Reka Ulang GP Malaysia 2015…. Skenario Apik Revans Marquez Ancaman Serius Kegagalan Rossi Raih Gelar Juara Dunia ke-10

RvsM 3

Selamat malam pembaca sekalian, senin yang sibuk nih hingga tak sempat mengupdate informasi lebih awal. Seputaran informasi yang banyak diberitakan, duel Rossi VS Marquez menjadi topic yang sangat serius diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia otomotif. FN sebenarnya begitu tak percaya dengan insiden tersebut… namun begitulah insiden yang bisa terjadi dimana saja. Bukan hanya di motogp namun dibidang olah raga lainnya pun juga didapati beberapa kasus yang sama.

Sayangnya… banyak pihak yang memberitakan terkesan sangat mendiskreditkan Valentino Rossi dalam tanda kutip yang di GP Malaysia kemaren berhasil mengamankan podium ke 3 dengan cukup kontroversial. Begitu juga dengan Marquez dan Lorenzo yang cukup keras dalam komentarnya tentang Rossi yang disebut begitu agresif dalam balapan. Namun untuk lebih meyakinkan, FN berkali-kali memutar video kejadian duel tersebut yang berakhir dengan terjatuhnya Marc Marquez.

Kesampingkan dulu Pedrosa yang menjadi juara dan Lorenzo yang menjadi Runner-up di GP Malaysia. Fokus kita mencoba membahas duel emosional dari kedua bintang motogp berbeda generasi ini dengan beberapa sudut pandang yang berbeda. Duel syarat emosional tentu saja berkaitan erat dengan psikologis dari pembalap yang bersangkutan.

Sebut saja Valentino Rossi, di GP Malaysia kali ini poin yang didapatkan begitu berharga sehingga gangguan apapun sebagai bentuk penghambat dirinya mendapatkan poin akan menjadikan emosi rossi terusik. Sebaliknya Marc Marquez yang bermain di GP Malaysia tidak memiliki tekanan apapun. Gelar juara sudah berakhir bagi Marquez sehingga bisa bermain lebih lepas. GP Malaysia syarat kepentingan yang diusung oleh Marquez pribadi, FN menganggap GP Malaysia menjadi ajang revans bagi Marquez dari kejadian GP Argentina lalu dimana dirinya harus terjatuh akibat bersinggungan dengan Rossi. Dari kejadian tersebut kedua membalap bagi FN sama-sama memiliki kesalahan yang mengakibatkan salah satunya terjatuh. Namun jangan terus memandang kesalahan tersebut hanya berawal dari Valentino Rossi… ulang terus menerus kejadian tersebut. Lihat dari sudut pandang Rossi dan juga Marquez. Maka brosis bisa menyimpulkan siapa yang menjadi korban sebenarnya dari peristiwa tersebut.

wpid-rossi-wins-argentina-2015.jpg.jpeg

Emosi dari Kekalahan di GP Argentina dan GP Belanda rupanya masih terbawa hingga di seri selanjutnya. Berkali-kali FN mengamati aksi agresif Marquez selepas 2 kekalahan tersebut, yang kebanyakan aksi nya tersebut hanya digunakan untuk ‘revans’ kepada Rossi. Flashback sejenak… brosis bisa melihat tayangan ulang GP Australia secara lengkap. Disana Marquez memang berhasil menang, namun beberapa kali FN melihat Marquez melakukan overtake tak biasa yang mengarah terlalu agresif kepada Rossi… namun tidak kepada Lorenzo.

RvsM 1

Kembali pada GP Malaysia, Rossi memang memiliki kesalahan fatal dan penting untuk mendapatkan hukuman. Namun aksi Rossi tersebut sebenarnya adalah Reaksi dari aksi “gangguan” yang dilakukan Marc Marquez. Mengapa FN menilai hal itu sebagai aksi gangguan? Aksi Marquez di GP Malaysia sangat berbeda dibandingkan seri lainnya yang pernah dilakukan. Secara potensi dengan berada di grid depan kedua dibelakang Pedrosa, harusnya Marquez lebih bernafsu mengejar Dani Pedrosa untuk berebut point di podium pertama…. namun tak dilakukan Marquez.

Begitu juga dengan menghadapi Lorenzo, Marquez seakan malah memperlancar laju Lorenzo untuk mendahuluinya tanpa duel sedikitpun. Kehilangan posisi 2 dari Lorenzo… Marquez kembali ‘aneh’ dengan tak bernafsu mengejarnya. Apakah RC213V lambat? Jelas tidak dan di GP Sepang duo repsol bahkan berpotensi mengasapi Yamaha bersama-sama… sayangnya hal ini tidak dilakukan Marquez. Setelah melakukan kesalahan dengan melebar, Rossi pun mengambil keuntungan dengan menyalipnya…. disini insiden tersebut berawal.

Melihat Rossi yang berada didepan, Marquez ibarat kesetanan untuk mengusik. Berkali-kali Rossi menyalip, Marquez balik menyalip dengan mudahnya. Marquez bahkan terkesan menghambat Rossi untuk mendekati Lorenzo. Marquez juga terkesan menghambat Rossi berada di belakang Lorenzo untuk mendapatkan keuntungan poin. Akan menjadi wajar jikalau Marquez masih masuk dalam perburuan gelar juara dunia. Namun Marquez tidak mengusung kepentingan untuk mempertahankan gelarnya lagi…. jelas aksi Marquez ini sangat mengganggu dan membuang banyak waktu dari Rossi sendiri.

rossi hand up

Itulah mengapa Rossi mencoba berinteraksi dengan Marquez dengan mengangkat tangannya yang ditujukan ke Marquez sebagai isyarat Marquez cukup mengganggunya untuk mendapatkan point. Mengingat Marquez bahkan berpotensi mendahului Lorenzo didepannya untuk berduel dengan Pedrosa dibarisan terdepan. Jika hal tersebut yang terjadi… Marquez terus kompetitif di barisan terdepan bersama Pedrosa… maka Rossi masih memiliki kans melawan Lorenzo untuk bersaing point perebutan gelar juara dunia tahun ini. Boro-boro itu dilakukan Marquez, dengan potensi RC213V nya lebih baik…. Marquez bahkan membuat mainan Rossi. Saat Marquez di depan Rossi, dirinya sedikit melambat untuk disalip kembali oleh Rossi, namun dikesempatan lain Marquez kembali mengovertake… inilah yang menjadi hilangnya kesabaran Rossi atas gangguan Marquez.

Beberapa kali interaksi Rossi untuk memperingatkan Marquez agar tak mengganggu terus saja gagal menjadikan Rossi hilang kesabaran. Di lap ke 7, Rossi yang sudah hilang kesabaran menghadapi Marquez mencoba melakukan blok pada Marquez. Bagi FN disinilah kesalahan Rossi yaitu berusaha menghalangi laju Marquez… melihat hal tersebut Marquez sempat mengantisipasi dengan sama2 berjalan tegak disamping Rossi…. namun misi Revans Marquez pun berlanjut pada ide ekstrem.

RvsM 4

Sudah mengetahui Rossi menghalangi dengan motornya dan berjalan pelan tak lantas Marquez juga berjalan pelan dan menanyakan apa yang terjadi. Malah Marquez sengaja menabrakkan dirinya ke arah Rossi yang kemudian terkena lutut Vale Rossi. Aksi nekat Marquez inipun membuat emosi Rossi memuncak… lutut yang sudah ditabrak Marquez terpaksa digerakkan kearah luar kemungkinan karena terlalu jengkel dengan ulah Marquez sebelumnya… Rossi bukan menendang Marquez seperti banyak diberitakan media. Inilah yang kemudian membuat Marquez terjatuh…..

Indikasi Marquez yang mencoba membantu Lorenzo cukup mulus dari kerjasama keduanya yang sama-sama berkebangsaan spanyol. Dugaan kuat FN yang mengarah pada adanya kerjasama tak langsung tersebut diantaranya… Marquez terkesan tidak berniat mengejar Lorenzo, malah secara GAP semakin jauh dengan Lorenzo padahal secara potensi motor, Marquez lebih unggul dari Lorenzo sekalipun. Kedua, kejadian jatuhnya Rossi membuat reaksi berlebihan untuk seorang Lorenzo yang malah menginginkan Rossi dihukum lebih berat dari hanya sekedar 2 jenis hukuman yang sudah dijatuhkan.

Mencari kesalahan dengan mencari kesimpulan apa yang sudah dilakukan Rossi yang mengakibatkan Marquez jatuh memang ada benarnya. Akan tetapi mencari tahu bahwa terjatuhnya Marquez karena aksi menabrakkan dirinya sendiri ke arah Rossi tidak banyak disadari bahkan mungkin oleh Race Direction sendiri… itu mengapa mereka memberikan hukuman hanya kepada Rossi yang mana keputusan hukuman begitu merugikan pihak tim Valentino Rossi. Hukuman berupa Start diposisi terakhir di seri terakhir GP Valencia nantinya akan memupuskan Rossi mendapatkan gelar juara dunia 2015, apalagi jika melihat trek record Rossi yang tidak terlalu beruntung disana… berbeda dengan Lorenzo yang beberapa kali mengecap podium juara di Valencia. (~FN)

==============
Contact Person :

Email : fncounter.blog@gmail.com
Invite BBM : 794C91C4
FB : www.facebook.com/fncounter
Twitter : @fncounter_blog
___________________

Related Post :

Advertisements
No Comments

Sopan Berkomentar Kamipun Segan