Penjualan Motor Honda Melorot di Akhir Tahun 2017, Berikut Faktor Yang Mempengaruhi !!

Motomaxone.com – Pasar kendaraan roda dua periode desember 2017 lalu ternyata mengalami penurunan tajam. Mirisnya pabrikan Honda (AHM) mencatatkan diri sebagai pabrikan motor yang angka penjualannya merosot tajam dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Menilik olah data dari AISI, penjualan motor akhir tahun lalu hanya mencapai 415 ribu unit. Angka penjualan ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan bulan November yang mencapai 550 ribu unit. Ini artinya ada kemerosotan penjualan sebanyak 24% untuk semua penjualan motor di indonesia.

AHM (Astra Honda Motor) yang sempat mencapai 430 ribu unit, anjlok penjualannya menjadi 281 ribu unit menurut data akhir tahun lalu. Mengulik lebih dalam, produk apa saja yang menurun penjualannya. Motor terlaris honda yaitu BeAT eSP ternyata menjadi produk yang paling banyak mengalami penurunan penjualan. Jika di bulan 11 lalu mencapai 163.000 unit, dibulan desember hanya mencapai 103.000 unit.

Vario 150 eSP juga mengalami penurunan yang signifikan di kubu honda. Dari biasanya mencapai angka penjualan 46.000 unit per bulan, akhir tahun 2017 merosot menjadui 26 ribu unit saja. Penurunan penjualan yang dialami BeAT dan Vario 150 ternyata juga dialami oleh Honda Scoopy. Skuter retro honda ini biasanya mengantongi angka penjualan 62.000 unit, bulan kemarin malah merosot di angka 41.000 unit.

Penurunan penjualan yang cukup besar ini tentu menarik perhatian. Bagi saya bisa jadi tren penjualan pada akhir tahun memang seperti itu. Hal yang mendasari penurunan penjualan tersebut terletak pada keputusan konsumen yang memang lebih memilih awal tahun. Karena motor dengan data pembelian akhir tahun terkadang sedikit merugikan jika dijual kembali.

Motor akhir tahun, produksinya identik dengan motor awal tahun pada kuartal pertama namun tetap saja membeli diawal tahun akan lebih menguntungkan. Selain itu biaya jasa STNK dan BPKB yang mengalami kenaikan mencapai  di atas 120 persen disebut-sebut menjadi salah satu faktor terjadinya penurunan angka penjualan motor di indonesia. (red)

BERITA LAIN :

Advertisements

Sopan Berkomentar Kamipun Segan