstacle yang didesain seperti polisi tidur tersebut. Namun untuk suspensi belakang sedikit lebih stiff dibandingkan bagian depan, bisa jadi ini dipengaruhi oleh karakter suspensi ganda yang diaplikasikan.

PERFORMA

Bukan termasuk jajaran naked bike honda yang memprioritaskan performa tidak lantas motor ini tanpa kelebihan. Karakter performa Verza 150 yang pada 2013 silam saya coba di acara launchingnya di surabaya masih saya rasakan pada CB150 Verza kali ini..namun ada tapinya.

Akselerasi masih cukup galak namun untuk versi CB150 Verza ini lebih berkarakter smooth ketimbang Verza 150 yang akselerasinya lebih liar. Saya pun mencoba mencari pembuktian rasa penasaran ini dengan membedah data spesifikasi antara keduanya. Ternyata benar…

CB150 Verza memiliki data performa power 13,04 PS dan torsi 12,73 Nm (1,30 kgf.m). Bandingkan dengan Verza 150 dimana memiliki power 13,2 PS dan torsi 1,20 kgf.m (12,7 Nm). Nah.. ternyata data diatas kertas menunjukkan peningkatan power namun terdapat penurunan nilai torsi maksimum.

Karakter nafas disetiap gigi cenderung pendek-pendek. Coba untuk saya gas spontan, penyaluran tenaganya tidak ikut spontan liar namun tetap terasa smooth tanpa hentakan yang berarti.

Dari sini saya bisa simpulkan, bahwa CB150 Verza ini semakin diposisikan sebagai motor yang dirancang untuk tingkat kenyamanan yang lebih baik, bukan motor yang memprioritaskan pada performa sehingga target pasarnya pun lebih luas dibandingkan CB150R Streetfire.

Bisa dipilih dalam sisi pride alias kebanggaan sebagai pengguna, bisa dipilih untuk motor pekerja keras yang mengakomodir angkutan barang dan sejenisnya.

PENGEREMAN (BRAKING)

Sejauh yang saya coba saat sesi tes ride singkat lalu, sektor pengereman sudah cukup baik. Rem depan dibekali dengan model cakram dengan 2 piston pada kalipernya. Sedangkan untuk pengereman belakang dipercayakan pada rem tromol mengingat motor ini diposisikan sebagai sport naked bike dikelas Low-end yang tentunya lebih hemat dalam cost produksinya.

Karakter rem tromolnya memang tidak sesigap cakram, sehingga butuh perhatian pada pengendaranya sendiri untuk lebih pandai mengatur jarak aman dengan kendaraan lain saat pengereman.

Saya yang sempat mengikuti salah seorang peserta test ride dengan jarak yang dekat dan kemudian melakukan pengereman saat memasuki tikungan, terasa cukup stabil tanpa gejala ngebuang pada body motornya.

Overall, berbeda karakter dengan CB150R Streetfire, Honda CB150 Verza memiliki karakter sendiri baik untuk performa maupun riding position yang sekarang semakin nyaman. Secara performa memang tidak sekencang CB150R Streetfire yang memang performa oriented… performa CB150 Verza lebih smooth yang tentunya cocok untuk peruntukan motor ini dalam penggunaan sehari-hari. (red)

BERITA LAIN :

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Budayakan Meninggalkan Komentar

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *