Review Troubleshooting Fullwave BlueMX, Modifikasi Bukan Tanpa Masalah !!

blueMX

Sudah dasarnya, jika kegemaran memodifikasi apapun itu tentu akan dibarengi dengan keberanian untuk menanggung sendiri resiko hasil modif tersebut. Apalagi jika tindakan tersebut dilakukan sendiri, tentu selain menambah wawasan akan pula dibuat pusing jika problem sedang terjadi.

Begitulah yang dialami fnc, kala memutuskan mengganti kelistrikan BlueMX yang mulanya menggunakan sistem semi-DC menjadi Fullwave / Full-DC. Bukan tanpa masalah, awalnya fnc berminat akan keuntungan kelistrikan fullwave, terinspirasi dari motor batangan maksudnya.

Setelah sekian lama menggunakan sistem kelistrikan fullwave pada BlueMX, beberapa minggu lalu fnc mengalami masalah yang cukup serius. BlueMX sakit, fnc pun sedikit panik. Jarang-jarang masalah seperti ini terjadi. Saat pulang dari malang, mesin motor mati mendadak ditengah jalan. Keadaan pun cukup larut, oleh karena itu blueMX terpaksa harus jalan. Sesaat dimatikan beberapa detik bisa jalan kembali namun mati lagi setelah beberapa kilometer.

kiprok_tiger_3

Begitu pula, saat fnc pulang dari undangan launching yamaha x-ride lalu. Lampu utama tiba-tiba mati/putus saat fnc menyalakan lampu sein. Bukan main pusingnya, jalan dari surabaya-malang tanpa lampu utama. Bisa dibayangkan bagaimana bahayanya. Beruntung, fnc masih ikut rombongan jadi istilahnya “nunut madangi dalan”.

Sesampai dirumah, dua kejadian tersebut berusaha fnc analisa dengan banyak referensi. Bahkan saat fnc coba ke bengkel resmi yamaha, mekanik yamaha pun bingung dengan problemnya. Hingga keluar bengkel masalah belum terpecahkan. Capek ke bengkel dengan hasil mengecewakan, fnc coba analisa kembali pusat masalah kelistrikan yang dialami blueMX dengan tes satu persatu terutama dari pusat modifikasi kiprok tiger. Awam tentang gejala kerusakan kelistrikan juga menyulitkan lho… ibarat ujian tanpa alat tulis nah gimana bisa isi lembar jawaban.

Analisa pertama, Soket 6 pin menjadi perhatian utama fnc kali ini, kali aja ada yang renggang atau serabut kabel sudah pada getas. Benar juga, ternyata soket menuju pin 1 kiprok, serabut kabelnya terkikis habis hampir lepas. Ini yang menyebabkan blueMX saat itu mengalami mati mendadak ditengah jalan. Kelistrikan fullwave rentan dengan yang namanya kerenggangan, oleh karena itu wajib untuk memperbagus kualitas kabel maupun soket yang menancap pada kiprok.

Mati mendadak seperti ini bisa terjadi disebabkan accu tak mendapatkan charge yang maksimal sehingga berat dalam meng-handle kebutuhan listrik. Karena problem ini, busi pun dipastikan mengalami masalah karena pasokan listrik dari cdi dan koil tak maksimal.

Analisa kedua, adalah matinya lampu utama tiap kali sein dihidupkan ataupun saat rpm terlalu tinggi. Otak-atik lagi nih si kiprok tigernya, akhirnya ketemu juga masalahnya. Kesalahan  dilakukan oleh mekanik bengkel yang melakukan repair pemasangan fullwave sebelum fnc beberapa minggu lalu sebelum fnc bongkar kembali. Ternyata, soket pin 2 kiprok terbalik ke seberangnya.

Benar saja, meski menggunakan fullwave ini fnc kok merasakan nyala lampu tetap mengikuti langsam motor. Di geber rpm tinggi semakin terang dan akhirnya putus, apalagi saat menyalakan sein terasa seperti terjadi korslet. Harusnya dengan aplikasi fullwave, nyala lampu utama stabil tanpa pengaruh langsam mesin.

Faktor kelupaan mekanik tersebut menancapkan soket para pin 2 kiprok dengan benar harus fnc bayar mahal. Apa itu? Kiprok tiger original seharga 285 ribu tersebut sekejap rusak. Sejatinya pin 2 pada kiprok tiger berfungsi sebagai regulasi atau monitoring voltase. Fungsi ini memungkinkan menghindari overcharge pada accu dimana beban berlebih akan dibuang melalui ground. Bagaimana jika lupa tidak dipasang atau soket tak menancap maksimal atau serabut kabel menuju pin 2 getas? Bisa fnc pastikan dalam sekejap fungsi regulasi kiprok rusak sehingga arus akan loss mengaliri accu yang berdampak overcharge, yang jika tak segera dibenahi akan berimbas pada lampu yang sering putus, parahnya CDI atau koil turut mengalami kerusakan nantinya.

kiprok_tiger_2
Kiprok Tiger : Fukuyama dan Original Honda TIger

kiprok_tiger

So, mengingat mahalnya kiprok original tiger tersebut. fnc mencoba opsi lain dengan membeli kiprok KW tiger ‘fukuyama’. Secara kualitas, kiprok fukuyama ini cukup baik dan awet mengingat banyak yang menyarankan kiprok tersebut. Harganya pun jauh lebih murah, kapan hari ini menebus kiprok fukuyama tiger ini seharga IDR 100.000.  Berikut pula soket 6 pin yang turut fnc ganti baru untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. So, bukan tanpa masalah memodifikasi fullwave. Jangan terlalu tergiur, namun pastikan kita juga memahami dasar modifikasinya karena tak semua mekanik bengkel umum ataupun resmi tahu akan kerusakan kelistrikan tersebut.

Sekarang, kelistrikan BlueMX kembali sehat seperti sedia kala. Tak ada lagi problem mati mendadak dijalan, ataupun lampu utama yang sering mati akibat los nya arus dari kiprok.

Monitoring voltase perlu dilakukan rutin bagi yang memiliki motor dengan sistem kelistrikan fullwave, apalagi yang sudah membebani dengan perangkat kelistrikan dengan beban berat macam klakson keong, klakson mobil, alarm, lampu HID dan sebagainya. (fnc)

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Budayakan Meninggalkan Komentar

40 Comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *