Review Total Riding Impression Bareng Honda CB150R Stallion Black 2017 Turing Bromo

Motomaxone.com — Pembaca sekalian, minggu lalu (14/10) admin kebetulan memiliki waktu luang sehingga merencanakan untuk melakukan turing ke wisata Bromo. Kebetulan, obyek wisata ini yang cukup dekat dengan domisili admin di kota malang. Nah, ini pertama kalinya admin turing jauh bareng Cyubi sekaligus yang pertama untuk turing personal dengan Honda CB150R Streetfire. Bagaimana impresinya untuk generasi produksi 2017 ini ?

Riding Position (Ergonomi)

Tidak ada perbedaan antara CB150R versi 2017 ini dengan yang pernah admin gunakan test ride turing ke sampang madura pada 2015 lalu. Meskipun mengusung model naked sport, namun ergonominya tetap memiliki kesan semi sporty. Dibanding saat admin merasakan ergonomi old cb150r, sepertinya memang benar kalau jangkauan lengan admin ke kemudi sedikit lebih jauh untuk New CB150R ini.

Meskipun demikian sejauh melakukan turing dari Lawang-Nongkojajar-Penanjakan-Bromo-Jemplang-Poncokusumo-Tumpang-Malang, ergonomi CB150R Stallion Black masih tetap nyaman. Admin yang sudah 10 tahun biasa menggunakan ergonomi motor bebek, memang perlu adaptasi lebih lama dengan si cyubi ini.

Setang yang menganut model fat bar dengan peredam getaran berwujud karet dibawah braket setang memang meningkatkan kenyaman saat riding. Posisi punggung medium dalam artian memang tidak tegak, namun juga tidak terlalu membungkuk seperti CBR150R, apalagi ditunjang dengan tinggi jok yang pas untuk admin yang memiliki tinggi badan 171 cm. Overall masih cukup nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

Performa Mesin

Jika pada 2015 lalu, memang kurang leluasa karena turingnya mendapatkan pengawalan dari polda jatim. Kini 2017 admin bisa leluasa mengeksplore performa mesin cyubi CB150R SF karena memang milik sendiri, turingnya pun berdua dengan rekan admin yang sesama blogger. Jadi lebih santai…

Menghidupkan CB150R SF 2017 tidak ada bedanya dengan versi 2015 dulu hehe. Memang motor ini masih cukup keren untuk saat ini meskipun sudah memiliki rival baru yang melakukan update produk mati-matian.

Puter kunci kontak ke posisi ON, kita akan mendapatkan suguhan panel digital spidometer yang menarik dengan back light khas warna biru jika anda melihatnya di malam hari, kalau siang nggak kelihatan. Berbeda dengan kompetitor yang layar LCD spidonya terlihat polos, honda memang merancang dengan memberikan sekat-sekat dari body spidometernya sendiri agar informasi pada layar spidometernya lebih bagus dilihat.

Mulai menghidupkan mesin dengan tombol starter di sisi kanan, admin merasakan sejuk suara khas mesin DOHC 150cc besutan honda ini. Rasanya kok mesin DOHC lebih terasa halus dari SOHC ya, baik dari suara mesinnya sendiri ataupun dari output gas buang #JustMyOpinion. Penyaluran tenaga mesin tidak banyak memberikan vibrasi pada pengendara. Nah, saatnya mainkan transmisi 6-speed nya.

Kinerja persneling cukup smooth meskipun masih terdengar noise dari pergerakan gigi maju dan mundurnya. Namun ketimbang tunggangan admin yang sebelumnya jelas lebih empuk ini, wong memang motor dengan teknologi baru.

Memainkan tuas kopling saat akselerasi dan deselerasi, kinerja kopling admin rasakan cukup enteng. Berikut juga dengan performa akselerasinya saat melakukan shifting gear, jambakannya masih admin sangat rasakan kalau gas dipluntir spontan. Padahal CB150R sudah dibekali dengan ban gambot depan ukuran 100/80 belakang 130/70. Nikmatnya mesin DOHC yang dibekali dengan teknologi roller rocker arm, bisa jadi memang menciptakan getaran pada pengendara yang lebih minim, oh ya mungkin juga karena engine mountingnya yang sudah berbeda dari generasi lawas CB150R kali ya.

Selama perjalanan turing bromo ini, maksimum speed admin hanya meraih di angka 60-80 kpj. Wong memang turing di wilayah pegunungan yang mana lintasannya berkarakter naik dan turun, apalagi kondisi jalannya tidak terlalu luas. Yang penting kan bisa nge-gasss menikmati alam indonesia…

Untuk performa di setiap gigi, admin merasakan penyaluran power yang smooth. Bisa diajak kalem, bisa pula diajak galak sesuai dengan karakter riding brosis masing-masing. Limiter RPM diangka 11.000 rpm tidak pernah admin rasakan. Cukup bermain diangka 4000-7000 RPM sudah lebih dari cukup untuk riding santai minggu kemarin.

Jalalan menanjak dari arah nongkojajar menuju penanjakan bromo bisa dilalu CYUBI dengan enteng tanpa kendala meskipun memang admin harus dipaksa untuk bermain di gigi 1,2 dan 3 saja karena medannya memang sangat ekstrim kalau menuju bromo melewati nongkojajar purwodadi. Jadi meskipun jalan nanjak dan kecepatan rendah, kailan torsi untuk akselerasi memang cukup mantab untuk motor naked sport berkapasitas 150cc ini.

Handling

Tidak bisa dipungkiri, honda membekali sepasang ban gambot untuk generasi New CB150R SF ini memang ada benarnya. Selain tren naked sport saat itu yang memang memaksa honda berbenah. Pengaplikasian sepasang ban gambot dengan sepasang velg tapak lebar ini meningkatkan handling menjadi lebih nyaman. Mau bukti ? Beli dong motornya…. :mrgreen:

Jangkauan tapak ban dengan aspal yang sudah diakomodir oleh ban gambot membuat handling New CB150R menjadi lebih ringan dari pendahulunya. Bermain di kecepatan rendah hingga tinggi sekalipun admin masih merasakan motor tetap stabil.

Diajak rebahan di jalanan menuju bromo dari arah nongkojajar yang berkelok-kelok pun tak ada kendalan berarti. Dipaksa untuk lebih rebah lagi, tidak ada gejala membuang dari sisi belakang. Yang jelas semakin stabil handlingnya dengan dibekali ban lebar ditopang dengan sasis teralis khas CB150R yang mendapatkan pembenahan di sektor engine mountingnya. Belum lagi teknologi mesinnya yang lebih baru dibandingkan generasi old CB150R, jelas ada pembaruan terkait bobot material yang digunakan dan sebagainya.

Sistem Suspensi

Di semua segmen motor baik itu sport, bebek maupun matik tidak lepas dari pembahasan tentang suspensi. 2015 silam, admin sudah mengulasnya dengan kondisi jalan saat itu. Bagaimana dengan versi 2017 ? karakter suspensi baik depan maupun belakang sepertinya memang sama dengan generasi produksi dua tahun silam.

Suspensi depan memiliki karakter soft, enak banget saat menemui jalanan bumpy (bergelombang). Rebound nya memang memanjakan kita sebagai pengendara. Meskipun jalanan bumpy dilibas dengan kecepatan rendah atau tinggi pun, redaman vibrasi ke tubuh masih cukup bagus.

Bagaimana dengan suspensi belakang ? Sekedar tahu saja, suspensi Cyubi New CB150R adalah buatan Showa yang merupakan pabrikan yang cukup kompeten dibidang per-suspensi-an ^_^ . Dikarenakan New CB150R dibuat semi sporty, oleh karena itu karakter suspensi yang biasa digunakan oleh motor sport sedikit banyak diwarisi oleh New CB150R. Berbeda dari suspensi depan yang lebih soft, karakter suspensi belakang showa cenderung stiff.

Karakter stiff pada suspensi belakang untuk mendukung kestabilan motor dalam kecepatan tinggi ataupun saat melibas tikungan, makanya itu admin tidak merasakan gejala limbung atau ngebuang saat berbelok-belok dengan si cyubi. Sedangkan untuk melibas jalanan bumpy, ini pinter-pinternya poengendara untuk mengatur ritme kecepatan. Kalau dilibas dengan santai, suspensi belakang yang rada stiff ini masih mampu mentoleransi. Sedangkan kalau dilibas dengan kecepatan terlalu tinggi, ya rasakan saja bagian pantat menjadi terganggu kenyamanannya. *salah sendiri speeding di jalanan bumpy

Pengereman

Sudah lama admin mendambakan motor sendiri dengan suspensi double cakram buatan pabrik. Cakram depan berdiameter lebar dengan kaliper dua piston dipadu dengan cakram belakang berkaliper single piston sudah sangat memuaskan bagi admin untuk sistem pengereman cyubi CB150R Stallion Black.

Tekanan tuas rem lumayan empuk baik depan maupun belakang, namun responsif secara kinerja pengeremannya.

Untuk melibas track turing ke bromo kemarin, admin tidak bermain rem terlalu lama. Saat dibutuhkan saja, admin baru menggunakan keduanya. Sedangkan saat melewati turunan seperti turun dari penanjakan ke lautan pasir, admin mendapat bantuan engine brake agar kinerja sepasang rem cakram nya tidak bekerja terlalu ekstra. Tahu sendiri kan kalau terlalu kerja keras sampai panas, bisa mengalami kondisi blong itu rem.

Desain & Fitur

Desain dari Cyubi CB150R Stallion Black sendiri menganut aliran naked sport, bisa juga disebut dengan street fighter. Bagi admin, alasan memilih CB150R adalah desain nya yang lebih keren dan proporsional dari berbagai sisi ketimbang rivalnya hingga saat ini. CB150R naked sport 150cc yang masih mengusung behel belakang, namun desain behelnya sendiri juga dibuat cantik sehingga tetap fungsional namun juga tidak mengurangi estetika dari penampilan CB150R secara keseluruhan.

Jangan kuatir dengan tutup bensin, sudah nggak seperti generasi pertama CB150R yang masih menggunakan tutup bensin jendol. Sekarang modelnya sudah flat danĀ  lebih aman karena penutup tangki menggunakan engsel, jadinya nggak perlu dilepas. Isi bensin pun jadi nyaman..

Spidometer… ? Sudah admin jelaskan di artikel ini jadi ndak perlu dibahas lagi hehe..

Kualitas Material

Melihat CB150R dari mata pemilik pribadi, admin melihat perbedaan mendasar dengan produk honda yang sudah lawas. Baik itu kualitas nya atau pun desainnya yang jauh berbeda dari yang dulu. Admin sendiri tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah yang penting durabilitasnya lebih baik.

Untuk bagian rangka, menurut admin sudah sangat rapi baik itu pipa teralisnya sendiri ataupun pengerjaan sambungan yang dilas. Namun memang untuk menggendong mesin 150cc, teralisnya tidak cukup besar menurut admin, harus nya seperti teralisnya ducati tuh hahaha… #cost produksinya nambah dong xixixixi….

Untuk bagian tangki, saat admin menyentuh merasakan tangkinya cukup ringan. Bisa jadi berbeda material dengan tiger misalnya, untuk mengurangi berat total secara signifikan. So, admin pun nggak masalah dibandingkan dengan tangki model cover plastik yang beneran admin nggak suka.

Untuk bagian side cover bagian belakang terlihat memang memiliki material yang lebih tipis dari motor admin sebelumnya, namun saat admin amati lebih detail sepertinya memang memiliki bahan yang berbeda dari kompetitornya. Apa mungkin menggunakan bahan polypropilene ya, kalo betul demikian bisa bagus tuh, materialnya memang bisa dibuat lebih tipis namun secara kekuatan dan kelenturan lebih baik ketimbang model plastik body motor pada umumnya. Toh saat admin tepuk-tepuk setiap bodynya lumayan kokoh juga, its ok lah.

Sedangkan untuk material dibagian penutup samping radiator memang berbeda dari shroud, tak terlalu masalah namun desainnya terus terang admin kurang suka. Lebih baik shroudnya dibuat sedikit lebar ke bawah sehingga mengakomodir untuk menjadi cover radiator juga ketimbang dibuat terpisah seperti sekarang.

Headlamp

Kebetulan dari jemplang turun ke poncokusumo, admin mendapatkan kabut mulai menyelimuti kawasan bromo. Pancaran headlamp New CB150R yang sudah mengusung LED terbukti ampuh memberikan penerangan baik jalan gelap atau berkabut. Tapi kalau berkabut memang sedikit memantul karena karakter cahaya putihnya. Kapan2 admin review duel pancaran lampu dengan kompetitor deh… hehe. Tapi maaf nggak ada dokumentasi, karena sudah kecapekan dan males keluarin kamera. action cam rekan admin pun kehabisan baterainya…

Kesimpulan Impresi Turing Bromo

Berkali-kali admin bertemu dengan sesama penggguna New CB150R dijalanan maupun di lautan pasir bromo sekalipun. Hal ini membuktikan honda sukses membenahi CB150R ini menjai lebih baik dari generasi sebelumnya. Performa yang dikatakan saat ini paling kecil dikelasnya tidak memberikan bukti apa-apa saat melakukan turing ke bromo kemarin. Power yang dimiliki saat ini sudah lebih dari cukup bagi pemilik New CB150R untuk berpetualang kemanapun, nggak penting banget performa lebih tinggi sampai 2dk, kalau untuk kompetisi balap jelas memang penting, toh kalau di lintasan balap kan pada mode tune up semua tuh. Semua penyegaran New CB150R kedepan semakin banyak fitur yang bisa dinikmati penggunanya. (red)

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Budayakan Meninggalkan Komentar

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *